Setiap orang tua pasti selalu menyayangi dan mencintai anaknya. Tetapi cara mencintai anak itu ternyata berbeda-beda caranya. Ada orang tua yang secara terbuka selalu mengungkapkannya secara verbal, ada yang dengan cara memperhatikan tingkahnya, dan berbagai macam cara lainnya.

Akan tetapi kadang rasa cinta orang tua kepada anak itu terlalu berlebihan yang berdampak kepada rasa ketakutan. Takut anaknya nanti tidak bisa sukses, takut anaknya nanti tidak bisa lulus sekolah, takut anaknya nilai jelek di sekolah dan lain sebagainya.

Nah rasa takut semacam ini perlu diwaspadai oleh orang tua. Bisa jadi apa yang dilakukan sekarang ini untuk mengatasi rasa takut itu, di masa depan justru akan menjadi boomerang bagi orang tua bahkan dampaknya juga akan dirasakan anak.

Misalnya saja seperti ini, contoh sederhana adalah ketika anak susah untuk disuruh makan. Karena orang tua takut nanti anak jadi sakit, alhasil orang tua selalu mengambil makan untuk anak bahkan hingga disuapin. Kalau anak masih umur di bawah 6 tahun mungkin wajar, tetapi ada orang tua yang melakukan seperti ini kepada anaknya yang sudah berumur di atas 6 tahun bahkan anak sudah SMP.

Baca juga : Apakah Salah Anak Memiliki Cita-Cita Menjadi YouTuber?

Jelas tindakan orang tua untuk mengatasi rasa takut seperti ini adalah salah. Jika dilakukan setiap hari maka akan membuat anak menjadi malas, tidak mandiri, dan kurang rasa tanggung jawabnya.

Dan perlu diketahui oleh orang tua bahwa cara seperti itu adalah cara yang salah dalam mendidik anak.

Harus Tega

Orang tua itu harus punya rasa tega kepada anak. Takut boleh tetapi jangan sampai ‘membunuh’ karakter anak. Rasa tega harus dimiliki oleh orang tua tetapi untuk tujuan yang positif agar anak di masa depan memiliki karakter yang bagus seperti mandiri, pemberani, tanggung jawab.

Orang tua harus tega untuk memberikan pelajaran kepada anak, pelajaran yang tujuannya untuk membangun karakter anak menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Kalau orang tua selalu tidak tega dan apa-apa harus dilayani oleh orang tua, anak pun akan menjadi pasif dan tidak mandiri.

Dampaknya ketika dewasa anak akan menjadi pribadi yang pemalu dan kurang percaya diri.

Hal-hal seperti ini banyak dilakukan oleh orang tua dan sayangnya tidak disadari. Dan masih banyak orang tua yang justru menyalahkan anak kepada tidak PD, kenapa tidak berani. Padahal semua itu adalah imbas dari perlakukan orang tua kepada anak.