Tom Sawyer adalah buku ciptaan Mark Twain yang dibuat pada tahun 1876. Buku ini ini bercerita tentang anak yang nakal Tom Sawyer. Mengambil latar belakang St Petersburg disekitar penghujung tahun 1800-an, buku ini adalah buku yang menarik, sebuah karya besar dengan tema yang ringan namun berarti. Membaca buku ini pun kadang membuat saya tertawa dan teringat masa lalu saya yang bisa dibilang hampir sama seperti tom (kecuali pada hoby tom memainkan wanita).

Tom merupakan anak yatim yang sedari kecil sudah dirawat dengan bibinya, bibi Poly. Bibi Poly merupakan seorang perempuan agamis yang sangat menyayangi tom selayaknya anak sendiri, (meskipun lebih sering dibohongi sih oleh tom). Cerita dalam buku ini mengalir, meskipun saya harus mengerutkan dahi beberapa kali kerena terkadang ada cerita yang sebenarnya agak tabu bagi saya, seperti misalnya kebiasaan Tom beserta teman temannya yang memainkan hewan yang sudah mati (bukan akibat disiksa ya) seperti kucing dan tikus lalu memutar-mutarkannya ke udara, atau penukaran benda yang tidak masuk akal, seperti bangkai tikus ditukar dengan apel. Mungkin bisa dibilang zaman dahulu hal seperti itu mengasyikan namun bagi saya hal ini agak sedikit creepy.


tom sawyer


Pada suatu malam kesialan menimpa tom dan temannya, Huckelberry finn atau biasa dipanggil Huck. Pada suatu malam Tom sedang menemani Huck untuk mengubur bangkai kucing guna menghilangkan penyakit kutil pada tubuh Huck (disini saya baru tahu kalau bangkai kucing bisa menghilangkan penyakit kutil-__-). Tanpa sengaja mereka berdua melihat kejadian pembunuhan terhadap seorang dokter di areal pemakaman. Pada saat itu mereka berdua saling berjanji untuk tidak memberitahukan kejadian malam itu kepada siapapun. Namun hati Tom tidak bisa terus tersiksa menyimpan rahasia yang menyakitkan itu, terlebih lagi ada orang lain yang disalahkan akibat kasus pembunuhan itu, seseorang yang tidak bersalah dan hanya menjadi kambing hitam terancam dihukum gantung. Dan pada akhirnya tom bersaksi pada persidangan kasus pembunuhan tersebut.

Bisa dibilang jalan cerita novel ini begitu banyak kejutan. Pada pertengahan jalan cerita, dikisahkan Tom, Huck dan Joe (teman Tom yang lain) kabur dari rumah dan menetap selama beberapa hari dipulau ditengah  sungai Mississippi. Para warga di St Petersburg mengira bahwa 3 bocah itu sudah tewas karena tenggelam di sungai Mississippi. Rencana mereka untuk membuat seisi kota cemas berhasil. Hingga pada akhirnya mereka hadir secara tiba-tiba di gereja saat seluruh warga kota sedang berduka cita disana.

Ada juga cerita cinta monyet Tom dengan Becky, gadis pujaannya dan petualangan bersama Huck saat mencari harta karun yang akhirnya mengubah seluruh hidup Huckleberry Finn dan juga pelaku pembunuhan di areal pemakaman. Saya rasa pada cerita di akhir novel ini penekanan karakter justru terasa pada tokoh Huck, bukan Tom Sawyer. Kisah Huck yang menyelamatkan nyonya Douglas, janda kaya raya hingga akhirnya diangkat menjadi anaknya dan sosok Huck yang tidak bisa hidup terbelenggu dalam kemewahan karena biasa hidup bebas dijalanan menurut saya lebih berkesan, dan membuat saya menjadi tertarik membaca buku lainnya dari Mark Twain yang berjudul kisah petualangan Huckleberry Finn, (mungkin nanti akan saya buat resensinya juga.)

Kesimpulan.

Ini adalah karya yang tidak lekang dimakan oleh waktu. Tahun 1876 adalah dimana tahun segalanya masih sangat orisinil, sama seperti yang tergambar dalam cerita ini. Membaca buku ini menyadarkan saya bahwa  dunia anak-anak  beranjak remaja memang memiliki warna tersendiri. Kisah Tom dan teman temannya membawa saya dalam kilas balik masa lalu, saat semua kesenangan hanya bisa kita dapatkan jika berkumpul dan bermain bersama teman di alam bebas. Bagi saya buku ini lebih dari sekedar cerita anak-anak Amerika tempo dulu tapi juga sebuah penggambaran tentang indahnya berteman tanpa memandang  golongan.Meskipun buku ini sempat dilarang peredarannya di amerika, namun buku ini masih layak dibaca untuk usia 15 tahun ke atas.

Anda bisa mendapatkan buku ini disini

Note: jangan dicopas tanpa sertakan sumber ya 🙂