The Unofficial Book of Daehan Minguk Manse

The Unofficial Book of Daehan Minguk Manse

Oleh: Ranny Rastati (Chibi)
Rilis: 2015
Halaman: 136
Penerbit: Ufuk Press (Ufuk Publishing House)
Bahasa: Indonesia

Sinopsis

Sebelum terlibat lebih jauh dengannya, biar kuberi tahu. Lelaki bernama Ove ini mungkin bukan tipemu. Ove bukan tipe lelaki yang menuliskan puisi atau lagu cinta saat kencan pertama. Dia juga bukan tetangga yang akan menyambutmu di depan pagar sambil tersenyum hangat. Dia lelaki antisosial dan tidak mudah percaya kepada siapa pun. Seumur hidup, yang dipercayainya hanya Sonja yang cantik, mencintai buku-buku, dan menyukai kejujuran Ove. Orang melihat Ove sebagai lelaki hitam-putih, sedangkan Sonja penuh warna. Tak pernah ada yang menanyakan kehidupan Ove sebelum bertemu Sonja. Namun bila ada, dia akan menjawab bahwa dia tidak hidup. Sebab, di dunia ini yang bisa dicintainya hanya tiga hal: kebenaran, mobil Saab, dan Sonja. Lalu … masih inginkah kau mengenal lelaki bernama Ove ini?

Review

Daehan, Minguk dan Manse. Siapa sih yang nggak kenal tiga dedek unyu ini?!? Nge-hits-nya ngalahin oppa-oppa boyband k-pop, gyahahaha… 😀 😀 😀

Jujur, saya nggak mengikuti perkembangan segala macam Korea meski di sekolah sebagian besar murid-murid unyu cewek pada demam K-Pop. Saya baru agak ngeh dengan aroma Korea ketika ada guru relawan dari Korea yang bertugas di sekolah selama dua tahun. Saya ikutan belajar nulis dan bahasa Korea kalo anak-anak ikut eskul Korea di jam pulang sekolah. Itupun sekarang udah nggak ada yang keinget cara nulis maupun bahasanya x)) #PelupaAkut

Waktu Mbak Vina, guru TIK di sekolah (satu-satunya guru yang paling up date soal Korea di sekolah) kasih tau acara The Return of Superman pun saya belum tergerak buat nonton. Nah, pas mulai episode 34 (kalo nggak salah), muncul tiga dedek unyu ini yang merupakan anak dari Song II Kook. Mbak Vina langsung bilang kalo saya kudu nonton. Ya, dia tahu banget kalo saya demen banget ama anak kembar. Ampe terobsesi pengen punya anak kembar!! x) #JodohManaJodoh

Dan…wow…unyu banget lah tiga dedek ini. Saya paling suka kalo pas episode-episode saat mereka makan. Unyu banget kalo liat ekspresi mereka, setiap anak punya gaya dan ciri khas sendiri saat makan. Sejak kecil, Daehan Minguk Manse diberikan kesempatan untuk makan sendiri sehingga nggak perlu selalu disuapi. Kalo ada yang kelihatan malas makan, baru deh appa Kook menyuap mereka sambil bermain. Dia akan menjadikan sendok dan makanan sebagai pesawat yang siap masuk ke mulut. Ketika mood anak sudah baikan, mereka diminta untuk makan sendiri lagi.

Secara bertahap, Daehan Minguk Manse diperkenalkan dengan alat makan seperti sendok dan garpu. Setelah mahir, appa Kook pun pelan-pelan secara bertahap dan penuh kesabaran mengajari anak cara menggunakan sumpit. Meskipun awalnya anak menangis dan memilih makan menggunakan tangan atau sendok garpu, lama kelamaan mereka menjadi terbiasa dan berhasil menggunakan sumpit.

Untuk foto cover buku ini, pose mereka natural banget ya? Itu diambil saat mereka pemotretan untuk pembuatan paspor. Ternyata mereka susah banget buat duduk manis. Cerdasnya appa Kook, dia menaruh tablet di depan kamera, jadi Daehan Minguk Manse sibuk ngeliatin games yang nempel di kamera. Unyu banget, gyahahaha… 😀

Kemudian, episode favorit lainnya adalah saat appa Kook menempelkan boneka dinosaurus di setiap CCT yang terpasang di sudut rumah mereka, yaitu kamar Daehan Minguk Manse dan ruang tengah yang semacam ruang serba guna. Lagi-lagi si appa dengan cerdas menyiasati mereka untuk mengarah ke CCTV karena ada dinosaurus yang menempel. Unyu banget liat Manse takut ama boneka tangan yang nempel di tangan appa Kook. Di video episode lainnya pas mereka di ajak nonton Dinosaurus yang ada di taman, si Daehan lah yang paling takut, ampe jejeritan.. x))

Kalo kita mengikuti perkembangan tiga dedek unyu ini dari episode ke episode, sangat berbeda sekali ciri khas mereka. Daehan yang paling mengayomi kedua adiknya, selalu yang digandeng appa ketika dua adiknya lebih sering digendong, terkadang menyuapi kedua adiknya, pokoknya tipikal kakak pertama banget lah. Minguk yang paling unyu, paling nangkep ama apa yang diajarkan oleh sang appa. Dan Manse yang paling tengil di antara yang lain, meski paling bontot, justru dialah yang paling terlihat gede perawakannya dibandingkan dengan yang lain x)) #KarunginSatuPerSatu

Diantara mereka semuanya memang menggemaskan, tapi paling suka Minguk:

WP_20151229_012

Sumber resensi

>> Dapatkan di Bukupedia <<