Banyak yang menyangka kalau berprofesi sebagai penulis itu tidak bisa menghidupi dari sisi ekonomi. Padahal menjadi penulis bisa kok mendapatkan penghasilan yang besar. Cuma ya itu, perlu kerja keras yang ekstra untuk mendapatkannya.

Seperti profesi lain pada umumnya, menjadi penulis pun juga banyak tantangannya. Apalagi jika kamu memang ingin fokus menjadi penulis, tantangan harus kamu selesaikan agar tetap produktif.

Nah apa saja tantangan-tantangan seorang penulis itu?

#1 Memunculkan Ide Kreatif

Setiap penulis harus punya ide-ide kreatif baru untuk dituangkan dalam karya bukunya. Bukan sekedar bagaimana membuat buku hingga selesai tapi bagaimana isi dalam buku tersebut bisa membuat pembacanya suka dan dapat mengambil kesimpulan di dalamnya.

Seorang penulis profesional, ketika akan membuat sebuah karya buku, ia tidak mudah dalam merangkai kata-kata. Harus ada riset terlebih dahulu agar bukunya bisa laris dan mendapat respon positif dari pembaca. Terutama untuk buku-buku seperti novel.

Nah masalah ide ini yang kadang tidak bisa datang setiap saat. Tak jarang penulis membutuhkan pemicu seperti pergi ke suatu tempat atau sharing dengan teman-teman lain.

Ide kreatif sangat diperlukan bagi seorang penulis di era digital sekarang ini.

#2 Konsisten dan Fokus

Mungkin jika baru menerbitkan satu atau dua buku semangatnya masih menggebu-gebu, tapi ketika sudah beranjak ke buku ketiga dan seterusnya kadang ada hasrat untuk menyudahinya. Terlebih jika buku pertama dan kedua kurang laku di mata pembaca.

Di sinilah konsistensi dan iman kamu diuji. Kalau sedari awal kamu sudah ada niatan untuk menjadi penulis profesional, ya lakukan secara profesional juga. Mau bukunya laku atau tidak yang penting nulis saja. Justru dengan tidaklakuan itu bisa dijadikan motivasi untuk terus berkembang memperbaiki segala kekurangan.

Konsisten tidak hanya ketika menulis buku satu ke buku lainnya, tetapi juga tentang konsistensi isi dari buku yang sedang dituliskan. Tak jarang penulis yang sudah memiliki kerangka utama isi bukunya tapi pada akhirnya keluar jalur dan malah tidak ketemu akhirnya. Di sinilah konsistennya menulis isi dari buku perlu dijaga.

#3 Deadline

Kalau sudah berhubungan dengan penerbit, biasanya penulis akan disuguhi deadline untuk merampungkan naskahnya. Hal ini wajar karena pihak penerbit juga sudah ada jadwal dan tidak hanya mengurusi buku kamu.

Terkadang deadline ini membuat ide menjadi buntu. Oleh sebab itu penulis harus mampu mengatasi tantangan ini bagaimana agar bisa menuntaskan deadlinenya tanpa mengurasi kualitas isi dalam bukunya.

Baca juga : Cara Menerbitkan Buku Sendiri dengan Mudah dan Cepat Bagi Pemula

#4 Pemasaran

Punya buku yang bagus tapi kalau tidak dipikiran pemasarannya ya percuma. Iya sih biasanya pihak penerbit sudah membantu dari sisi pemasaran, tapi dari sisi penulis sendiri juga perlu memikirkan langkah-langkah pemasaran di luar dari yang akan dilakukan penerbit.

#5 Produktif

Karena penulis profesional hidup dari karya buku yang diterbitkan, maka setiap tahun wajib untuk terus produktif. Memang tidak mudah, tapi paling tidak perlu adanya persiapan jauh-jauh waktu untuk membuat buku setiap tahunnya. Apalagi jika sudah memiliki nama, sudah pasti karyanya akan ditunggu-tunggu para penggemarnya.

Menjadi penulis profesional memang tidak semudah yang dibayangkan, terlebih sekarang ini banyak bermunculan penulis-penulis mudah berbakat yang punya karya luar biasa. Persaingan jelas ada, untuk itu bagaimana setiap penulis harus bisa menelurkan karya bukan yang terbaik tapi yang beda dari karya-karya lainnya.

Baca juga : Kerja Tidak Produktif? Coba Tingkatkan Dengan Cara Ini

Ambil saja contoh Raditya Dika. Di tengah banyaknya penulis buku bermunculan dengan judul dan isi yang bagus, Raditya malah membuka buku yang selalu mengambil tema hewan. Tentu ini aneh, tapi justru itulah yang membedakan buku dia dengan buku penulis lain. Alhasil karya-karyanya selalu diingat oleh pembaca. So, jadilah beda jika ingin sukses.