Memiliki printer inkjet atau sudah yang dimodifikasi dengan sistem infus memang perlu perawatan yang lebih. Karena printer dengan sistem inkjet/infus ini memang kerap rewel jika tidak digunakan dalam waktu yang cukup lama.

Biasanya masalah yang muncul adalah tinta yang tidak keluar. Pada akhirnya yang kena imbas bagian head print. Kalau sudah kena head print nya maka perlu diganti dan harganya cukup mahal. Sayangkan…

Oleh sebab itu jika punya printer jenis seperti ini khususnya yang sudah dimodifikasi sendiri dengan sistem infus, perlu diperhatikan penggunaannya agar bisa awet bertahun-tahun. Sebenarnya sangat mudah merawat printer inkjet itu, masalahnya tidak semua orang tahu.

Melalui artikel kali ini, Blog BukuPedia ini berbagi kepada Anda tentang bagaimana merawat printer inkjet atau infus agar bisa digunakan secara normal bertahun-tahun. Silakan simak tipsnya.

#1 Gunakan minimal seminggu sekali

Jika Anda memiliki printer inkjet hanya untuk kebutuhan rumahan, bukan usaha, mending gunakan printer seminggu sekali. Hal ini bertujuan agar lubang tinta yang ada di head print tidak kering. Kalalu kering nanti mampet dan menyebabkan tinta tidak keluar. Bisa jadi nanti head print malah tidak bisa digunakan sama sekali.

Kalau bisa gunakan untuk print warna full color. Gambar saja, coba bikin kotak-kotak warna di dokumen dengan warna CMYK atau sesuai warna tinta. Jangan hitam saja, ini bertujuan agar semua tinta bisa keluar. Dan akan lebih baik jika digunakan untuk print mode foto bukan dokumen.

Ngeprint di mode foto, maka tinta yang keluar akan lebih banyak dibanding mode dokumen meskipun berwarna.

#2 Gunakan tinta air

Sebenarnya ini tergantung kebutuhan juga, tapi kalau hanya untuk kebutuhan cetak pribadi maupun usaha print dokumen, mending gunakan tinta jenis dye base. Tinta ini berbahan dasar air, sehingga meski digunakan seminggu sekali tidak akan cepat kering. Tinta dye base juga terkenal lebih awet.

#3 Matikan jika tidak digunakan

Kalau printer tidak digunakan ya dimatikan saja, dan jangan lupa untuk dicabut colokannya dari terminal. Karena jika terus dicolok ke listrik ada beberapa printer yang malah terkena mainboardnya. Bahaya kalau sudah terkena mainboardnya, harus ganti dengan biaya yang mahal.

Selain itu juga biar bisa hemat listrik.

#4 Jangan mengisi tinta setelah menunggu habis

Kalau printer sudah dimodifikasi menggunakan sistem infus, pastikan mengisi tinta jika tinta sudah 1/4 tabung. Jangan sampai mengisi tinta hingga benar-benar habis. Itu bisa mengakibatkan head print bermasalah karena tidak ada tinta yang keluar.

#5 Lakukan Head Cleaning

Setiap printer pasti punya pengaturan maintenance untuk membersihkan head print. Kalau di beberapa printer namanya head cleaning. Cobalah untuk melakukan pembersihkan head jika ada tinta yang tidak keluar. Proses ini secara sederhana akan membersihkan dan menguras bekas tinta yang menempel di head print dari cetakan sebelumnya.

Dengan seperti ini head print tidak akan mampet.

#6 Bersihkan dari debu

Kadang printer di taruh di meja begitu saja tanpa pernah dibersihkan fisiknya. Cobalah sekali-kali membersihkan fisiknya dari debu yang menempel. Debu-debu yang menempel ini jika tidak dibersihkan akan berakibat fatal, apalagi jika sampai masuk ke dalam komponen. Bisa jadi mengakibatkan korosi dan lain-lain.

#7 Gunakan kertas yang sesuai

Tiap printer memiliki kemampuan untuk digunakan di kertas yang memang harus digunakan. Jangan pernah memaksa untuk menggunakan kertas jenis lain yang sebenarnya tidak bisa digunakan di printer tersebut. Karena itu bisa mengakibatkan rusaknya dibagian roller dan penarik kertasnya.

#8 Jangan dipaksa berlama-lama

Bagi yang punya usaha pengetikan dan print, biasanya printer akan hidup dan digunakan berjam-jam. Sebenarnya itu tidak baik. Printer itu memiliki angka maksimal printing. Jadi baiknya jika sudah digunakan agak lama, sebaiknya dimatikan dulu beberapa saat, lalu bisa digunakan kembali.

#9. Letakkan botol infus sejajar dengan printer

Kalau pakai sistem infus, pastikan letak botol infus sejajar dengan printer. Jangan taruh lebih tinggi atau lebih rendah dari printer. Karena itu akan mempengaruhi sirkulasi tinta untuk masuk ke dalam printer.

Itulah beberapa tips yang bisa Anda terapkan. Semoga bisa bermanfaat dan membuat printer Anda awet bertahun-tahun.