Banyak yang teledor saat menggunakan perangkat laptop yang dimilikinya. Salah satu akibatnya adalah baterai laptop yang tiba-tiba drop atau bahkan membuat laptop tidak bisa menyala lagi. Padahal yang namanya baterai jelas sangat vital keberadaannya. Tanpa baterai mustahil laptop bisa digunakan.

Bisa saja sih langsung dicolok ke listrik, tetapi itu sangat tidak efektik. Selain kamu harus selalu mencari colokan ketika mau menggunakan, dampaknya juga tidak bagus untuk laptop. Kalau arus tidak baik, motherboard laptop bisa rusak atau mati.

Untuk itu jangan sekali-kali menyepelekan keberadaan baterai laptop. Kamu harus merawatnya agar baterai laptop bisa awet bertahun-tahun.

Sayangnya tidak semua orang tahu cara merawat baterai laptop yang benar. Umumnya yang mereka tahu hanya menggunakan laptop (tanpa dicharging) ketika baterai masih full, dan mengisinya ketika baterai sudah habis. Itu bisa saja benar, tetapi tidak untuk semua laptop.

Baca juga : Cara Mencegah Harddisk Rusak dan Mengamankan Datanya

Lalu bagaimana caranya? Berikut beberapa penjelasannya.

#1 Ketahui dulu apa tipe baterai laptopmu

Baterai laptop punya beberapa jenis, ada yang Lithium Ion ada yang Lithium Polymer. Masing-masing punya kelebihan dan karakteristik perawatannya. Nah, coba kamu cek apa tipe baterai laptop kamu. Biasanya di spesifikasi ada. Kalau baterai kamu removable (bisa dilepas), ya lihat saja di informasi baterainya.

Untuk laptop-laptop zaman sekarang ini, biasanya baterai sudah jenis Li-Po.

Baterai jenis ini dikenal lebih awet dibanding Li-Ion.

#2 Apakah laptop kamu ada fitur Auto Cut Baterai?

Kemudian cara kedua yang cukup penting juga adalah mengetahui apakah laptop kamu ada fitur AutoCut-off baterai. Maksudnya gini, kalau laptop dalam keadaan di charging, maka jika latop ada fitur ini nanti setelah 100% terisi tidak ada lagi arus yang masuk ke baterai.

Jadi kamu tetap aman mencolokan charger meskipun baterai sudah 100%.

Nah untuk mengetahui fitur ini agak-agak sulit buat orang awam. Cuma sekedar informasi saja, kalau kamu pengguna laptop merek Asus tipe-tipe baru, biasanya sudah ada fitur ini. Untuk laptop merek lain silakan dicek sendiri saja.

Caranya jika baterai sudah 100%, segera lihat baterai indikatornya. Taruh saja kursor di atas indikator baterai. Jika ada fitur ini, nanti akan muncul tulisan “Plugged in, not charging“. Itu artinya laptop kamu ada fitur auto cut off baterainya.

#3 Jangan terlalu sering mengisi baterai

“Lhoh nanti kalau habis bagaimana?”, maksudnya seperti ini. Jangan sering-sering colok lepas colok lepas charger ke laptop. Karena itu akan meningkatkan life cycle atau umur baterai. Baterai laptop itu punya umur. Dan biasanya umur di sini bukan berdasarkan waktu penggunaan, tetapi berdasarkan life cycle.

Ketika kamu memasang charger kemudian melepasnya, itu artinya sudah 1 cycle. Kalau dalam sehari kamu sering colok lepas, maka sudah berapa cycle. Dan itu dampaknya akan ke umur baterai.

#4 Jangan mengisinya menunggu habis

Ada orang yang mengisi baterai laptop kalau sudah benar-benar habis. Kalau seperti ini terus maka akan membuat baterai menjadi drop. Sebenarnya ini perlu disesuaikan juga dengan poin ke – 2. Kalau memang laptop kamu ada fitur auto cut off baterainya, maka tidak perlu mengisi hingga menunggu habis. Bahkan disarankan selalu disambungkan ke charger ketika akan menghidupkan laptop. Meskipun baterainya masih full. Kan ada fitur autocut off nya.

Kalau tidak ada fiturnya, isi baterai laptop jika kapasitasnya sudah 30%. Dan segera lepas jika sudah penuh.

Mungkin itu saja beberapa tips atau cara yang bisa kamu coba. Banyak orang yang meremehkan perawatan baterai laptop, padahal jika nanti baterai rusak, bingung bagaimana memperbaikinya.