Ngevlog sekarang sudah mulai menyebar ke semua kalangan. Tidak hanya orang-orang yang berada di kota saja, tetapi yang domisilinya di daerah pun juga mulai menjajal media yang satu ini. Vlog sendiri bisa diartikan sebuah catatan pribadi tentang aktivitas pribadi yang didokumentasikan melalui video. Maka dari itu nama Vlog (Video Blog).

Vlog dengan Blog memang hampir sama, cuma medianya saja yang beda. Untuk masalah konsep konten juga beragam. Ada yang memang mengupas dari sudut pandang pribadi, ada yang sebaliknya.

Nah kali ini BukuPedia ingin sedikit mengulas soal keberadaan Vlog ini yang konsepnya personal. Sehingga orang yang ngevlog diartikan vlogger.

Baca juga : Tips Membuat Konten Video YouTube Tanpa Modal

Saat ini banyak orang-orang yang ngevlog dimulai dari obsesi. Ya, awalnya mereka hanya viewer saja, menonton tayangan vlog dari para vlogger yang sudah terkenal. Saking rutinnya menonton vlog orang, lama-lama terobsesi, entah ingin jadi terkenal juga atau mungkin ingin mendapatkan uang yang banyak dari vlog nya.

Akhirnya seseorang ini memberikan diri untuk membuat vlog. Sayangnya, banyak yang gagal dan tidak sesuai ekspektasi. Alhasil mereka membuat konten yang ‘wow’ supaya bisa menarik perhatian orang. Nah, kalau sudah seperti ini tentu tidak baik.

Seharusnya untuk menjadi vlogger bukan seperti itu. BukuPedia punya tips yang bisa kamu lakukan jika ingin menjadi vlogger yang sukses. Silakan simak!

1. Jadilah dirimu sendiri

Ya, langkah awal adalah menjadi dirimu sendiri. Meskipun awalnya kamu membuat vlog karena ingin mengikuti jejak vlogger yang kerap kamu tonton, tetaplah jadi dirimu sendiri. Jangan terlalu terobsesi. Ketika kamu membuat vlog untuk pertama kali dan seterusnya, bersikaplah di depan kamera sesuai dengan kebiasaan kamu.

Biasanya orang yang terobsesi akan mengikuti gerakan-gerakan vlogger idolanya. Misalnya cara menyapa seperti “Yoo whats up!“, “Hai guys…“, dll. Dari cara bicaranya hingga gerakannya hampir sama. Sehingga yang menonton seperti pernah melihat citra vlogger yang sudah ada di YouTube. Kalau sudah seperti ini kamu tidak akan punya ciri khas atau persona.

2. Buatlah persona sendiri

Ini masih ada kaitannya dengan poin satu. Jadilah diri sendiri dan buatlah persona yang memang sesuai dengan latar belakang kamu. Tetapi ingat, jangan dibuat-buat hanya untuk konten video blog kamu ini. Lakukan saja apa yang ada. Karena dari kenaturalan itulah yang akan menjadi nilai di vlog kamu.

Misalnya kamu berasal dari daerah, dan biasanya bilang aku kamu, ya sudah di video bilang aku kamu saja. Jangan sok diganti pakai gue loe.

3. Jujur

Yes, tetaplah jujur di setiap video blog kamu. Baik jujur dalam cara penyampaiannya maupun jujur dalam teknis pembuatan kontennya. Yang namanya vlog personal nilainya ada di diri kamu. Ketika kamu melakukannya dengan jujur apa adanya, maka yang mendapatkan awereness adalah diri kamu. Konten itu sebagai media saja. Jadi vlog itu secara tidak langsung menjual nama dan diri kamu.

Kalau kamu bertingkah sok dan banyak drama, maka yang terkena dampak buruknya adalah citra buruk nama kamu. Coba saja bedakan antara vlogger Kevin Hendrawan dengan Awkarin. Itu contoh saja dan kamu bisa bedakan keduanya dari bagaimana cara mereka ngevlog.

4. Tetap buat yang positif

Baru saja kami beri contoh dua vlogger yang ada di Indonesia. Keduanya itu punya perspektif berbeda di masyarakat. Ada yang menganggap positif dan negatif. Jadi kalau kamu ingin dipandang sebagai vlogger yang ‘positif’ maka buatlah konten yang positif dan jujur. Jangan bikin konten yang penuh drama dan hanya untuk kebutuhan konten saja.

Meski itu kadang sulit diterima penonton, tetapi yakinlah, dengan kamu rutin dan konsisten melakukannya, suatu saat kamu akan mengunduh buahnya. Yakinlah.

5. Jangan mencari uang

Ketika kamu ingin menjadi vlogger hanya ingin segera mendapatkan uang dari AdSense, maka yang akan kamu lakukan hanya untuk uang saja. Kamu akhirnya membuat konten yang penting punya views tinggi, dan terlalu ngemis untuk di subscribe. Kalau baru beberapa bulan mungkin masih semangat, meski hasil belum terlihat, tetapi jika sudah berbulan-bulan tidak mendapatkan hasil ‘uang’ yang diinginkan, maka keluarlah cara brutal untuk membuat konten yang supaya mendatangkan pundi-pundi uang. Nah ini yang tidak baik.

Itu beberapa tips yang bisa kamu jadikan pedoman jika ingin menjadi vlogger yang sukses. Vlogger yang sukses itu bukan yang penghasilannya tinggi, tetapi yang kontennya mampu memberikan dampak positif bagi diri sendiri ‘nama’ dan orang lain.