Ilmu pengetahuan yang terus berkembang makin hari kian menghasilkan penemuan – penemuan baru yang dapat dimanfaatkan oleh manusia. Permasalahan manusia yang tidak terelakaan adalah masalah kesehatan. Pernahkah Anda berpikir, bahwa sekalipun organ Anda sudah tidak dapat difungsikan, ternyata Anda masih dapat hidup. Terdengar mustahil? Tentu tidak! Inilah 3 organ buatan yang dapat menyelamatkan nyawa manusia!

Jantung 3D

Sesuai namanya, jantung buatan ini diciptakan dengan teknologi percetakan tiga dimensi. Para medis berhasil menyelamatkan nyawa seorang bayi berumur 3 bulan yang memiliki masalah pada katup jantungnya dengan menggunakan teknologi jantung 3D ini.

Jantung buatan ini juga sudah menyelamatkan seorang gadis berumur 4 tahun yang mengalami gangguan pada artoanya yang menyebabkan jantungnya tidak dapat memompa darah dengan baik. Dengan memasangkan jantung 3D, operasi juga dapat berjalan dengan lebih cepat.

Alat Pompa Insulin

Apakah Anda termasuk pengidap diabetes? Diabetes adalah penyakit paling mematikan di dunia. Sayangnya, di Indonesia penderita penyakit diabetes terus meningkat jumlahnya. Untuk mengatasi penyakitnya sendiri, seorang Ilmuwan pengidap diabetes bernama Dana Lewis membuat pankreas buatan.

Awalnya, Lewis menggunakan pompa insulin dan alat pemantau kadar gula dalam darah untuk mengontrol kadar gula darahnya. Alat pemantau kadar gula miliknya akan memberi peringatan saat kadar glukosa dalam darahnya meningkat. Namun alat ini dianggap tidak efektif, sehingga menginisiasi Lewis untuk membuat pankreas buatan. Pankreas buatan dapat secara otomatis merubah kadar gula darah menjadi ke angka aman saat kadar glukosa dalam darah sudah mencapai angka berbahaya.

Robotic Exosceleton

Robot ini memiliki ciri utama yaitu menyatu dengan tubuh manusia. Robot ini dirancang untuk digunakan oleh orang-orang disabilitas yang tidak dapat menggerakkan anggota badannya, namun masih memiliki kesadaran penuh.

Mad Pukara adalah orang pertama yang menggunakan robot exoskeleton. Ia adalah seorang pelaut yang sering berlayar. Suatu hari, kapal yang dipimpinnya mengalami kecelakaan sehingga ia menderita lumpuh. Mad Purkara yang memiliki tunangan pada saat itu, berjanji pada kekasihnya tidak akan mengenakan kursi roda pada hari pernikahannya. Hal ini terdengar mustahil pada saat itu. Namun tidak ada yang tak mungkin, dua tahun kemudian, berkat bantuan para ilmuwan, pada hari pernikahannya ia mengenakan robotic exoskeleton. Mad dapat berjalan tanpa kursi roda.

Ternyata dalam kehidupan ini tidak ada yang tidak mungkin Untuk saat ini, penemuan – penemuan di atas dapat menyelamatkan nyawa manusia. Ke depan, perkembangan teknologi mungkin masih akan terus menghasilkan penemuan – penemuan baru yang lebih hebat.