Pertengahan bulan Agustus 2018 nanti sebuah film live-action dari Disney, The Little Mermaid akan ditayangkan nih. Para fans Putri Duyung tentunya sudah tidak sabar lagi. Sembari menunggu, bagaimana jika mempersiapkan diri sambil membaca buku-buku yang berkaitan dengan Putri Duyung?

Sebelumnya, tahukah kamu bahwa ada dua jenis Putri Duyung yaitu Mermaid dan Siren. Meskipun awalnya dalam legenda Yunani, Siren adalah makhluk separuh wanita-separuh burung yang bertujuan menenggelamkan kapal, seperti halnya Mermaid (separuh wanita – separuh ikan) namun lama-kelamaan keberadaan keduanya dicampur adukkan. Siren seringkali digambarkan seperti Mermaid, yaitu wanita separuh ikan. Dalam banyak cerita digambarkan bahwa Mermaid lebih menyukai manusia, bahkan jatuh cinta pada manusia sementara hanya sedikit Siren yang digambarkan baik hati.

Berikut beberapa buku fiksi mengenai Putri Duyung yang kesemuanya masih dalam edisi bahasa Inggris. Semoga nanti ada penerbit yang berminat menerjemahkannya ya.

 

The Siren, oleh Kiera Cass
Penggemar Selection Series (sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh penerbit Bentang Belia) tentunya sudah mengenal nama Kiera Cass. The Siren adalah novel standalone (tidak berseri) sehingga cocok untuk mengisi waktu luang kamu yang kurang suka membaca novel berseri.

 


To Kill A Kingdom oleh Alexandra Christo
Nama penulisnya mungkin tidak familiar karena To Kill a Kingdom adalah novel debutnya. Tapi alur cerita dalam buku ini sangat menarik dan sedikit banyak merupakan retelling dari The Little Mermaid. Terus terang pembagian sudut pandang atau POV (point of view) memang agak membingungkan namun masih sangat patut dipuji. Alur ceritanya cukup cepat dan menarik. Novel ini juga merupakan standalone.

 

The Surface Breaks oleh Louise O’Neill
Cerita dalam buku ini disebutkan sebagai penulisan ulang kisah The Little Mermaid oleh Hans Christian Andersen dengan sentuhan feminisme, yang berarti kesetaraan antara pria dan wanita yang lebih seimbang. Buku ini juga merupakan standalone dan baru saja dirilis awal Mei lalu.

 

Sea Witch oleh Sarah Henning
Buku ini mengisahkan tentang tiga sahabat. Yang pertama ditakuti, yang kedua seorang anggota kerajaan dan yang ketiga sudah meninggal. Sejak Anna meninggal, Evie diasingkan ke sebuah desa Nelayan. Orang aneh. Terkutuk. Penyihir.
Tiba-tiba seorang gadis yang sangat mirip dengan Anna muncul di tepi pantai, dan meskipun gadis itu menolak mengakui, Evie yakin bahwa sahabatnya masih hidup. Bahwa kemampuan sihirnya bukannya tidak berguna. Dan, saat kedua gadis itu mendapat perhatian dari dua orang pangeran, Evie percaya kisah hidupnya mungkin akan berakhir bahagia.
Tapi teman barunya punya rahasia sendiri. Anna tidak bisa tinggal di Havnestad, atau diatas kedua kaki, kecuali Evie menemukan cara untuk menolongnya.
Kisah ini begitu menjanjikan, bukunya sendiri baru akan rilis akhir Juli nanti.

Apa kamu tertarik membaca buku-buku tersebut?