Sering kali kita menganggap kalau pekerjaan yang akan kita lakukan bisa kita tunda beberapa menit atau jam lagi. Tapi faktanya pekerjaan itu malah molor berhari-hari. Hal itu dikarenakan kita terlalu menganggap remeh sebuah waktu. Sesuatu yang dikira bisa dikerjakan nanti-nanti, ujungnya malah tidak lebih berarti apabila kita mau mengerjakannya saat ini.

Saya yakin semua pernah mengalami. Itulah yang menjadi salah satu penyebab beberapa pegawai sering lembur dan tidak sesuai target yang ditetapkan.

Kondisi seperti itu bisa dikatakan tidak produktif. Lalu sebenarnya apa sih definisi dari produktif itu sendiri?

Secara umum, produktif adalah sebuah sikap dan tindakan yang ingin terus menghasilkan sesuatu dari apa yang dikerjakan. Hasil itu bisa saja dinikmati oleh diri sendiri maupun bisa bermanfaat untuk orang lain. Jika ditarik kesimpulan, artinya produktif tidak menyia-nyiakan waktu yang ada. Setiap waktu dimanfaatkan untuk menghasilkan hal-hal baru yang lebih berguna dari sebelumnya.

Untuk bisa menjadi seseorang yang produktif itu tidak mudah, banyak tantangan dan godaan. Apalagi di era digital dan media sosial sekarang ini. Salah satu contohnya adalah penggunaan media sosial setiap hari yang pada akhirnya malah mengesampingkan tugas atau kerjaan utama. Sehingga itu membuat produktivitas kerja menurun.

Baca juga : 4 Cara yang membuat harimu lebih produktif dengan smartphonemu

Kalau memang Anda ingin meningkatkan produktivitas kerja, salah satu caranya adalah dimulai dari diri sendiri dan perlu diniati dalam hati.

Keinginan untuk meningkatkan produktivitas kerja adalah sebuah bentuk dari kesadaran diri bahwa saat ini belum bisa menghasilkan sesuatu yang lebih baik dari hari kemarin. Oleh karenanya dibutuhkan sebuah komitmen untuk merubah perilaku dan gaya hidup agar produktivitas kerja bisa meningkat.

Selain itu ada beberapa cara lain yang bisa Anda lakukan.

Mulai membatas kegiatan yang tidak penting

Banyak yang merasa produktivas kerja menurun disebabkan terlalu banyak melakukan kegiatan. Banyak kegiatan itu positif tapi jika kegiatan-kegiatan itu justru membuat pekerjaan utama tersingkirkan, mending mulai untuk mengurangi kegiatan yang tidak penting.

Di era sekarang ini, banyak sekali seseorang tergoda untuk melakukan kegiatan baru. Entah itu karena ajakan teman, atau sekedar ikut-ikutan. Jadi lebih baik lihat dulu apakah kegiatan itu bisa bermanfaat atau tidak.

Atur Ulang Waktu Anda

Manajemen waktu sangat penting. Saya pernah melihat seorang mekanik motor yang dimarahi atasannya karena menyia-nyiakan waktu yang ada. Yang sebenarnya sudah mengerjakan pekerjaan B, ini masih mengerjakan pekerjaan A.

Masalah waktu ini juga berkaitan dengan kecekatan seseorang. Kalau tidak cekatan, maka waktu yang dihabiskan semakin besar. Untuk itu, mulailah untuk mengatur waktu disetiap pekerjaan Anda. Dari menit ke menit, jam ke jam, harus dipertegas ingin melakukan apa. Sehingga setiap waktu ada tanggung jawabnya.

Baca juga : Terapkan aturan 5 jam, kebiasaan untuk membuat hidup anda lebih berkualitas

Jangan terpatok pada rencana

Menyusun rencana itu baik, tapi jangan terpatok pada satu rencana. Misalnya Anda ingin mendirikan sebuah usaha, menyusun rencana dari mencari modal hingga mendirikan usaha, dan lainnya. Rencana Anda tertata rapi. Tapi nanti ketika sudah berjalan, pasti akan menemui banyak hal yang tidak sesuai dengan rencana.

Kalau Anda hanya berpatok pada rencana awal, itu hanya akan membuang-buang waktu. Padahal jika bisnis ingin terus berjalan, harus ada langkah baru yang memang di luar rencana awal.

Itulah kenapa jangan hanya terpatok pada satu rencana.

Di BukuPedia ada beberapa koleksi buku mengenai produktivitas, diantara :

Semua buku-buku di atas layak untuk dimiliki. Intinya begini, ketika Anda banyak membaca dari berbagai referensi, maka Anda akan mendapatkan informasi baru. Misalnya saja di buku “Scrum Meningkatkan Produktivitas Dua Kali Lipat”, di buku dijelaskan mengenai metode meningkatkan produktivitas yang berbeda dari biasanya.

Jeff Sutherland selaku penulis dan merupakan pelatih dan konsultan ratusan perusahaan, membuat sebuah motode Scrum untuk meningkatkan manajemen. Hal luar biasa yang membedakan Scrum dengan metode manajemen lain adalah kemampuannya untuk merengkuh konsep evaluasi berkesinambungan untuk menjaring respons dari klien secepatnya, alih-alih menunggu, hingga proyek benar-benar rampung. Dengan Scrum, tak ada hal sia-sia yang akan Anda lakukan.