Salah satu yang membuat bingung saat wawancara kerja itu adalah ketika ditanya ingin gaji berapa. Wah, itu rasanya dilema saat akan menjawabnya. Kalau dijawab segini, takutnya malah tidak diterima. Kalau dijawab segini kok tidak masuk akal. Akhirnya cuma bilang terserah saja.

Kalau untuk orang yang sudah pernah bekerja sih mudah. Biasanya kalau untuk orang yang sudah pernah punya pengalaman kerja (bukan fresh graduate), akan menggunakan perbandingan gaji di perusahaan sebelumnya. Sehingga dari situ bisa dijadikan tolok ukur.

Lalu bagaimana jika untuk Fresh Graduate?

Tenang, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar ketika ditanya ingin gaji berapa bisa menjawabnya dengan mudah tanpa rasa beban dan kebingungan. Begini caranya!

Lakukan Riset Dulu

Ya, sebelum kamu datang ke wawancara kerja, sebaiknya jauh-jauh hari sudah melakukan riset sederhana tentang range gaji untuk seorang fresh graduate di posisi pekerjaan seperti yang kamu lamar. Kamu bisa bertanya kepada teman-teman yang sudah berpengalaman atau kamu juga bisa cek gaji rata-rata di sebuah perusahaan melalui situs-situs pencarian kerja online.

Karena sekarang ini sudah ada beberapa situs online yang menyediakan fitur agar pelamar bisa melihat rata-rata gaji pada posisi pekerjaan tertentu dan juga perusahaannya.

Atau kamu juga bisa membaca buku-buku bagaimana seorang pegawai bisa mendapatkan gaji dengan jumlah tertentu. Salah satu buku yang bisa kamu baca adalah “Menyusun Penggajian Berbasis Kinerja dalam Praktik“.

Dari situ kamu akan mendapatkan patokan untuk nanti bisa didiskusikan dengan HRD saat wawancara kerja.

Jangan Sebut Jumlahnya Dulu

Kalau kamu ditanya ingin digaji berapa, maka yang perlu kamu jawab pertama kali adalah jangan menjawab dengan jumlah nomimal gajinya. Misalnya nih kamu ditanya seperti itu, jangan langsung jawab, “saya ingin digaji Rp 3 juta pak.” Jangan seperti itu!

Karena jika kamu langsung menyebutnya dengan nomimal, maka itu sangat riskan buat kamu. Kalau kamu menyebutkannya lebih tinggi dari nilai yang akan perusahaan berikan kepada mu, tentu itu tidak baik. Begitu juga sebaliknya jika ternyata yang kamu sebutkan nominalnya malah lebih rendah dari nilai yang bakal perusahaan berikan kepada mu, jelas-jelas pihak perusahaan akan langsung menyetujuinya. Dan ini merugikan kamu.

Jadi sebaiknya jangan menyebutkan nominal dulu, agar kamu bisa negosiasi lebih dulu.

Untuk cara yang aman, apabila ditanya seperti itu, kamu bisa menjawabnya, “Saya melamar pekerjaan di perusahaan ini karena saya memang tertarik dengan posisi pekerjaan ini. Ketertarikan ini karena saya memiliki pengalaman di bidang ini, sehingga saya yakin pihak perusahaan bapak akan memberikan range gaji yang sesuai saya di posisi pekerjaan ini.” Ini salah satu contoh bentuk jawabannya saja.

Intinya jangan langsung tembak nominalnya.

Jangan Langsung Diterima

Kalau pihak perusahaan langsung memberikan penawaran kepada kamu sejumlah gaji yang ternyata tidak sesuai dengan harapan atau perhitungan kamu, ya jangan langsung diterima dulu. Kamu berhak untuk menegosiasikannya dan menawarkan.

Tetapi ingat, kalau kondisinya seperti ini jangan sampai kamu terlihat kecewa. Tetaplah berterima kasih kepada pihak perusahaan atas tawarannya, dan mintalah waktu untuk kamu bisa mempertimbangkannya. Jelaskan juga apa yang akan kamu perbuat dengan gaji sebesar itu. Tapi untuk memberikan keputusan kepada perusahaan jangan lama-lama, karena perusahaan bisa saja melupakanmu dan mencari pengganti baru.

Hitung Lagi Kebutuhan dan Gaji yang akan dimiliki

Seperti yang sudah disampaikan di atas, sebaiknya kamu juga punya perhitungan dulu akan kebutuhan hidup kamu. Apalagi jika kamu akan kost atau bekerja di luar kota tempat tinggal kamu, maka itu akan menambah biaya hidup. Akan tetapi kamu juga perlu memperhitungkan kembali total gaji yang akan didapatkan. Apakah dalam gaji tersebut sudah mencakup hal-hal lain atau hanya gaji pokok saja.

Lihat juga apakah akan mendapatkan uang lembur, bonus, uang makan atau transport dan fasilitas yang diberikan perusahaan kepada mu. Semua itu perlu dilihat untuk bisa dijadikan pertimbangan.

Karena bisa saja pihak perusahaan memberikan penawaran kamu gaji pokok yang menurut kamu dibawah ekspektasi, tetapi perusahaan akan memberikan kamu fasilitas tempat tinggal, uang makan dan fasilitas lain.

Berikan keputusan yang masuk akal

Setelah menimbang-nimbang besaran gaji yang ditawarkan dengan kalkulasi kebutuhan dan job desc yang diberikan, kamu wajib memberikan keputusan. Kalau sesuai ya segera di terima atau tidak ya ditolak.

Dalam memberikan keputusan ini kamu juga perlu memberikan alasan yang masuk akal.

Misalnya saja ketika kamu menerima penawaran gaji yang diberikan, kamu bisa beralasan karena dengan jumlah gaji tersebut secara normal sudah bisa mencukupi kebutuhan hidup. Tetapi akan lebih baik jika nanti sudah bekerja beberapa bulan dan melihat hasilnya positif, nominal gaji bisa disesuaikan kembali.

Atau jika kamu menolaknya, kamu juga harus memberikan alasan yang etis dan masuk akal. Jangan menolak dengan nada meremehkan, ya meskipun nominal gaji yang ditawarkan memang di bawah standart.

Jadi itu saja sih beberapa caranya.

Yang perlu kamu ketahui, kadang bekerja itu bukan soal gaji. Bisa saja kamu di awal akan digaji sedikit, tetapi dengan bekerja di perusahaan itu kamu akan mendapatkan pengalaman dan pelajaran positif yang sangat banyak sehingga membuat kamu menjadi pegawai yang cepat berkembang dan disukai atasan. Bisa jadi.