Sebagai generasi yang merupakan digital native, sejak kecil kita tentu sudah terbiasa dengan teknologi. Kalau orang dulu menulis buku harian, milenial dan gen-z, memilih menulis di akun media sosial mereka. Namun, apa yang terjadi jika kita tidak bisa menggunakan internet dengan bijak?

Padahal, tiap apa yang kita ketikkan, bisa langsung dibaca banyak orang kan. Karena itulah kita sebagai generasi muda harus mampu melakukan literasi media. Selain itu ternyata masih ada banyak alasan lain mengapa kita harus melakukan literasi di era digital lho. Mau tahu apa saja? Yuk lihat bersama!

Membentuk karakter

Tahukah kamu bahwa apa yang kita lihat, baca, dan dengar adalah apa yang menjadikan kita saat ini? Jika kita melihat, membaca, dan mendengar sesuatu, itu akan terekam di memori kita dan membentuk karakter kita. Memang tidak ada salahnya menghabiskan waktu untuk scrolling timeline media sosial kita, tetapi jika kita bisa melakukan literasi terhadap sesuatu yang lebih bermanfaat, misalnya membaca buku pengetahuan atau mendengarkan podcast inspiratif, tentu kita dapat merasakan dampak positif yang lebih banyak kan?

Mengetahui mana yang termasuk berita hoax

Dengan sering membaca kita akan memiliki pikiran yang kritis. Dengan begitu, kita tentu dapat menyaring informasi yang diterima. Hal ini tentu akan sangat berguna apalagi di dunia maya yang banyak hoax.

Mencegah pikun

Meski membaca terlihat tidak ada hubungannya dengan fisik kita karena kita hanya melihat tulisan, ternyata, ada salah satu saraf di otak kita yang hanya berfungsi ketika kita membaca lho. Saraf ini bisa menunda kepikunan. Menurut Dr. C. Edward Coffey, peneliti dari Henry Ford Health System, membaca dapat membuat seseorang terhindar dari penyakit demensia, penyakit yang membuat seseorang sulit menghindari kepikunan. Selain itu, membaca juga bisa membuat lapisan penyangga yang akan melindungi otak kita lho.

Membuat lebih cerdas

Membaca, yang terlihat remeh sekalipun seperti membaca caption di Instagram, ternyata bisa membuat kita lebih pintar. Bahkan di media sosial kita bisa membaca, berpikir, menulis, dan berkreasi bersamaan lho. Misalnya ketika kita membuat caption. Sekarang, tidak perlu lagi harus menjadi penulis profesional untuk bisa menumbuhkan budaya literasi.

Meningkatkan rasa percaya diri

Ketika kita sering membaca, tentu saja pengetahuan kita akan semakin banyak dan beragam. Ini akan membantu kita ketika harus bertemu dengan orang lain dari berbagai kalangan. Kita tidak akan minder karena kita tahu banyak hal.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, membaca, termasuk di media sosial bisa membawa banyak dampak positif untuk kita kan? Nah, jika didukung dengan kemajuan teknologi di era digital, seharusnya kemampuan literasi juga bisa semakin baik nih. Yuk, budayakan literasi biar nggak gampang diperdaya!