Bagi penulis pemula (yang baru akan memulai menulis naskah buku pertama kalinya) pasti kadang bingung untuk memulainya. Salah satu penyebabnya adalah bingung menentukan jenis bukunya yaitu fiksi atau non fiksi. Menurut kami, hal ini disebabkan oleh faktor kemampuan diri. Yaitu penulis belum tahu kemampuan yang dimiliki oleh dirinya.

Kemudian mulai membandingkan mudah nulis buku fiksi atau non fiksi.

Hal pertama yang perlu kamu pastikan sebelum memilih adalah melihat kemampuan diri kamu. Apakah kemampuan diri kamu lebih condong untuk menulis buku fiksi ataukah buku non fiksi. Sebelumnya kamu juga perlu tahu apa itu perbedaan buku fiksi dan non fiksi. Kalau belum tahu bisa baca di artikel kami sebelumnya (Baca juga : Ini Perbedaan Buku Fiksi dan Non Fiksi)

Karena kadang ada penulis yang memang punya keunggulan untuk menulis buku-buku fiksi, karena mereka punya kemampuan imajinasi dan penalaran yang kuat. Tapi di lain sisi ada orang yang punya pemikiran yang sistematis sehingga lebih mudah dalam menulis buku non fiksi.

Kalau ditanya mudah mana antara menulis buku fiksi atau non fiksi, jawabannya relatif. Karena sejatinya kedua jenis ini memiliki kesulitan dan kemudahan yang sama. Semua itu hanya bisa diukur oleh masing-masing penulis.

Tapi ada juga penulis yang bisa menulis buku non fiksi dan fiksi. Karena sebenarnya dua buku ini hanya dibedakan oleh teknis penulisannya saja. Kalau orang yang memang sudah punya passion dalam hal menulis buku, tentu tidak menjadi masalah.

Untuk itu jangan sampai terbebani masalah ini.

Agar membantu kamu dalam memilih mana yang cocok, Blog Bukupedia ingin memberikan beberapa poin pertanyaan untuk memudahkan dalam memilih.

Apakah kamu orangnya imajinatif atau sistematis?

Kalau orang yang suka berkhayal / berimajinasi atau orang yang sistematis? Langkah pertama untuk mengetesnya adalah mencoba untuk menulis sebuah cerita fiktif. Cobalah bermain dengan imajinasi kamu dan membangun cerita singkat dari apa yang kamu pikirkan. Kalau ternyata kamu lancar dan menikmati gaya penulisan seperti ini, berarti kamu cocok untuk menulis buku fiksi. Begitu juga sebaliknya.

Apa buku yang suka kamu baca?

Apa yang kamu baca juga mempengaruhi apa yang kamu suka dalam hal menulis. Kalau kamu sukanya membaca buku-buku novel, bisa saja kamu cocok dan lebih mudah dalam menulis buku fiksi. Tetapi jika buku yang kamu baca tentang buku-buku biografi, panduan, dan sejenisnya, berarti kamu akan lebih mudah menulis buku non fiksi.

Apakah kamu story teller?

Kalau kamu orang yang suka bercerita, kamu lebih cocok untuk menulis buku fiksi. Karena dari situ kamu bisa dengan mudah mengembangkan ceritanya dari pengalaman kamu bercerita.

Bagaimana, apakah kamu sudah merasa ada pandangan ingin menulis buku fiksi atau non fiksi? Yang jelas apapun pilihan kamu itu lakukan dengan niat tulus untuk berbagi inspirasi melalui karya tulisan. Mau buku fiksi atau non fiksi semuanya sama dan itu akan bermanfaat untuk orang banyak. Selamat berkarya!