MEET LAME

Meet Lame

Oleh: Christian Simamora
Rilis: 2015
Halaman: 296
Penerbit: Suka Buku
Bahasa: Indonesia

Sinopsis

MEET LAME BERCERITA TENTANG ‘AKU’ YANG TERJEBAK DALAM CINTA SEGITIGA, MELIBATKAN PADA CINTA MONYET MASA SMA (JANIEL) DAN COWOK YANG MENINGGALKANNYA DUA TAHUN LALU (DANIEL). DITULIS DENGAN POINT OF VIEW PERTAMA, BERBEDA DENGAN NOVEL-NOVEL CHRISTIAN SIMAMORA YANG BIASANYA.

Review

Meet Lame adalah buntelan pertama di tahun 2016 yang saya dapat dari giveaway. Rasanya seperti terlempar ke masa lalu, saat saya memburu Marry Now, Sorry Later, dengan selalu meninggalkan jejak di setiap giveaway dalam rangkaian blog tour. Usaha saya berbuah manis waktu itu, sekaligus mengantarkan saya untuk pertama kali ke dalam rengkuhan contemporary romance a la Bang Ino. Sekali baca MNSL, saya langsung suka dengan gaya bercerita si Abang. Makanya, waktu tahu si Abang ngeluarin novel baru lagi (gila, si Abang produktif banget, ya), saya langsung berburu giveaway dalam acara blog tour-nya. Hehe.

I love you. You love her. He kissed me.

Si Aku, entah apa yang direncanakan oleh si penulis bernama Christian Simamora itu terhadap hidupnya, yang tiba-tiba berubah drastis akhir-akhir ini. Bagaimana tidak? Dulu semasa sekolah ia pernah mengagumi seorang cowok, Janiel Wiratama, tapi cowok itu tak pernah lebih menganggapnya sebagai seorang teman yang rajin menawarinya cemilan di dalam kelas, mengerjakan tugas Geografi, dan yang paling sering adalah tugas Bahasa Indonesia.

“Dan apa balasan yang kudapat sebagai ganti membantunya? Yang jelas bukan materi. Aku nggak hanya diperdaya olehnya, aku juga hanya dikasih senyuman. SENYUMAN! Sama, euh, pernah sekali deng pake ucapan terima kasih DAN Janiel menggenggam tanganku sekitar lima, sepuluh detik-an gitu. Nggak worthy banget kan? Kan?” (hlm. 29)

Lantas saat ini, ketika si Aku sedang sibuk “mengasuh” toko pakaian online-nya di Facebook, tiba-tiba Janiel muncul dalam bentuk pesan melalui Facebook Messenger. Apa sebenarnya yang cowok itu mau? Ternyata, Janiel minta diajari cara berbisnis online dengan sistem magang di rumah si Aku. Oleh karena sikap lembut, kegantengan, dan keseksian Janiel, si Aku telanjur berharap lebih. Tak tahunya, hatinya tergerus tak tanggung-tanggung, ketika mengetahui bahwa Janiel kini sudah punya pacar, Putri.

Lain halnya dengan Daniel. Jika Janiel tidak pernah melihat si Aku lebih daripada seorang teman, si Daniel ini lebih kejam. Si Aku dan Daniel dulu bertetangga, sebelum cowok itu pindah ke Singapura bersama keluarganya dua tahun yang lalu.

“Daniel adalah orang terakhir di muka bumi ini yang pengen aku ajak bernostalgia.” (hlm. 93)

Mengapa si Aku begitu tak inginnya bertemu kembali dengan Daniel? Penyebabnya adalah apa yang terjadi di hari perpisahan mereka berdua dua tahun yang lalu.

“Hari itu, di hari perpisahan itu, aku melakukan sesuatu yang percuma juga untuk aku sesali. Daniel Kevin Vincensius–itu nama panjangnya–mencuri ciuman dan keperawananku pada hari yang sama. Dan meninggalkan Indonesia beberapa jam kemudian.” (hlm. 95)

Bisa bayangin, kan, bagaimana perasaan si Aku pasca kepergian Daniel? Dan sampai dua tahun kemudian, mereka tak saling bertukar kabar. Tak heran, si Aku begitu kalap, sampai-sampai menyebut ibunya si Ibu Tiri, lantaran beliau-lah yang memberi kabar bahwa Daniel akan ke Indonesia dan selama itu, beliau meminta si Daniel tinggal di rumahnya. Di rumahnya, yang, saat itu hanya ditinggali si Aku seorang diri, karena orang tuanya sedang menghabiskan waktu bersama cucu pertama mereka di rumah sang kakak. Jelas, si Aku tidak akan membiarkan dia hanya tinggal berdua dengan Daniel. Muncullah ide (nggak) cemerlang di otaknya: meminta tolong Janiel untuk datang ke rumah dan pura-pura jadi pacarnya. Gawatnya, Janiel terlalu mendalami peran bohongannya, dan tanpa ragu mencium si Aku di depan Daniel. Gawat bagi jantung si Aku, pun gawat bagi nyawanya. Bagaimana jika Putri melabraknya?

Belum selesai, lho ini. Di satu sisi, si Aku (dengan mudahnya) terjebak lagi oleh tingkah Daniel yang hobi nyosor (baca: nyium-nyium nggak tahu diri, tapi nggak pa-pa deng, soalnya ganteng dan seksi, jadi diampuni). Di sisi lain, si Aku harus memberi jawaban pada Janiel, yang tiba-tiba putus dengan Putri dan menyatakan perasaan padanya. Rumitnya lagi, si Putri yang habis diputusin, malah curhat ke si Aku. Jalan mana yang akan si Aku pilih?

Dulu, si Aku bahkan tidak dilirik oleh Janiel. Sekarang, dua lelaki hot memperebutkan hatinya.

***

KARENA novel Bang Ino yang pertama saya baca adalah MNSL, dengan segala konflik kompleksnya yang saya sukai itu, ketika membaca Meet Lame saya semacam jetlag. Mungkin karena memang Bang Ino sengaja menulis novel ini dengan storyline yang ringan dan simple… Namun, sebagai pembaca yang banyak maunya #plak, saya kurang puas dengan storyline yang shallow seperti ini. Para tokoh utamanya sudah berumur hampir kepala tiga, tapi konfliknya sekelas novel teenlit.

Salah satu ciri khas tulisan Bang Ino adalah, dia mampu memanfaatkan elemen-elemen mikro sebagai pendukung cerita yang cukup nampol. Contohnya, dalam novel ini yang saya sukai adalah analogi yang digunakan si Aku tentang keledai.

Sumber resensi

>> Dapatkan di Bukupedia <<