Crystal Stairs

Crystal Stairs

Oleh: Amaliah Black
ISBN: 9786023752683
Rilis: 2015
Halaman: 248
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Bahasa: Indonesia

Sinopsis

Coba lihat tubuh itu.
Perhatikan segenap lekuk-lekuknya…
Kemudian helaian rambutnya yang tergerai.
Juga sepasang matanya yang membuka lebar.
Dekati. Lalu, amati dengan jelas…

Aku seharusnya memanggil polisi untuk mengetahui sudah berapa lama tubuh itu tergeletak di sana. Dalam keadaan berdarah. Tanpa nyawa.

Aku seharusnya menelepon petugas keamanan untuk melaporkan pemandangan mengerikan yang tengah kusaksikan sekarang. Aku seharusnya bertindak lebih tegas.

Namun, aku hanya melangkah mundur. Melarikan diri dari seluruh kenyataan. Dan pada akhirnya aku tersadar… kini dunia berangsur-angsur menjadi sepetak penjara bagi kehidupanku. Tidak ada lagi tempat untuk bersembunyi.

Review

Kim Ha-Na dan Choi Man-Jae, nyaris tiga tahun tak bertemu setelah menyelesaikan sekolah menengahnya, dan kali ini mereka kembali dipertemukan oleh hhmmm… mungkin bisa disebut takdir? Kenangan masa lalu sudah nyaris terlupakan oleh Min-Jae, termasuk kenangannya tentang Ha-Na. Oh bukan, jangan mengira kalau mereka berdua pernah menjalin suatu hubungan.

Kalian tahu kan, seorang yang dekat dengan kita tak selamanya bisa disebut teman? Begitu pun Min-Jae dan Ha-Na, mereka cukup dekat namun tidak dengan artian sebenarnya. Mereka cukup dekat dalam artian sebagai musuh bebuyutan, setiap kali bertemu pasti tak akan luput dari pertengkaran, keduanya diibaratkan seperti singa dan hyena. Sama buasnya. Tiga tahun di sekolah menengah mereka habiskan dengan ejekan dan pertengkaran sengit.

Lalu, setelah nyaris tiga tahun mereka tak bertemu, bagaimana rupa Ha-Na sekarang? Masih sama kah seperti dahulu? Apakah masih ada pertengkaran yang akan terjadi jika mereka bertemu? Semua jawaban tersebut didapatkan oleh Min-Jae ketika ia tiba di studio, sosok berambut panjang dengan garis wajah memancarkan rona lembut dan kaki yang dihiasi oleh sepatu hak tinggi mulai memasuki ruangan itu. Dan oh lihat! Apakah benar itu Ha-Na? Apakah Min-Jae tak salah orang? Bagaimana bisa gadis itu terlihat sangat berbeda?

“Kalau dia lebih dahulu menyerahkan riwayat hidupnya, mungkin dia akan jadi lawan mainmu.” – halaman 9

Ya, Ha-Na bisa saja menjadi lawan main Min-Jae di pertunjukan musikal ini jika ia lebih cepat menyerahkan riawayat hidupnya. Namun, hal itu tak terjadi, sebab lawan main Min-Jae telah ditetapkan, yaitu gadis berumur dua puluh tiga tahun dengan lekuk tubuh yang sempurna bernama Kang Dae-Yun.

“Mungkin orang itu akan marah melihatku melakukan ini, karena sepertinya… aku mulai menyukaimu, Min-Jae.” – halaman 77

Menjadi pemeran pengganti sudah cukup untuk Ha-Na. Namun, karena suatu kejadian menggemparkan terjadi, ketika salah satu orang yang memiliki andil penting dalam pertunjukan musikal ini ditemukan tewas, Ha-Na kemudian ditunjuk sebagai pemeran utama. Sebenarnya itu adalah hal yang baik, namun sejak kemarin semangat Ha-Na sudah hilang entah kemana. Bagaimana tidak? Ia dituduh sebagai tersangka atas tewasnya sang pemeran utama sebelumnya.

Dituduh sebagai pembunuh sang pemeran utama sebelumnya, disudutkan oleh orang-orang karena hal tersebut, dan mendapatkan teror dari seseorang yang misterius. Apakah ada hal lain yang lebih buruk yang bisa dialami oleh Ha-Na?

“Namun, menangkap seseorang tanpa bukti-bukti kuat tentu adalah hal yang melanggar kode etik.” – halaman 199

Ini seru. Serius! Kisah romantis namun sedikit mencekam dengan adanya masalah pembunuhan. Latar kisah ini adalah Negeri Ginseng, Korea Selatan. Dengan menyangkut tentang kehidupan para artis di dunia hiburan, kisah ini terasa lebih hidup. Apa yang terlihat menyenangkan dan indah oleh Publik, tak selamanya adalah hal yang benar. Bukan hanya para artis, kita juga pasti begitu, kan? Apa yang terlihat belum tentu apa yang sebenarnya terjadi. Begitu pula dengan apa yang dialami oleh Dae-Yun, ada beberapa hal yang tidak diketahui oleh Publik yang cukup membebaninya.

Awalnya, saya cukup penasaran dengan makna dari judul buku ini, Crystal Stairs. Apa sih maknanya? Lalu, seperti beberapa buku yang sudah kubaca, aku akan menemukan makna dari judul buku yang tercantum ketika selesai membacanya. Hal yang sama pun terjadi setelah saya selesai membaca buku ini, makna dari ‘Crystal Stairs’ akan ditemukan di bagian akhir cerita.

Covernya cukup kelam, didominasi warna hitam dan juga kehadiran sosok yang seperti sedang ketakutan, cemas, seperti yang dialami oleh Ha-Na. Saya suka dengan penggambaran Ha-Na di cover. Covernya sukses menggambarkan cerita yang ada dalam buku ini.

Saat membaca buku ini, perasaan saya serasa gimana ya? Pengen tahu siapa pembunuh sebenarnya, apa motif dari pembunuhan itu? Diajak menebak-nebak sih, saya suka cerita semacam itu. Dan saat telah diketahui siapa pelaku sebenarnya, saya berpikir “Oh dia toh, memang sih pernah mikir kalau dia pelakunya.”

Sumber resensi

>> Dapatkan di Bukupedia <<