Ketika ingin bekerja di sebuah perusahaan yang diidam-idamkan dan di posisi pekerjaan yang dimimpikan, kadang semua itu tidak bisa dilakukan hanya berbekal keterampilan. Meskipun punya keterampilan yang cukup mumpuni, seorang pelamar pun sering gagal saat tahapan awal.

Selain ketika proses wawancara, yang lebih banyak terjadi juga karena kegagalan saat tes psikotes. Tes ini memang tidak dilakukan oleh semua perusahaan, tetapi jika kamu ingin bekerja di instansi pemerintah, BUMN, TNI-POLRI, atau beberapa perusahaan bonafit lain, tes psikotes ini sangat penting.

Bahkan karena pentingnya, ada yang rela mengikuti pelatihan-pelatihan psikotes agar mendapatkan hasil yang memuaskan.

Mengapa perusahaan melakukan tes psikotes? Karena pihak perusahaan ingin melihat sisi psikologi dan karakter calon pegawai. Dari hasil psikotes itu nanti yang juga menjadi pertimbangan apakah calon pegawai itu cocok untuk ditempatkan di posisi pekerjaan itu atau tidak.

Meskipun itu tidak menjamin 100%, faktanya tes psikotes dapat memudahkan pihak perusahaan untuk mendapatkan SDM yang benar-benar berkualitas dan mampu ditempatkan sesuai dengan posisi yang dicari.

Nah, apabila kamu saat ini juga sedang ingin mencari pekerjaan atau akan melakukan tes psikotes di sebuah perusahaan atau instansi tertentu, sebaiknya mencoba beberapa tips berikut.

Jaga kondisi jiwa dan raga

Siapa bilang tes psikotes tidak membutuhkan fisik? Tes ini meskipun sebenarnya yang dinilai adalah psikologis kamu, tetapi faktor lain seperti kesehatan raga juga berpengaruh. Ketika kamu memiliki raga yang sehat, maka ketika tes bisa mengerjakan dengan baik.

Baca juga : Daftar 10 Buku Psikologi yang bisa kami rekomendasikan untuk mengubah hidup anda

Untuk itu tetap jaga kondisi jiwa dan raga. Lakukan olahraga rutin yang membuat raga menjadi bugar. Dan dari sisi jiwa, juga harus dijaga. Perbanyak ibadah sesuai dengan agama masing-masing. Karena dengan mendekatkan kepada Tuhan agar membuat diri semakin tenang.

Olahraga

image via pixabay

Ketika tubuh sudah bugar, pikiran tenang, maka ketika mengerjakan tes psikotes pun juga tidak akan terbebani masalah lain.

Jujur

Jangan sekali-kali mencoba berbohong ketika mengerjakan tes psikotes. Tes psikotes sudah dirancang untuk menilai diri dan karakter kamu. Dari soal pertama hingga terakhir, semuanya berkaitan dan hasilnya akan kelihatan. Jika kamu bohong, juga akan kelihatan.

Jawablah tes psikotes dengan jujur sesuai apa yang ada didiri kamu. Dengan keterbukaan itu justru akan membuat orang lain bisa menilai mu apa adanya.

Bersosialisasi dengan orang lain

Bersosialisasi dengan orang lain akan membuat cara komunikasi kamu dengan orang lain semakin lancar. Kamu juga tidak lagi merasa minder jika melihat orang lain. Bersosialisasi terbukti membuat kematangan karakteri di diri kamu. Apalagi jika bersosialiasi dengan orang-orang yang lebih senior dan memiliki wawasan yang lebih luas dari kamu.

Apabila kamu seorang introvert, cobalah untuk memperbanyak berkomunikasi dengan orang lain. Orang yang sering bersosialisasi dan tidak akan kelihatan kepribadiannya. Dan itu juga bisa terlihat di hasil tes nanti.

Buku terkait : The Introvert Advantage – Berkembang dan Berhasil di Dunia Ekstrover

Perbanyak membaca

Membaca tidak hanya dapat memperkaya wawasan dan ilmu pengetahuan, tetapi juga membuat otak menjadi lebih berkembang. Coba perhatikan orang-orang yang gemar membaca dan tidak, mayoritas orang yang gemar membaca akan memiliki pola pikir yang lebih terbuka dan bisa berpikir cepat. Sehingga dalam hal ini membaca sangat berperan dalam meningkat psikologis manusia secara positif.

Membaca

image via pixabay

Berbagi pengalaman dari orang lain

Ketika kamu bersosialisasi dengan orang lain, cobalah tanya-tanya kepada orang yang sudah berpengalaman mengenai tes psikotes. Tanyakan apa yang menjadi masalah mereka ketika menghadapi tes psikotes. Atau bisa juga berbagai tips dan trik dalam mengerjakan tes ini.

Selain berbagi dengan orang lain, kamu juga bisa membaca buku-buku mengenai psikotes. Misalnya saja buku “Rahasia Psikotes Tingkat Tinggi” karya Hardi Soenanto, yang juga penulis buku Best Seller “Membedah PSIKOTES Gambar”.

Dari membaca buku-buku semacam ini, kamu tentu akan bisa mendapatkan gambaran yang lebih luas lagi mengenai tes psikotes.

Tidak perlu takut

Yang terakhir adalah tidak perlu takut. Walaupun tes psikotes ini tujuannya untuk menilai karakter diri, kamu tidak perlu takut. Kerjakan saja apa adanya. Karena jika kamu mengerjakannya dengan rasa takut dan cemas, itu malah akan membuat psikologis kamu berantakan. Sehingga kamu tidak bisa mengerjakannya dengan bebas dan tenang.

Jadi itu beberapa beberapa tips yang bisa kamu lakukan. Intinya jangan lupa untuk terus belajar hal-hal baru. Semoga sukses!