Sejak dulu, masyarakat Jepang memang telah dikenal memiliki kedisiplinan yang tinggi, terlebih jika berbicara mengenai pendidikan. Tak hanya masalah kedisiplinan, namun tata krama mereka juga dikenal baik. Kebiasaan-kebiasaan baik ini memang tidak bisa terbentuk secara instan. Namun harus melalui pendidikan khusus yang sudah diterapkan sejak usia dini. Tidak heran apabila saat dewasa, masayrakat Jepang sudah memiliki sikap disiplin yang tinggi. Ada sejumlah metode pendidikan yang mereka gunakan, namun ada metode-metode unik lho yang harus kita pahami. Apa saja sih?

Meningkatkan kreativitas anak

Jika di Indonesia anak-anak dituntut harus bisa calistung, berbeda dengan anak-anak di Jepang. Mereka lebih banyak bernyanyi, menggambar, menari, atau melakukan berbagai kegiatan lain yang bisa menumbuhkan kreativitas. Tidak heran jika dinding-dinding di sekolah Jepang sering dipenuhi dengan berbagai karya yang dibuat oleh muridnya sendiri. Menariknya, anak-anak sering diajak tur bersama untuk melatih kepekaan mereka terhadap lingkungan sekitar. Misalnya saja pergi ke kebun binatang, taman bermain, perpustakaan, atau museum. Menyenangkan, bukan?

Memprioritaskan pembentukan moral

Di Indonesia, biasanya anak sekolah usia dini memang diwajibkan bisa membaca dan menulis. Dengan kata lain, mereka dituntut mengasah skill sedini mungkin. Namun berbeda dengan anak-anak di Jepang. Mereka tidak diwajibkan untuk membaca dan menulis, namun mereka dilatih moral terlebih dahulu. Misalnya saja belajar bertanggungjawab. Biasanya mereka lebih sering diajarkan tentang dongeng, cerita, seni, dan permainan tradisional. Uniknya, mereka tidak memiliki sistem kenaikan kelas. Kemudian anak-anak di Jepang juga tidak harus berkompetisi dalam akademik di usia yang masih terlalu kecil.

Kualitas sekolah di semua wilayah sama

Mungkin di Indonesia kamu akan merasa bangga saat bisa bersekolah di sekolah yang dianggap unggulan. Nah, di Jepang hal tersebut tidak berlaku karena pemerintah setempat membuat kebijakan supaya anak bersekolah tidak jauh dari lokasi tempat ia tinggal. Sehingga tidak ada sekolah favorit di Jepang. Semua sekolah memiliki kualitas rata-rata yang sama. Orang tua pun tidak perlu khawatir, mereka bisa melatih kemandirian anak untuk pergi dan pulang ke sekolah sendiri.

Guru bersikap lebih dari sekedar “guru biasa”

Pendidikan di Jepang tidak menuntut guru harus memberikan materi. Namun mereka harus berposisi sebagai orang dewasa yang menjaga dan merawat anak-anak, atau lebih tepatnya “mengarahkan” anak-anak. Mereka harus bersikap ceria dan lincah, memberikan semangat, hingga menjadi teman sepermainan. Tidak ada guru yang mengenakan pakaian formal. Biasanya mereka malah memakai baju olahraga agar bisa lebih mudah bergerak saat sedang mengawasi muridnya.

Pendidikan dimulai sejak di rumah

Bisa dibilang Jepang menerapkan bahwa pendidikan tidak sekadar tentang sekolah saja. Mereka menerapkan pendidikan mulai dari keluarga, dari para orang tua anak-anak. Kemudian sekolah juga turut membantu mendidik anak, namun tidak hanya tentang kemampuan saja.
Itu tadi beberapa keunikan pendidikan anak di Jepang. Banyak hal yang diajarkan demi melatih kemandirian, kedisiplinan, dan sikap mereka.