Sebuah Usaha Melupakan

Sebuah Usaha Melupakan

Oleh: Boy Candra
ISBN: 9789797945206
Rilis: 2016
Halaman: 306
Penerbit: AgroMedia Pustaka
Bahasa: Indonesia

Sinopsis

Setelah hari-hari yang sedih berlalu. Bulan-bulan pahit memulihkan diriku. Aku menyadari satu hal; yang bukan untukku sekeras apa pun kupaksakan, tetap saja tak akan menjadi milikku. Yang kuperjuangkan sekuat usahaku, jika kau tak memperjuangkanku sepenuh hatimu, tetap saja kita akan berlalu.

Hidup terlalu pendek untuk dihabiskan dengan kesedihan berkepanjangan. Aku belajar menerima diri; bahwa aku memang bukan orang yang kau inginkan. Kelak, suatu hari nanti kau Juga harus belajar menyadari. Bahwa kau sudah kulupakan dan bukan orang yang penting kemudian.

Review

Awalnya tertarik melihat cover buku ini yang cukup eye-catching menurutku. Dengan ilustrasi rasa-rasa surealis gitu, membuat aku bertanya-tanya buku apa ini, ya? Kesan pertama sinopsisnya, buku ini berisi kisah curahan hati kegalauan seseorang.

Membaca buku ini bagaikan membaca diary yang ditulis oleh Boy Candra. Kebetulan aku memang belum pernah membaca buku dari Boy Candra. Lembaran demi lembaran disertai dengan tanggalan membuat semakin kita merasa mengikuti diary yang ditorehkan olehnya. Tentu sesuai dengan judulnya, isi ‘diary’ ini rata-rata membicarakan kisah cinta, hati yang terluka, harapan, belajar melupakan, kesepian, bangkit dari luka, dan kisah-kisah yang semacam itulah.

Kehilangan membuatku tak ingin mengenali diriku sendiri.

Kau Ternyata Diam-Diam Menyimpan Racun di Matamu.

Setiap kisah juga diisi dengan kutipan yang ditulis cantik dan cukup instagrammable seperti ini contohnya. Sayang sekali untuk dilewatkan.

bc

Untuk fontnya, di bagian teks cerita menggunakan font san serif dan font script di bagian quotes. Adapun ilustrasi yang melengkapi quotes menambah keindahan buku ini. Hanya saja hmm.. beberapa ilustrasi tampak masih ada watermark shutterstock. Ehh..?

Bagi teman-teman yang sedang bergalau ria mungkin akan merasa cocok dengan suasana yang ditawarkan Boy Candra dalam buku ini. Apalagi dibaca mendung-mendung saat musim hujan ;D Menurutku sendiri, sebagai sebuah ‘diary’ buku ini cukup tebal. Sementara aku sendiri sempat terhenti di pertengahan buku, karena rasa-rasanya sudah tahu isi ‘diary’ ini seperti apa. Hehe..

>> Dapatkan di Bukupedia <<