Apabila kita sudah selesai menulis naskah, tahap selanjutnya adalah menerbitkan naskah tersebut menjadi buku. Dan untuk itu perlu diketahui tata cara dalam mengirimkan naskah ke penerbit.

Apakah saat ini kamu sedang menyelesaikan naskah buku yang ingin diterbitkan? Tentu jika sudah selesai nanti kamu perlu mengirimnya naskah tersebut ke penerbit untuk dilakukan proses cetak. Akan tetapi, sebelum memasuki tahap cetak, naskah yang dikirim ke penerbit ini akan diseleksi dan dikoreksi terlebih dulu oleh editor dari penerbit.

Nah supaya naskah kamu bisa lolos atau paling tidak bisa berpeluang diterima oleh penerbit, maka naskah kamu harus memenuhi beberapa kualifikasi persyaratan yang ditentukan. Apakah kamu sudah tahu apa saja persyaratan dalam mengirim naskah ke penerbit?

Jika belum, tetaplah membaca artikel kali ini karena BukuPedia ingin memberikan sedikit tips untuk kamu tentang beberapa persyaratan mengirim naskah ke penerbit.

Harapannya nanti kamu bisa mempersiapkan sejak dini atau sejak proses menulis naskah, sehingga ketika nanti naskah dikirim ke penerbit prosesnya akan lebih cepat. Dan tentunya kamu bisa mempersiapkan solusi lain jika naskah kamu tidak diterima.

Berikut beberapa syarat yang perlu kamu ketahui sebagai seorang penulis.

#1 Naskah belum pernah diterbitkan

Yang perlu kamu catat adalah, pastikan kalau naskah kamu belum pernah diterbitkan oleh penerbit lain. Baik itu dalam bentuk buku, ebook, atau lainnya. Kalau ada naskah atau tulisan kamu yang sudah pernah di terbitkan di penerbit A, maka jangan kirim naskah itu ke penerbit B. Itu tidak boleh.

Di sini kamu memang harus teliti, apalagi jika punya naskah yang banyak dan pernah diterbitkan di suatu penerbit.

Baca juga : Persyaratan yang Perlu Dimiliki Seorang Editor Buku

#2 Tidak mengandung unsur SARA (Suku, Ras dan Agama)

Yang dimaksud tidak boleh mengandung unsur SARA adalah unsur yang nantinya dapat menyebabkan masalah atau konflik dari tulisan tersebut. Apalagi jika isinya menyinggung salah satu pihak, maka itu tidak boleh. Dan pastinya pihak penerbit ternama juga tidak akan menerima naskah kamu jika isinya seperti itu.

Beda lagi jika naskah isinya tentang hal yang berbau SARA tapi menyinggung hal positif. Misalnya pengetahuan tentang budaya atau cara hidup tiap-tiap suku, dengan tujuan sebagai edukasi. Itu bisa saja diperbolehkan.

Intinya kalau naskah mengandung SARA, harap diperhatikan lagi konteks tulisannya. Jangan sampai itu nanti mengundang perpecahan dan tentu dapat merusak nama kamu sebagai penulis.

#3 Tulisan bersifat orisinil

Ini sudah jelas, tema tulisan yang kamu buat harus benar-benar fresh dan tentunya belum pernah ditulis orang lain. Kalau pun temanya sama dengan buku yang sudah diterbitkan penulis lain, kamu harus membuatnya dengan sudut pandang kamu sendiri, jangan sama persis. Karena nanti berpotensi plagiarisme.

Tetapi sebenarnya membuat tema tulisan yang berbeda akan memudahkan ketika proses seleksi di penerbit. Biasanya di penerbit ternama itu akan memprioritaskan naskah yang memiliki tema berbeda. Kalau naskah satu dengan lainnya memiliki tema yang sama, maka akan sulit untuk lolos. Jadi buatlah yang berbeda.

#4 Naskah menggunakan tata bahasa yang baku

Ini merupakan hal yang mutlak. Karena penerbit menyukai naskah yang memiliki tata bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah penulisan yang benar dan baku. Salah satu yang paling dilihat oleh penerbit dari sebuah naskah adalah teknik penulisannya. Pihak penerbit juga tidak mau jika naskah tata penulisannya banyak yang rancu dan tidak benar. Ini akan membuat lama prosesnya.

Tata bahasa dengan gaya bahasa ini beda ya. Kamu tetap boleh menggunakan gaya bahasa yang sesuai dengan konsep buku mu, tidak harus menulisnya dalam gaya bahasa yang formal atau kaku. Akan tetapi harus memperhatikan tata bahasa Indonesia yang baku dan benar.

#5 Menyertakan surat izin penerjemahan

Ini berlaku jika kamu membuat naskah buku yang isinya tentang terjemahan dari buku lain. Untuk hal seperti ini kamu wajib melampirkan surat izin penerjemahan baik dari penerbit buku yang diterjemahkan maupun dari penulisnya langsung.

Jangan sampai hanya sekedar menerjemahkan tanpa disertai izin dari penerbit maupun penulisnya. Karena hal ini akan berpotensi sebagai plagiarisme dan tentu akan sangat merugikan kamu sendiri. Bahkan seperti ini pun bisa diproses secara hukum jika pihak penulis/penerbit tidak terima dengan tindakan kamu.

#6 Naskah sudah komplit

Jangan sampai mengirim naskah buku ke penerbit tapi belum 100% jadi. Yakinlah penerbit tidak akan menerima naskah kamu. Sebelum mengirimnya ke penerbit, pastikan kamu sudah melengkapi naskah kamu dengan isian lain seperti gambar-gambar jika ada, daftar isi, dan bagian-bagian lain.

Dari segi fisik, naskah kamu juga perlu dikemas secara rapi. Bendel dengan rapi dan lengkap jangan ada yang tertinggal bagiannya atau tertukar halamannya. Pastikan menyertakan copy-an naskah dalam bentuk hard files maupun soft files.

 

#7 Menyertakan keunggulan naskah

Akan lebih baik jika kamu menyertakan informasi keunggulan naskah kamu. Apalagi jika naskah kamu memiliki tema yang sudah banyak dibicarakan orang. Dengan memberikan sisi keunggulan ini, maka akan memudahkan penerbit melihat pasar dari naskah buku kamu. Ini akan meyakinkan pihak penerbit agar bisa menerima naskah kamu.

Baca juga : 10 Software yang Memudahkan Penulis dalam Menulis Naskah Buku

Kamu juga bisa menyertakan siapa saja target pembaca buku kamu nanti.

#8 Kirim melalui media yang dikehendaki penerbit

Sekarang ini rata-rata penerbit sudah bisa menerima naskah dari penulis melalui e-mail. Sehingga penulis cukup mengirimkan naskah dalam format soft-file tanpa harus repot-repot mencetaknya. Akan tetapi kadang ada juga penerbit yang ingin naskahnya juga dikirim dalam bentuk hard file lalu dikirim ke alamat penerbitnya.

Nah hal-hal seperti ini perlu kamu konfirmasikan ke penerbit dulu, sebelum kamu memastikan untuk mengirimnya.

Itulah beberapa syarat yang perlu kamu cermati sebelum mengirim naskah ke penerbit. Tentunya dengan seperti itu nanti akan memudahkan kamu dalam mengirim naskah dan menerbitkan buku kamu. Selamat berkarya!