Mengerikan sekali ya sepertinya, tapi ini memang benar. Terlalu sering menggunakan smartphone memang dapat membunuh kita. Membunuh bukan dari sisi fisik, tetapi psikologis.

Keberadaan smartphone di saat ini sangat membantu sekali. Ponsel yang dulu sejatinya hanya untuk komunikasi telepon dan sms, kini sudah sangat multifungsi. Mau foto bisa, menonton film bisa, cari uang sangat bisa dan masih banyak lagi lainnya.

Karena smartphone bisa digunakan untuk apa saja inilah yang membuat orang tidak bisa jauh-jauh dari yang namanya smartphone. Tiap menit buka, tiap menit buka, padahal kadang pas buka tidak melakukan apa-apa, hanya sebatas scroll-scroll. Pernah kan kamu seperti itu?

Penggunaan smartphone yang terlalu lama ini dapat membuat ketagihan. Apalagi adanya media sosial, ini membuat seseorang ingin terus melihat keberadaannya di dunia maya. Selalu ingin melihat statusnya yang sudah diunggah apakah direspon atau tidak, kemudian sering swafoto lantas di unggah ke media sosial.

Jika ini dibiarkan, akan sangat berbahaya bagi otak. Apalagi bagi anak-anak yang masih belum dewasa pemikirannya.

Menjadi anti sosial

Menggunakan smartphone yang berlebihan membuat seseorang menjadi anti sosial. Mereka akan menjadi orang yang bersosial jika berada di media sosial (online), lantas jika di dunia maya, jiwa sosial akan hilang. Sudah banyak yang mengalami hal seperti ini.

Bahkan jika di tengah-tengah perkumpulan, semuanya asyik dengan smartphone nya.

Menjadi lebih sensitif

Sensitif bukan yang positif tapi negatif. Ini biasanya akan terjadi pada anak-anak yang selalu sering bermain smartphone. Anak akan lebih mudah emosi, cengeng, dan kadang suka marah-marah sama orang tua.

Perkembangan anak pun menjadi tidak bisa maksimal dan kalau Anda ingin memiliki anak yang mandiri pasti akan sangat sulit jika sehari-hari selalu dipegangi smartphone.