P.S I Still Love You

Oleh: Jenny Han
ISBN: 9786027150539
Rilis: 2015
Halaman: 356
Penerbit: Penerbit Spring
Bahasa: Indonesia

Sinopsis

Lara Jean tidak mengira akan

benar-benar jatuh cinta pada Peter.

Dia dan Peter tadinya hanya berpura-pura.

Tapi tiba-tiba saja mereka tidak lagi pura-pura.

Sekarang, Lara Jean tambah bingung dengan perasaannya dan

juga dengan situasi yang dia hadapi.

Saat seorang pemuda dari masa lalunya tiba-tiba

kembali ke dalam kehidupannya, percikan yang

pernah dia rasakan pun kembali.

Bisakah seorang gadis jatuh cinta pada dua pemuda sekaligus?

Buku ini adalah sekuel dari

To All the Boys I’ve Loved Before, tempat kita bisa

merasakan cinta pertama lewat Lara Jean.

Cinta tidak pernah mudah,

tapi mungkin itulah yang membuatnya luar biasa.

Review

Bermula dari terkirimnya surat cinta milik Lara Jean kepada lima cowok yang pernah Lara Jean sukai-salah satunya Peter Kavinsky kemudian berlanjut dalam sebuah kontrak berpacaran pura-pura bersama Peter, kehidupan Lara Jean perlahan berubah (Baca disini) Lara Jean melakukan pacaran pura-pura bersama Peter hanya untuk menghindari Josh yang statusnya pernah menjadi pacar kakaknya. Peter yang belum lama putus dari Genevive menyetujui kontrak yang mereka buat dengan harapan bisa memanas-manasi Genevive.

Tapi seiring berjalannya waktu Lara Jean tidak bisa membohongi perasaannya bahwa ia menyukai Peter, sangat menyukainya sampai-sampai ia tidak bisa melepaskan diri.  Setelah acara tahun baru atas dukungan Margot, Lara Jean memutuskan menemui Peter lebih dulu dan mengakui semua perasaannya tentang Peter lewat sebuah surat. Walaupun pada akhirnya mereka kembali bersama serentetan masalah sudah menunggu mereka di tahun ajaran baru.

Masalah pertama datang dari dunia maya, Instagram. Sehari sebelum masuk sekolah, Lara Jean mendapati sebuah video yang memperlihatkan dirinya dan Peter saat berada di pemandian air panas beredar di akun Instagram Anonybitch. Walaupun mereka hanya beciuman disana seantero sekolah menuduh Lara Jean sebagai gadis jalang yang telah melakukan hubungan badan bersama Peter. Komentar-komentar buruk tentang dirinya di video itu membuat Lara Jean terguncang.

Peter berusaha meyakinkan Lara Jean bahwa ia akan melindungi Lara Jean dan menghapus video itu dari akun Anonybitch. Dan nyatanya benar, Peter berhasil menghapus video itu dan berbagai pertanyaan muncul tentang siapa yang telah merekam dan mengirimkan video itu di dunia maya.

Masalah berikutnya datang dari perilaku Peter yang terkesan masih memihak Genevive dalam segala hal dan menomor satukan Genevive ketimbang Lara Jean. Hal ini membuat Lara Jean cemburu dan meragukan  Peter. Dugaan Lara Jean bahwa Genevive yang menyebarkan video hot itu ke dunia maya tidak membuat Peter sepenuhnya percaya pada Lara Jean.

Dan terakhir masalah muncul dari ide Lara Jean untuk membuka kapsul waktu yang sudah dikubur sejak Lara Jean, Genevieve, Peter, Chris, Allie, Trevor dan John Ambrose McClaren saat mereka duduk di bangku kelas 7. Rumah pohon mereka akan segera di robohkan, ingatan-tentang kenyataan bahwa mereka pernah saling bersahabat akan segera sirna dan sudah saatnya mereka berkumpul kembali walau semua sudah tidak lagi sama.

“Kenapa semua tidak bisa tetap sama seperti sebelumnya? 

“Kalau begitu tidak akan ada yang berubah dan kau tidak akan tumbuh dewasa.” – Lara Jean dan Kitty, P.S I Still Love You

Mengagumkan. Saya tidak bisa berhenti dibuat senyum-senyum sendiri mulai dari awal pacaran Lara Jean menjadi pacaran yang sesungguhnya sampai dengan kisah keluarga Lara Jean bersama daddy, Margot, dan Kitty. Masih dengan gaya cerita yang sama dengan buku sebelumnya Lara Jean menjadi orang pertama dalam sudut pandang cerita. Lara Jean sebagai tokoh utama menceritakan semua perasaannya dan apa yang dia alami di rumah maupun sekolah.

