Siapa orang tua yang tidak bangga punya anak yang bisa sukses dengan mandiri dan bisa membantu orang lain. Tentu itu semua harapan semua orang tua. Sayangnya meskipun harapan itu ada, tidak semua orang tua bisa mendidik anaknya menjadi seperti itu. Yang ada malah melihat anaknya supaya punya keinginan seperti itu tanpa melakukan apa-apa.

Saya sangat yakin orang-orang besar di luar sana waktu kecil telah dididik orang tuanya agar memiliki mental yang berani dan kuat. Meskipun pembelajaran itu tidak dilakukan secara sengaja, paling tidak apa yang dilakukan oleh orang tua telah diturunkan ke anak secara tidak sengaja.

Banyak kan orang-orang sukses yang justru lahir dari keluarga yang biasa bahkan bisa dikatakan kurang mampu. Untuk itu ada baiknya kalau memang masih punya anak di bawah umur, mulai dibiasakan untuk mendidikan dengan cara yang benar. Akan lebih baik jika dididik jiwa entreprenership.

Mendidikan anak supaya memiliki mental entrepreneurship ini bukan bermaksud menyuruh anak untuk menjadi seorang penguasa. Tapi jiwa entrepreneurship ini akan bisa berguna di segala hal. Mau anak itu nantinya jadi pengusaha atau pegawai, kalau sudah punya jiwa entreprenuership, maka akan memudahkan hidupnya.

Apalagi sekarang ini jaman telah berubah, persaingan dalam segala hal ada dimana-mana. Kalau seseorang tidak memiliki dasar atau jiwa yang kuat, maka sulit untuk bersaing.

Ada banyak manfaat yang didapatkan oleh anak ketika diajarkan jiwa entrepreneurship.

Mampu mengatasi masalah dengan sendiri

Latihlah anak sejak dini untuk tidak bergantung pada orang tuanya. Ini bukan berarti orang tua tidak peduli dengan anak lho ya, tetapi ini dalam rangka untuk pembelajaran. Sebelum orang tua membantu masalah anak, biarkan anak untuk mencoba mengatasi masalahnya sendiri dan mencari solusi. Di awal-awal memang sulit tapi ini perlu dicoba.

Misalnya saja ketika anak terjatuh ketika naik sepeda. Mayoritas orang tua melihat kejadian seperti itu terus menggendong anaknya dan pada akhirnya anak malah menangis kencang. Sekali-kali coba biarkan anak untuk berdiri sendiri dan anggap itu bukan masalah besar (kecuali jatuhnya tidak fatal dan bahaya lho ya). Terus sanjung anak untuk terus tersenyum dan jangan buat dia merasa salah atau sedih.

Picu anak untuk melakukannya sendiri.

Hal-hal semacam ini jika dilakukan sejak dini maka anak membuat anak akan terbiasa. Anak pun menjadi pribadi yang mandiri tanpa harus selalu merengek ke orang tuanya.

Anak Percaya Diri

Meningkatkan Kepercayaan Diri

Siapa yang punya anak pemalu ketika suruh kenalan sama orang baru? Atau ketika disuruh tampil di depan umum? Nah, dengan menanamkan jiwa entrepreneurship sejak dini juga akan membuat percaya diri anak meningkat.

Salah satu cara yang bisa dilakukan sejak dini adalah dengan membuat memuji apapun yang dihasilkan anak. Misalnya ketika anak mendapatkan nilai rendah, jangan menyalahkan anak atau bahkan mengatakan kalau si anak itu bodoh dari teman-temannya. Hal-hal seperti itu justru akan membuat anak menjadi ciut nyalinya.

Tapi justru sanjunglah anak dengan cara yang positif dan terus berikan motivasi. Buat anak selalu bangga dengan apa yang didapatkan meskipun itu kenyataannya buruk. Itulah mengapa orang tua harus pandai, karena agar mampu membuat anak tidak surut dalam kegagalannya.

Membuat anak lebih kreatif

Kreativitas itu penting di tengah perkembangan teknologi saat ini. Kreativitas ini mampu digunakan untuk mendukung pekerjaan nanti dan menghasilkan sesuatu yang lebih baik lagi.

Mengajarkan anak hal-hal yang berbau kreativitas sejak dini akan sangat baik bagi tumbuh kembang anak. Kreativitas ini bisa mulai dilakukan dengan melakukan hal-hal yang tidak umum dilakukaan.

– – –

Banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan apabila sejak dini anak telah diajarkan jiwa entrepeneurship. Namun, terlepas dari itu semua, yang paling adalah dari sisi orang tua. Sebelum orang tua mengajarkan seperti itu, pastikan orang tua memiliki pedoman dan memang sudah siap mengajarkan seperti itu.

Buku terkait :

Strategi-membentuk-mental-entrepreneur-pada-anak

Karena faktor lain yang menghambat tumbuh kembang anak justru datang dari orang tua. Banyak orang tua yang terlalu ‘menimang-nimang’ anak sehingga anak menjadi orang yang manja dan tidak bisa mandiri. Oleh sebab itu penting bagi orang tua untuk terus belajar bagaimana mendidik anak dengan benar.