Siapa yang tak kenal dengan Disney? Berbagai tokoh Disney digemari oleh anak kecil hingga dewasa. Ternyata di balik tokoh-tokoh Disney yang identik dengan karakter yang menyenangkan, ada beberapa tokoh Disney yang namanya digunakan untuk menamai beberapa sindrom kelainan psikologis. Ada sindrom apa saja ya?

Cinderella Complex

Sindrom ini mungkin sudah pernah kamu dengar, namun apa sebenarnya Cinderella Complex? Tokoh si cantik Cinderella ini ternyata digunakan untuk menamai sebuah sindrom yang biasanya terjadi pada perempuan.

Gangguan psikologis ini ditunjukkan oleh perempuan yang memiliki ketergantungan emosional terhadap laki-laki yang ujungnya mendapatkan keuntungan secara materi. Gangguan kejiwaan yang satu ini bisa menjadi berbahaya karena biasanya sang perempuan akan melakukan segala cara termasuk memanfaatkan pasangan, teman pria, bahkan bisa saudara lelakinya juga.

 

Sleeping Beauty Syndrome

Sleeping Beauty adalah kisah tentang putri tidur yang dikutuk oleh penyihir jahat, sehingga dirinya akan tertidur sampai ada seorang pangeran yang benar-benar tulus mencintainya membangunkannya dengan sebuah ciuman yang tulus.

Sleeping Beauty juga sering dipakai jika kamu ingin tidur dalam waktu yang panjang alias hibernasi. Nah, di belakang cerita putri tidur ini  ternyata ada kondisi kelainan syaraf langka yang menyebabkan seseorang jadi gampang tertidur. Sindrom putri tidur dapat menimbulkan rasa kantuk teramat sangat yang dirasakan penderita, sehingga jika ia tidur, dia bisa menghabiskan waktu yang lama, semalam, seharian, ataupun bahkan sampai berhari-hari. Wah, kashian ya!

Rapunzel Syndrome

Di balik rambut panjang yang indahnya, Rapunzel juga diangkat menjadi nama sebuah sindrom. Kelainan ini sangat bertolak belakang dengan keindahan yang kamu bayangkan. Malah dapat membuat kamu kaget dan jijik karena cukup aneh. Sindrom ini dijuluki bagi mereka yang gemar memakan rambutnya sendiri dalam jangka waktu panjang sehingga tentu dapat membahayakan usus dan tubuh si pasien.

Tentunya rambut yang dimakan tersebut akan membahayakan tubuh jika tidak dikeluarkan. Makanya, jika sindrom ini sudah parah, jalan satu-satunya untuk mengeluarkan gumpalan rambut ini adalah dengan melakukan operasi. Ngeri, ya!

Bambi Complex Syndrome

Selain nama-nama putri Disney yang diambil, nama si rusa lucu ini juga diambil. Di dunia medis nama Bambi digunakan untuk menamai sebuah sindrom yang ditunjukkan pasien biasanya memiliki sentimen yang terlalu tinggi kehidupan, alam atau bahkan terhadap hewan liar.

Peterpan Syndrome

Kalau yang satu ini, pasti sudah tidak asing lagi, kan? Ya benar! Karakter fiksi ini digunakan untuk menunjukkan sindrom kekanak-kanakkan dan enggan untuk bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya, walaupun usianya sudah dewasa. Layaknya Peterpan, orang-orang yang kena sindrom ini menolak kenyataan kalau dia sudah tumbuh menjadi orang dewasa yang punya tanggung jawab.

Wendy’s Dillema

Bicara soal Peterpan, tentu kita akan ingat dengan Wendy. Karakter Walt Disney ini merujuk kepada keadaan di mana seseorang memiliki kelainan secara psikologi dimana dirinya selalu bertingkah laku keibuan dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya sih, keadaan ini lebih sering dialami oleh perempuan.

Dari kecil biasanya anak perempuan dengan Wendy’s Dilemma cenderung memberikan perhatian lebih kepada teman-temannya, menunjukkan sifat posesif terhadap teman, dan senang ikut campur pada permasalahan teman dengan tujuan membantu. Layaknya seorang ibu yang peduli pada anaknya. Apa bahayanya? Ketika ia sudah dewasa dan menjadi seorang ibu, maka bisa saja ia terlalu posesif terhadap anak. Ia akan terus memandang anaknya sebagai anak kecil yang butuh diatur. Lama-kelamaan jika anaknya sudah dewasa dan tidak mau diatur, maka si ibu bisa jadi stress dan berujung pada depresi.

 

Itulah beberapa sindrom yang namanya diambil dari tokoh Disney. Kira-kira mana yang menurutmu paling berbahaya?