A Game of Thrones: Perebutan Takhta

Oleh: George RR Martin
ISBN: 9786020900292
Rilis: 2015
Halaman: 968
Penerbit: Ufuk Press (Ufuk Publishing House)
Bahasa: Indonesia

Sinopsis

Saat memainkan perebutan takhta, pilihannya hanyalah menang atau mati…

Inilah negeri tempat matahari terbenam. Negeri dengan tujuh kerajaan, tempat klan-klan besar saling berebut takhta.

Klan Baratheon, dengan rusa jantan bermahkota dengan warna hitam berlatar emas yang menjadi simbol. Semboyan mereka berbunyi Yang Kami Miliki adalah Amarah.

Klan Stark dengan direwolf abu-abu berlatar putih es sebagai simbol dan semboyan Musim Dingin Akan Datang.

Klan Lannister dengan singa emas berlatar merah tua yang angkuh dan semboyan Dengar Raunganku!

Klan Tully yang memilih lambang ikan trout melompat, warna perak berlatar biru dan merah serta semboyan Keluarga, Kewajiban, Kehormatan yang dijunjung tinggi.

Klan Targaryen yang namanya diucap rakyat Tujuh Kerajaan dengan tangan gemetar, berpanji naga berkepala tiga, merah berlatar hitam, dengan semboyan Api dan Darah.

Setiap klan terjun dalam pertempuran besar yang dipenuhi kepala-kepala terpancung, kuda bersimbah darah, dan tombak yang mengoyak rongga dada. Strategi dan tipu daya menjadi senjata utama mereka. Klan mana yang akan tampil sebagai penguasa?

