Salah satu langkah dalam melamar pekerjaan adalah dengan mengirim resume. Resume ini sangat berarti bagi pelamar maupun pihak perusahaan dalam melihat seberapa pantas kamu diterima di perusahaan tersebut. Salah satu yang menjadi tolok ukur resume yang baik adalah jika pelamar sudah dipanggil interview. Berarti dari situ resume sudah bisa diterima dan interview adalah salah satu langkah lagi untuk mengenal lebih dekat pelamar.

Yang menjadi permasalahan saat ini adalah masih banyaknya pelamar kerja yang tidak tepat dalam membuat resume. Resume yang sejatinya dalam digunakan untuk cerminan diri, tapi menjadi tidak berguna di harapan HR perusahaan.

Hal ini biasanya dikarenakan kesalahan dalam penulisan kata-kata yang ada pada resume. Salah satunya adalah pelamar kerja terlalu ‘memuji’ diri sendiri dengan harapan itu bisa memikat pihak perusahaan.

Padahal yang seperti itu justru kadang menjadi kesalahan fatal. Dan pihak perusahaan hanya akan menilai kalau pelamar kerja yang seperti ini terlalu menyombongkan diri. Lalu bagaimana solusinya?

Yang perlu diperbaiki tentu masalah penulisan. Dalam menulis resume ada baiknya jangan menggunakan kata-kata yang memuji diri sendiri. Baiklah punya prestasi atau pencapaian yang menarik, tetapi jangan dibungkus dengan kata-kata yang membuat diri menjadi paling baik.

Misalnya saja penggunaan kata-kata sebagai berikut : “Berkontribusi…..”, “Kuat….”, “Pembelajar cepat…”, “Etika kerja yang bagus….”, “Berpengalaman…”, dll.

Kata-kata seperti itu hanya akan membuat tafsiran kesombongan. Sehingga pihak perusahaan yang membaca resume Anda akan merasa tidak nyaman. Alhasil mereka mengurungkan keingininan untuk memanggil Anda dalam interview.

Dalam resume sebaiknya harus ditulis informasi yang memberikan kesan kalau Anda bisa melakukan sesuatu atau memiliki keahlian yang sudah terbukti.

Kuncinya sebenarnya pada penggunaan kata-kata saja. Misalnya saja Anda pernah membuat sebuah project besar dan berhasil menyelesaikannya.

Coba bandingkan kalimat ini.

  1. Berpengalaman dalam menyusun dan mengerjakan project dengan kualitas kerja yang bagus.
  2. Pernah mengembangkan dan menyelesaian project dengan tepat waktu.

Kalimat pertama dan kedua ini intinya sama, tapi punya dua persepsi beda. Tentu yang lebih baik adalah kalimat nomor 2. Karena ini mampu memberikan informasi kelebihan Anda, yaitu Anda orangnya bisa tepat waktu (sesuai target), dan mau berkembang / terus belajar.

Penggunaan kata-kata seperti inilah yang perlu dipahami oleh pelamar. Jangan sampai menggunakan kata-kata yang justru melemahkan nilai positif yang dimiliki pelamar.

Tak wajar jika sekarang ini banyak orang-orang yang merasa punya keahlian tapi sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Karena sebagian dari mereka merasa sudah menjadi orang yang ahli / besar, sehingga sisi sombong akan melekat di diri.

Jadi dalam menulis resume yang baik itu adalah tuliskan apa yang pernah Anda lakukan dengan cara yang elegan dan mencerminkan kalau Anda masih belum sempurna. Tetapi bukan berarti Anda lemah, Anda punya keahlian tetapi masih tetap ingin terus belajar.

Buku terkait : 101 Resume Terbaik untuk Menjual Diri Anda

Karena perusahaan tidak sekedar membutuhkan orang yang ahli saja, tetapi orang yang punya attitude yang baik dan tentu mau belajar hal-hal baru. Kalau hanya mengunggulkan apa yang sudah dipunya saja dan tidak mau belajar hal baru, itu yang tidak disukai perusahaan.

Semoga sukses!