Ada model bisnis yang dibangun secara patungan, baik itu dengan rekan dekat atau saudara. Dari segi permodalan, bisnis model seperti ini memang membantu sekali. Karena dikelola lebih dari kepada (pemilik). Bahkan bisnis bisa berkembang dengan cepat.

Akan tetapi, bisnis yang dibangun dengan patungan atau sejenisnya, sangat rawan akan perpecahan. Bisa saja bisnis akan collapse di tengah jalan. Bukan masalah kualitas produk yang tidak baik atau kesalahan dalam pemasaran, tetapi justru diakibatkan karena ego masing-masing pemilik / pemodal.

Hal ini disebabkan tidak adanya kejelasan di awal saat membangun usaha.

Oleh sebab itu, jika Anda berencana membangun usaha secara patungan, sebaiknya perlu ada perhatian khusus sebelum bisnis benar-benar di bangun. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Diantaranya sebagai berikut :

A. Tentukan posisi masing-masing

Kalau pun Anda dan rekan ingin membangun usaha bareng-bareng, tidak bisa semuanya menjadi CEO atau pemimpin utama. Harus ada pembagian posisi. Misalnya saja Anda sebagai CEO sedangkan rekan Anda menjadi CMO yang mengurusi masalah marketing.

Posisi ini harus didiskusikan sejak awal, tujuannya agar ada kejelasan dalam pembagian tugas ke depannya. Jangan sampai nanti bisnis sudah berjalan tapi malah saling menyalahkan pembagian tugas. Akhirnya timbul masalah internal yang menyebabkan perpecahan.

Sehingga di awal harus sudah ditentukan job desc masing-masing.

B. Pembagian hasil harus jelas dan adil

Yang cukup riskan lagi adalah masalah penggajian. Kalau bisnis hanya Anda kelola sendiri saja tidak masalah berapa gaji yang ingin Anda dapatkan. Tetapi jika bisnis dilakukan secara patungan, itu artinya ada pembagian hasil. Nah, pembagian hasil ini juga perlu perundingan secara dewasa agar mendapatkan keputusan yang jelas dan adil.

Adil di sini bukan berarti harus sama besarannya, tetapi sesuai dengan porsi kerjanya.

C. Tanggung jawab dan profesional

Kadang karena bisnis bersama rekan, ada salah satu yang tetap merasa santai untuk melakukannya. Santai yang dimaksud adalah kurang profesional dalam menjalankan bisnis. Meski berbisnis dengan rekan dekat atau saudara, jangan sampai ada rasa segan. Kalau memang rekan bisnis melakukan kesalahan ya ditegur secara profesional.

Biasanya karena dilakukan dengan bersama-sama, kadang masih ada rasa segan. Sehingga ada kesalahan kecil dibiarkan, padahal kesalahan itu bisa berakibat fatal dan menjadi kesalahan besar yang mengganggu perkembangan bisnis.

D. Kurang kepercayaan

Merasa kurang percaya dengan kinerja rekan bisnis atau bisa mengakibatkan perpecahan. Rasa curiga boleh-boleh saja, tetapi sebaiknya berikan kepercayaan kepada rekan kerja dalam menjalankan tugasnya. Fatal akibatnya jika salah satu tidak ada yang saling percaya.

Mendirikan bisnis secara bersama-sama atau patungan memang banyak tantangan internalnya. Saran kami adalah sebaiknya sejak awal dibuat sebuah perjanjian tertulis dengan materai. Bukan apa-apa, hal ini hanya untuk membuktikan kalau Anda dan rekan sama-sama serius untuk membuka bisnis ini dan mengembangkannya agar bisa berhasil.

Surat perjanjian bukan bentuk ketidakpercayaan, tapi justru dengan adanya perjanjian tertulis ini dapat menjadi pegangan keduanya untuk saling menjalankan amanah yang telah diberikan.