Review

Setelah ditunggu lama, akhirnya ada penerbit yang cukup “berani” untuk menerjemahkan buku liar karangan George R. R. Martin ini, A Game Of Thrones, buku pertama dari dari Seri A Song Of Ice and Fire yang bergenre fantasi dan kolosal. Buku ini bercerita tentang 7 kerajaan merebutkan tahta tertinggi untuk dapat “duduk” di Iron Thrones. Terdapat banyak intrik seperti kekuatan, pengkhianatan, manipulasi, tragedi berdarah, balas dendam dan kesetiaan.
Cerita dimulai dari Raja Aerys Targaryen, atau disebut “Mad King”, dibantai oleh Jamie dari Klan Lannister dan Pangeran Rhaegar Targaryen dibunuh oleh Robert Baratheon dengan bantuan sahabatnya Eddard Stark, sang penguasa Winterfell di Utara. Tidak ada yang tersisa dalam pembantaian tersebut kecuali 2 orang putra dan putri, Daenerys dan Viserys dari Klan Targaryen. Tahta tertinggi sekarang dipegang oleh Robert Baratheon, dan kemudian kejadian tewasnya A hand of King, Jon Arryn mengubah segalanya.
Sang Raja, berkendara ke Utara untuk menemui Lord Stark, meminta beliau untuk menjadi A hand of King yang baru, istri Lord Stark, Catelyn, sangat tidak setuju dengan rencana ini, karena terakhir suaminya meninggalkan dirinya, saat kembali suaminya membawa seorang anak laki-laki hasil perselingkuhannya dengan seorang wanita dan dinamai Jon Snow.
Karena tak ada pilihan lain selain mengikuti perintah sang raja, Eddard Stark pergi ke King’s Landing untuk menjadi seorang A hand of king, padahal sebelum keberangkatan Eddard, anak laki-lakinya nomor 2, Bran, jatuh dari menara dan koma. Bran jatuh didorong oleh Jamie saat Bran melihat Jamie sedang bercinta dengan adik kandungnya sendiri, Cersei yang tak lain adalah istri Robert Baratheon atau sang ratu.
Di saat kepergian Lord Eddard, Jon Snow anak bastardnya pun memutuskan pergi menjadi Nights Watch, yang bertugas sebagai penjaga di the wall yang memisahkan antara seven kingdom dengan makhluk di luar sana yang “mengerikan”. Menjadi Nights watch berarti bersumpah untuk tidak pernah menikah dan memiliki anak. Awalnya keadaan baik-baik saja, sampai istri Jon Arryn mengirimkan surat ke Catelyn bahwa dia mencurigai suaminya dibunuh oleh Keluarga Lannister. Bangunnya Bran membuat seseorang mencoba membunuhnya dan Bran diselamatkan oleh anjing serigalanya. Setiap anak dari Lord Stark mempunya anjing serigala, tak terkecuali Jon Snow. Catelyn menemukan bukti pembunuhan sebuah belati yang akhirnya diketahui belati tersebut dimiliki oleh adik Jamie dan Cersei, yaitu Tyrion Lannister, yang cebol dan biasanya disebut “Imp”. Catelyn mensandera Tyrion dan inilah awal pecahnya perang antara Lannister dan Stark.
Lord Stark pergi ke selatan membawa 2 anak perempuannya, Sansa yang sangat feminis dan Arya yang tomboy, kehadirannya di tengah-tengah Kings Landing malah membuatnya menjadi tidak aman. Anggota majelis kerajaan tidak ada yang bisa dipercaya, pengawalnya pun tidak, dan semakin hari Eddard semakin mengetahui segala kebusukan yang ada dalam kerajaan, dan itu malah membuat dirinya menjadi semakin dalam bahaya.
Di lain sisi, Viserys Targaryen sangat percaya bahwa dirinyalah yang seharusnya pantas menduduki kerajaan, dan karena kelicikannya, dia menjual adiknya, Daenerys untuk dinikahkan ke Khal Drogo, sebuah pemimpin klan barbar dengan imbalan pasukan untuk perang merebut tahta. Siapa sangka bahwa ternyata, adiknya yang terpaksa menikah justru malah mencintai sang Khal. Kematian sang raja, Robert, mencetuskan bunyi genderang peperangan. Banyak yang percaya bahwa merekalah yang pantas menduduki tahta kerajaan, dibandingkan dengan anak sang raja, Joffrey, yang menurut kecurigaan Eddard Stark, anak itu bukan anak sah sang raja, tapi melainkan anak hasil Jamie dan Cersei. Setiap klan yang ada berlomba-lomba untuk mencuri tahta dari tangan Joffrey.
Semakin kesini, perjalanan dalam buku ini semakin membuat pusing dan pembaca harus terus menelusuri maksud dari sang penulis. Buku ini pun cukup tebal, terdiri dari 948 halaman dengan font size yang menurut saya kecil-kecil banget. Dengan cover merah dan menggambarkan serigala putih. Hanya saja kertas covernya jelek dan mudah terlipat, kertas didalamnya pun memakai kertas buram. Tetapi keunggulan buku ini selain ceritanya adalah penulis memakai sudut pandang setiap tokoh dalam bab-nya, jadi bukan bab 1, bab 2, dst. Setiap tokohpun mempunyai peran yang sangat penting.
Dalam buku ini juga banyak sekali quotes-quotes yang bagus yang dimasukkan penulis, seperti :
“Jangan pernah melupakan siapa dirimu, karena dunia jelas takkan melupakannya. Jadikan itu zirah pelindungmu, maka takkan pernah ada yang menggunakannya untuk menyakitimu.”—Tyron Lannister
Sedikit masukan jika ada yang ingin memulai membaca buku ini adalah terlebih dahulu baca bagian belakang, karena disana dijelaskan tentang silsilah kerajaan dan moto setiap kerajaan, yaitu :
· Lannister : Hear Me Roar
· Targaryen : Fire and Blood
· Tully : Family, Duty, Honor
· Baratheon : Ours is the fury
· Martell : Unbowed, Unbent, Unbroken
· Greyjoy : We Do Not Sow
· Arryn : As High As Honor
· Bolton : Our Blade Are Sharp
· Tyrell : Growing Strong
. Stark : Winter is Coming
Kesuksesan buku ini karena didahului kesuksesan serialnya yang ditayangkan di HBO, dengan rating 9,5, ini sangat besar untuk ukuran rating serial. Untuk nonton serialnya, saya wajibkan untuk cukup umur dan mental, karena berisi adegan seks dan pembunuhan yang sadis. Buku ini cocok untuk penggemar kolosal dan politik. Akhir kata, saya memberi rating 4,5/5 untuk buku ini.

Sumber resensi

>> Dapatkan di Bukupedia <<