Menjadi traveller di era digital sekarang ini bisa dikatakan sangat menjanjikan. Bahkan traveller yang dipandang hanya sebatas ‘hobi’ bisa dijadikan ladang pekerjaan yang mendatangkan uang.

Buktinya sudah banyak, traveller-traveller kece di Indonesia saja sudah banyak yang sukses dan menghasilkan pundi-pundi uang. Padahal kalau dinalar, yang namanya traveling itu justru menghabiskan uang, tapi ini kok malah mendatangkan uang. Pasti semua mau, ya kan? Sudah jalan-jalan, dapat uang lagi.

Peran Media Sosial

Di era digital sekarang ini, menjadi traveller peluangnya sangat besar. Karena didukung teknologi yang telah berkembang hingga sekarang, seperti media sosial. Peran media sosial ini sangat besar bagi seorang traveller. Media sosial seperti Instagram dan Twitter menjadi dua media yang bisa dijadikan medium untuk berbagi pengalaman selama traveling.

Tidak sekedar untuk berbagi keindahan alam dan potensi wisata di suatu daerah saja, tetapi dengan adanya media sosial traveller bisa menjadi media bagi brand untuk lebih dekat lagi dengan pasarnya.

Media sosial juga menjadi portfolio yang ciamik untuk kita bisa memajang foto-foto travel. Apalagi kalau traveller juga buah keahlian fotografi, itu akan sangat bermanfaat sekali. Adanya media Youtube juga memberikan dampak yang positif bagi traveller. YouTube bisa dijadikan medium untuk berbagi pengalaman saat traveling melalui bentuk konten yang berbeda, yaitu video.

Dengan melalui video, maka sharing pengalaman akan lebih interaktif. Dan inilah yang sedang up saat ini.

Cara Traveller Dapat Uang

Media sosial memang berperan penting bagi traveller. Selain bisa digunakan untuk berbagai konten tempat wisata, adanya media sosial ini juga dimanfaatkan oleh beberapa brand untuk bekerjasama dengan traveller. Sebut saja jasa layanan tiket online, brand ini bisa bekerjasama dengan traveller dan menayangkan iklan yang lebih ‘manusiawi’ melalui media miliki traveller.

Inilah salah satu cara traveller bisa mendapatkan uang.

Tetapi untuk bisa mendapatkan kerjasama seperti ini tidaklah mudah. Tidak bisa seseorang yang baru satu dua kali travelling terus mendapatkan kerjasama seperti ini. Paling tidak traveller harus sudah punya nama dan media yang besar.

Coba kamu baca bukunya Triniti yang “The Naked Traveller” itu bisa jadi bahan referensimu.

Menjaga Nama

Media sosial dan hobi yang kamu miliki ini tentu harus dirawat supaya menghasilkan sesuatu yang bermakna bukan buat diri sendiri saja tetapi orang lain. Jika ingin menjadi traveller di era digital sekarang ini, yang paling penting adalah menjaga nama. Menjaga nama ini penting, selain untuk personal branding, juga untuk mengumpulkan jaringan pertemanan.

Attitude kamu juga perlu dijaga agar brand tidak berburuk sangka dengan mu.

Dan yang paling penting adalah, jangan sekali-kali menjadi traveller karena mengikuti tren apalagi karena ingin mendapatkan uang saja. Menjadi traveller itu harus didasari rasa cinta akan alam dan keindahannya. Kalau tanpa didasari hal itu, nanti ketika travelling ya tidak akan mendapatkan kepuasan batin.