Berkarier di luar kota atau istilahnya merantau, memang menjadi tantangan sendiri bagi perantau. Ada banyak sekali harapan yang ingin dicapainya dari bekerja di luar kota. Bekerja di luar kota yang jauh dari kota asal memang butuh modal yang cukup besar, apalagi jika merantaunya di kota-kota besar. Modal untuk hidup harus perlu dipersiapkan agar gaji yang didapatkan tidak habis sia-sia.

Bagi orang tuanya yang mampu mungkin sudah tidak memikirkan untuk mengirim uang ke kampung halaman. Tetapi bagi yang merantau dan memiliki keluarga kurang mampu serta harus menjadi tulang punggung keluarga, maka harus mengirim uang ke kampung halaman setiap waktu.

Nah masalah-masalah keuangan seperti ini tentu perlu dipersiapkan dengan matang agar perantau bisa mengelola gaji yang didapatkan dengan baik dan benar.

Ada beberapa tips yang bisa dilakukan bagi perantau untuk mengatur keuangan. Berikut diantaranya :

#Mencari Kontrakan/Kost yang Terjangkau

Bekerja di luar kota yang tidak ada saudara di sana pasti untuk urusan tempat tinggal harus mengandalkan kontrakan atau kost. Nah, lebih baik mencari kontrakan atau kost yang biaya sewanya terjangkau. Yang penting membuat kamu bisa nyaman tinggal di sana dan lingkungannya kondusif.

Karena biaya kost ini akan keluar setiap bulan atau dalam kurun waktu tertentu, sehingga sangat perlu memilih kost yang terjangkau. Tujuannya agar biaya pengeluaran tidak habis untuk kebutuhan tempat tinggal.

#Jangan Gengsi dengan Rekan Lain

Biasanya ini yang membuat keuangan cepat habis yaitu mengikuti gaya hidup rekan lain. Kalau tidak mengikuti nanti gengsi. Seperti itu sebaiknya tidak perlu dipupuk. Biarkan orang lain punya gaya hidupnya sendiri, Anda tidak perlu ikut-ikut. Kalau pun memang dirasa punya duit banyak, mending ditabung saja.

Mengikuti gaya hidup orang lain ini memang terasa. Tapi tahu-tahu uangnya habis begitu saja.

#Buatlah Dua Rekening

Jangan sampai hanya menyimpan uang di satu rekening. Bisa saja sih, tetapi harus teliti dan punya tanggung jawab yang besar. Tetapi jika ingin aman, buatlah dua rekening. Rekening pertama digunakan untuk menyimpan uang yang sifatkan transaksional, artinya uang di rekening itu nanti digunakan untuk beli atau bayar ini itu. Sedangkan rekening kedua digunakan untuk menyimpan uang tabungan. Sifatnya uang di rekening kedua ini tetap, atau tidak boleh digunakan untuk beli atau bayar ini itu.

Kalau pun ingin diambil, hanya waktu keadaan darudat saja.

Nah, pastikan setiap bulan harus mengisi rekening kedua ini, agar bisa punya dana tabungan.

#Jangan Beli Barang Mahal Dulu

Bukannya melarang, tetapi kalau baru bekerja 1-2 tahun, mending uangnya ditabung dulu. Kadang ada perantau yang baru bekerja beberapa bulan, lantas membeli barang mahal seperti kendaraan bermotor. Kalau itu bisa menghasilkan sih tidak apa, tetapi jika tidak mending dipending dulu dan gunakan prasarana yang ada.

Karena bekerja di perantau dalam 1-2 tahun harus bisa menahan diri dulu. Paling tidak di masa ini digunakan untuk menabung.

Buku rekomendasi :

Apalagi kerja di perantauan yang statusnya masih kontrak. Jadi menabung adalah solusi untuk memiliki backup ekonomi.

Itu beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatur keuangan bagi perantau. Sederhana tetapi kadang sulit dilakukan.