Last Journey

Oleh: Kezia Evi Wiadji
ISBN: 9786023752652
Rilis: 2015
Halaman: 128
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Bahasa: Indonesia

Sinopsis

Jika sehari terdiri dari 24 jam atau 1.440 menit atau 86.400 detik. Setidaknya, aku telah bernapas di muka bumi ini selama 528 jam atau 31.680 menit atau 1.900.800 detik.

Luar biasa bukan?

Namun, pertanyaan yang muncul di benakku sejak satu bulan yang lalu adalah berapa lama lagi jam biologisku akan berdetak mengikuti detik jam yang ada?

By the way, namaku Erika Natalia. Aku mahasiswi tingkat akhir Jurusan Hubungan Internasional di Universitas Indonesia. Aku penderita leukemia kronis. Bisa jadi, Korea Selatan adalah perjalanan terakhirku!

Review

Erika adalah seorang mahasiswi yang menderita leukimia kronis. Sejak 1 bulan lalu ia divonis oleh dokter. Karena penyakitnya ini, Erika selalu mendapatkan pandangan kasihan dari mata semua orang, bahkan dari keluarganya sendiri. Memutuskan untuk lari dari itu, Erika pergi mengikuti tur ke Korea Selatan bersama rombongan Joy Tour and Travel. Dalam tur ini pula lah, Erika bertemu dengan Theo. Pria bawel yang telah mengusik Erika bahkan sejak di bandara.

Awalnya Erika merasa terganggu dengan pria tersebut. Namun sayangnya, Theo selalu memberikan perhatiannya kepada Erika. Lama-lama Erika pun hanya diam dan menerima segala perhatian itu. Tanpa disadari pula, hati Erika ikut bekerja. Hati Erika merasakan getaran-getaran aneh terhadap Theo. Dimana, kepalanya terus berfikir. Layakkah dirinya bersama Theo? Apalagi dengan penyakit kronis yang di deritanya. Hidupnya tinggal sebentar lagi menurut vonis dokter. Berhakkah Erika merasakan perasaan jatuh cinta itu? Bagaimanakah akhir kisah dari perjalan Erika dan Theo di Korea Selatan?

***

“Masa depan adalah milik mereka yang percaya akan keindahan impian-impian mereka.” (hlm 43)

Last Journey menjadi buku ketiga karya Kak Evi yang saya baca setelah Perfect Scenario dan The Unbroken Vow. Setelah membaca kedua buku ini, saya sangat menyukai buku karangan Kak Evi ini. Awal mula saya ingin membaca buku ini karena saya tahu bahwa buku ini berlatarkan Korea. Menjadi seorang yang maniak Korea, tentu segala hal berbau Korea tidak akan saya lewati, bahkan dalam urusan buku. Dan kebetulan, sudah lama juga saya tidak membaca buku berlatarkan Korea, maka itu saya semakin semangat untuk membacanya. Setelah membaca blurb-nya, saya merasa tertarik untuk juga membaca kisahnya.

“Apa yang diketahui hati sekarang, akan dipahami kepala esok hari.” – (hlm 65)

Setelah menyelesaikan buku ini, saya pun menemukan perbedaan dari novel-novel Korea yang saya baca dengan Last Journey. Kebanyakan, novel Korea yang saya baca hanya mengambil latar Korea dan bahasanya saja. Namun dalam buku ini, saya bisa menikmati seluk-beluk wisata Korea secara detail. Mungkin karena buku ini menitikberatkan pada perjalanan wisata Erika, sehingga setiap detail tempat disampaikan secara terperinci. Melalui buku ini, saya seakan diajak berkeliling Korea secara langsung, karena detail-detail setiap tempat sangat jelas tergambarkan. Wajar sih, Kak Evi sudah pernah berkunjung langsung ke sana sehingga tahu detail-detailnya.

“Pengharapan adalah kata-kata yang ditulis Tuhan disetiap dahi manusia” – (hlm 89)

Saat membacanya, banyak ah, oh, dan wow yang muncul dari mulut saya. Misalnya, saat Erika berkunjung ke Jeju dan disebutkan ada Dragon Head Rock disana, saya langsung berkata, “ohh, ini kan yang dibahas waku Korea Festival kemarin.” Yak, Korea Festival adalah salah satu acara yang juga diselenggarakan KTO. Bagi saya yang pecinta Korea, acara ini tentu tidak pernah saya lewatkan. Melalu acara ini juga, saya mengetahui sedikit-banyak tentang wisata Korea. Tapi tentu tidak sedetail yang disampaikan buku ini, karena saya sendiri belum pernah berkunjung kesana 😀 Besar sih harapan saya jika suatu saat saya bisa berkunjung ke Negeri Gingseng ini 😀

“Kadang-kadang, menyukai seseorang tidak harus dengan alasan detail, Erika. Kita melihat seseorang dan rasa suka itu datang dengan sendirinya. Tiba-tiba. Bahkan mengagetkan. Sesederhana itu.” – Theo to Erika (hlm 97)

Selain itu, saya juga menikmati kisah antara Erika dan Theo. Dan 1 hal lagi yang saya suka setelah membaca 3 buku Kak Evi ini, yaitu dimana disetiap buku, Kak Evi sukses banget bikin karakter cowok yang sweet-sweet gimana gitu 😀 Begitupun di buku ini, saya sangat menyukai karakter Theo. Cool, gentle, dan sweet. Itulah kesan saya pada karakter Theo. Memang sih rasanya terlalu cepat hubungan antara Erika dan Theo ini. Dalam beberapa hari tur, mereka sudah berpacaran. Tidak disalahkan juga, seperti kutipan diatas, kita tidak tau kapan perasaan itu datang. Bahkan, ada cinta pada pandangan pertama bukan? 🙂

Hal lain yang semakin menambah nilai plus dari buku ini adalah kata-kata motivasi yang bertebaran dimana-mana. Selain dapat menikmati indahnya Korea dari setiap detail yang disampaikan, dan juga kisah romansa antara Erika dan Theo, kata-kata motivasi yang disajikan benar-benar sangat menginspirasi!

Overall, saya kembali jatuh cinta dengan buku Kak Evi ini. Recommended banget buat kalian yang ingin menikmati kisah cinta sekaligus indahnya Korea dalam sebuah buku secara detail. Kisah tentang cinta, hidup, dan harapan Erika dan setiap motivasi yang ada sungguh menginspirasi! 3.5 bintang untuk journey ini! ♥

Sumber resensi

>> Dapatkan di Bukupedia <<