PESAWAT KERTAS TERAKHIR

Pesawat Kertas Terakhir

Oleh: Agnes Davonar
ISBN: 9786027290570
Rilis: 2015
Halaman: 224
Penerbit: Ufuk Press (Ufuk Publishing House)
Bahasa: Indonesia

Sinopsis

“Ini untuk kamu.”
“Pesawat kertas terakhir? Tidak mau, Gilang. Tidak mau.”
“Ini untuk mengenang perpisahan kita. Lambang janji bahwa kita akan bertemu kembali.”
Angel mengembalikan pesawat kertas itu kepada Gilang.
“Kalau begitu, berikan pesawat kertas ini ketika kita bertemu kembali.”
“Kamu bersedia menunggu?”

Gilang memiliki impian sederhana, yaitu menjadi pilot pesawat tempur. Syaratnya cuma satu, harus berhasil lulus ujian sekolah. Bantuan untuknya mencapai cita-cita itu datang dari seorang murid baru yang pintar asal Aceh, Angel. Yang tak hanya mencuri perhatiannya, tetapi juga perhatian Hendra, sahabatnya. Untuk setiap bantuan yang diberikan Angel, Gilang menghadiahinya satu pesawat kertas.

Hari demi hari berlalu, bukan hanya persahabatan yang tumbuh, tapi ada perasaan lain juga yang ikut mekar di antara mereka.

Kelulusan sekolah sudah di depan mata. Angel harus kembali ke tanah kelahirannya, sedangkan Gilang melanjutkan studi di akademi militer di Yogyakarta.

Dengan pesawat kertas terakhir, Gilang mengutarakan isi hatinya kepada Angel dan berjanji akan menemuinya kembali. Sayangnya, ketika ingin memenuhi janji tersebut, tragedi dahsyat tsunami menghantam bumi Aceh, menghancurluluhkan Serambi Mekah itu.

Akankah pesawat kertas terakhir itu berlabuh di hati Angel? Kisah inspiratif penuh haru di balik tragedi tsunami Aceh ini akan menjawabnya.

Review

Setelah bertemu Angel, Gilang merasa berbeda. Ada banyak hal yang diajarkan oleh Angel,terutama untuk dekat dengan kepada Sang Pencipta. Dari sosok Angel yang serba tertutup, hingga caranya selalu ingat beribadah sampai bersyukur atas kehidupan yang diberikan Tuhan. Bagi Gilang, Angel benar-benar seperti malaikat. Membawa angin segar dan kesadaran untuknya.

Tapi bagaimanapun, Angel tetaplah Angel bagi mereka. Malaikat dalam sosok manusia, yang hadir untuk memberikan cahaya kehidupan dan masa depan di penghujung sekolah.

Buku dengan cerita bertema tentang anak sekolahan, pasti bejibun peminatnya buat antri baca. Kayak buku ini, belum sempat dibarcode apalagi di sampul, udah digilir baca murid-murid unyu ampe agak lecek x)) Ini pun nguber dulu ama Gusti yang lagi baca ini, saya janji ama dia begitu bukunya sudah saya review, dia boleh baca lagi x))

Tema yang diangkat di awal cerita sudah menarik. Tentang dua sahabat yang menyukai satu orang yang sama, tapi sayang makin ke belakang konflik mereka justru tidak terasa. Seandainya mereka dibuat seakan bermusuhan atau minimal dibuat bersaing sehat untuk mendapatkan hati sang pujaan, pasti lebih greget atau minimal gemas dengan konflik yang disajikan. Khas Agnes Davonar, mengangkat kisah remaja dengan nuansa sendu.

Sumber resensi

>> Dapatkan di Bukupedia <<