Berikut beberapa momen kehangatan keluarga yang membuat kisah Lara Jean terasa lengkap. Momen di saat makan bersama, ide Lara Jean dan Kitty untuk mencarikan jodoh untuk daddy dan saat Margot harus menguatkan perasaannya bahwa Josh dan dirinya tidak mungkin bersama kembali. Sosok Daddy yang menganggap dirinya belum mampu untuk memahami masalah yang dihadapi anak-anaknya cukup mengharukan. Saya sangat mengagumi sosok Daddy yang berusaha untuk menjadi tempat bagi anak-anaknya di saat mereka menghadapi masalah.

Selain sosok daddy, kehadiran Kitty sangat memberikan suasana baru dalam kisah rumit Lara Jean. Di usianya yang hendak masuk sepuluh tahun ia sudah bersikap dewasa dan punya berjuta keunikan dan ide gila dalam dirinya. Ia pandai berdandan, selera fashionnya keren sekali. Di saat Lara Jean memasuki masa sulit dengan Peter ia terlihat bijak, kritis dan secara tidak langsung berusaha mendekatkan kembali hubungan keduanya.

“Kalau cinta itu seperti ini,rima kasih. Aku tidak mau jadi bagian didalamnya.” – Kitty, hlm 274

Sequel kedua To All The Boys I’ve Loved Before ini menurutku lebih dramatis setelah muncul tokoh baru John Ambrose McClarren. John adalah tokoh yang disebut dalam sinopsis ini. Sebenarnya Lara Jean dan John McClarren sudah pernah bertemu saat simulasi Model PBB. Setelah pertemuan singkat itu John mencari alamat Lara Jean dengan harapan bisa bertemu kembali. John bisa dibilang cowok yang hot, pintar dan pengamat yang baik. John membantu Lara Jean memenangkan game Assasin. Dari dialog antara Lara Jean dan John tersirat bahwa John tidak akan mundur untuk mendapatkan hati Lara Jean. Saya sempat jatuh hati dengan John, dia memberikan sentuhan manis menjelang akhir cerita . Pengakuan John Ambrose McClarren di halaman 281 membuatku berdebar-debar, kalian tidak boleh melewatkan moment Lara Jean dan John.

Adegan favorit saya adalah saat Lara Jean secara tidak sengaja bertemu dengan John McClarren di pesta yang diadakan di Belleview. Kemunculan John tidak lepas dari salah satu penghuni Belleview bernama Stormy. Stormy adalah teman curhat sekaligus peserta kelas scrapbook yang dicetuskan Lara Jean. Walaupun sejak di buku pertama Peter Kavinsky selalu jadi bintang utama, saya sempat berharap Lara Jean akan jatuh hati pada John.

“Seorang gadis tidak akan menetap dengan satu pacar, kecuali dia sudah teramat yakin.” – Stormy, hlm 102

“Kalau kau kehilangan seseorang dan masih menyakitkan, saat itulah kau tahu cinta kalian nyata.” – Ms. Rothschild, hlm 321

Namun sekeren apapun John Ambrosse McClarren tidak pernah bisa mengalahkan pesona Peter Kavinsky. Mungkin karena sudah terbiasa melihatnya sejak dibuku pertama pesona John terasa tidak ada apa-apanya. Yang saya sukai dari Peter adalah dia bersedia melindungi Lara Jean sepenuh hati. Saya sedikit menyesali Peter yang terlalu membela Genevive walaupun sebenarnya ia hanya mencoba menjadi teman yang baik. Mungkin kesan ini bisa dirasakan mengingat Lara Jean yang tidak percaya diri dengan dirinya sendiri.

Saya tidak ragu memberikan nilai sempurna untuk buku ini. Mulai dari emosi yang campur aduk, nilai kekeluargaan, pengkhianatan dalam persahabatan sampai beragam makanan yang disajikan Lara Jean saya sangat suka. Sepertinya Lara Jean harus membukukan semua resep masakannya. Semua terasa lezat.

Bagi kalian penikmat novel nuansa konflik percintaan anak SMA yang tidak melulu happily ever after, harus punya buku ini. Sampai bertemu di buku Jenny Han berikutnya 🙂

Sumber resensi

>> Dapatkan di Bukupedia <<