Bukan Pangeran Kodok

Oleh: Sabrina WS, Riawani Elyta, Sari Yulianti, dkk
ISBN: 9789792921366
Rilis: 2014
Halaman: 226
Penerbit: ANDI
Bahasa: Indonesia

Sinopsis

Pernahkah kamu menyangka, kalau cinta bisa mengejutkanmu lebih dari yang kamu duga? Bicara cinta memang tidak ada habisnya. Bukan Pangeran Kodok, adalah kumpulan cerita yang berisi asem, manis, dan getirnya cinta.

Adalah Celeste, gadis asli Sorong, memiliki impian hidup yang tinggi walau pernah mengalami masa lalu kelam. Seorang peneliti asal Amerika tertarik pada tulisan ilmiahnya dan bersedia membiayai kuliah Celeste di Washington D.C. Dukungan selalu diperoleh dari Ben Saimima yang diam-diam mencintainya. Namun sayang, tes kesehatan yang ia lakukan ternyata menunjukkan bahwa dirinya mengidap HIV. Nila Kaltia, berkisah di Chendrawasih Patah Sayap, dengan nuansa lokal yang eksotis.

Lain lagi yang dialami Anne. Akun fb-nya di-hack. Dia semakin pusing ketika pelaku mengarah pada Langit, cowok yang diam-diam menarik perhatiannya. Masa iya sih, Langit setega itu? “Jejaring Romansa” persembahan cantik dari Keenan Naura.

Fe percaya, cinta itu punya tempat sendiri-sendiri. Dia lahir bersama takdirnya. Dan itulah yang dinamakan jodoh. Tapi Fe jatuh cinta pada Zaki, cowok yang 12 tahunlebih tua darinya. Siapkah Fe menikah? Kisah menggemaskan dari Linda Satibi.

Dan, masih banyak cerpen lain di buku ini yang akan membuat ekspresimu berubah-ubah. Inilah persembahan spesial dari komunitas Be A Writer Indonesia.

Review

Setiap manusia yang hidup di muka bumi ini, pasti pernah merasakan cinta. Baik itu cinta yang dalam ataupun cinta yang dangkal. Bicara mengenai cinta juga tidak ada habisnya. Selalu ada sisi menarik yang bisa dikupas.

Buku Bukan Pangeran Kodok merupakan kumpulan cerita pendek yang membahas mengenai cinta. Karya beberapa penulis hebat yang tergabung dalam komunitas Be A Writer. Terdapat total 15 kisah yang dibuat oleh penulis yang berbeda.

Cerita pertama di buka oleh cerpen yang berjudul Jejaring Romansa. Kisah mengenai remaja sekolah bernama Anne yang akun fb-nya di hack oleh seseorang. Hacker tersebut mengunggah foto dan status yang membuat Anne malu dan mencemarkan nama baiknya. Anne dan sahabatnya pun berusaha mencari tahu pelaku di balik serangan itu. Mereka meminta tolong pada Langit teman satu angkatan di sekolah untuk memulihkan akun Anne kembali. Namun, sebuah pesan singkat yang diterima oleh Anne mengatakan bahwa Langit-lah pelaku yang sebenarnya. Benarkah Langit, orang yang diam-diam disukai Anne merupakan dalang di balik semua ini? Jika memang benar Langit pelakunya, apa motif yang membuatnya melakukan hal keji tersebut? Cerita yang membuat pembaca ketar ketir karena penasaran.

Cerita selanjutnya juga tidak kalah menarik dan seru untuk dibaca. Seperti kisah Fee yang jatuh cinta pada pria yang lebih tua 12 tahun darinya dalam cerpen Cinta Salah Tempat oleh Linda Satibi. Lakon mengenai seorang gadis yang menempuh jarak Lima ratus kilometer untuk menemui sang pujaan hati yang hanya dikenal melalui sosial media, ditulis oleh Dhewi Bayu Larasati. Dia yang Kembali Tersenyum oleh Riawani Elyta bercerita mengenai perjuangan meraih cinta meskipun harus dijalani dengan kesusahan. Kemudian beberapa judul cerpen lainnya dan ditutup oleh kisah menggemaskan Bukan Pangeran Kodok dari Shabrina ws.

Kisah-kisah yang dituturkan tidak hanya berbicara mengenai cinta pada lawan jenis. Melainkan juga cinta dalam bentuk yang berbeda, seperti Tongkat Bambu Kuning Ayah (Hal.103 – 114). Cerpen ini berkisah mengenai ketulusan cinta seorang ayah pada anak-anaknya. Meskipun si ayah berkaki pincang dan miskin, Ia tetap berjuang untuk membahagiakan ketiga puterinya. Maka wajar jika kata sebagai abjad tak akan mampu mengurai rasa cinta sang anak padanya (Hal.114). Sebuah kisah yang mengharukan dan menyentuh hati. Mengajarkan bahwa harta tidak akan pernah mampu mengalahkan ketulusan kasih.

Kalimat-kalimat yang terdapat pada awal setiap bab pun dirangkai indah dan sangat cocok untuk dijadikan quote layaknya kata mutiara. Seperti kalimat “Kamu mungkin hanya menganggap cinta selalu penuh madu, sampai kamu sadari cinta juga punya racun” (hal.44). Kalimat sederhana, namun maknanya tajam menghujam. Atau kalimat “Cinta bukan simpul mati, ia bisa diurai dengan kedalaman hati” (hal.191). Perkataan yang penuh dengan kelembutan, seperti sebuah nasehat yang halus.

Dari beberapa cerita yang terdapat dalam buku ini. Ada satu judul yang seharusnya tidak menjadi bagian buku Bukan Pangeran Kodok yaitu “My Name is Dewi” (hal.146 – 163). Tema yang dipaparkan lebih menitik beratkan pada semangat dan perjuangan untuk mengalahkan rasa takut dibandingkan dengan kisah cinta. Padahal, cerita yang lain berbicara mengenai cinta. Cerpen ini seolah-olah menjadi cerpen yang salah alamat.

Sedangkan dari alur cerita, hampir semua kisah mempunyai twist ending khas sebuah cerita pendek. Hanya satu cerpen yang berjudul “Kita dan Rasa yang Diam-Diam” (hal.73-88) memiliki alur yang bisa ditebak. Ditambah monolog yang dilakukan oleh tokoh menimbulkan kejenuhan. Membaca satu cerita pendek jadi seperti membaca sebuah novel.

Bagaimanapun, banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dari setiap cerita. Pembaca akan menyadari, ternyata cinta mengajari manusia banyak hal. Karena itu, bagi yang akan atau sedang jatuh cinta dan belum banyak mengenal cinta, buku ini sangat direkomendasikan. Karena seperti yang diutarakan oleh Riawani Elyta, “Kamu mungkin hanya menganggap cinta selalu penuh madu, sampai kamu sadari cinta juga punya racun” (hal.44).

Sumber Resensi

>> Dapatkan di Bukupedia <<