Kali ini kita akan membahas tentang hantu, lebih tepatnya adalah hantu penulis atau yang lebih familiar dengan sebutan Ghost Writer. Tenang, Ghost Writer ini bukanlah seorang penulis yang mati kemudian menjadi hantu yang menakut-nakuti. Bukan seperti itu. Tetapi Ghost Writer itu adalah…

Kami tidak perlu menjelaskan lagi karena kami sudah menuliskan di artikel sebelumnya. (Baca : Apa itu Ghost Writer?)

Dan di artikel kali ini kami ingin lebih spesifik membahas bagaimana menjadi Ghost Writer. Meskipun di artikel sebelumnya sudah kami jelaskan, tetapi itu hanya sedikit saja.

Menjadi Ghost Writer ini cukup menarik, ya meskipun nanti identitas kamu sebagai penulis tidak dicantumkan, tetapi akan banyak hal yang bisa kamu dapatkan. Baik itu ilmu dan pengalaman baru termasuk dalam hal finansial. Baiklah tanpa menunggu waktu lama, berikut beberapa cara menjadi Ghost Writer

1. Harus bisa mengatur ego

Seorang ghost writer memiliki tantangan utama yaitu ego diri sendiri. Kita tahu bahwa menulis itu adalah sebuah dorongan gairah dari dalam jiwa dan pikiran yang dituangkan melalui sebuah tulisan. Dan tulisan-tulisan yang bagus biasanya akan terlahir dari dorongan ego diri sendiri.

Tetapi saat menjadi ghost writer, kita harus bisa mengatur ego kita sendiri. Kita harus sadar bahwa kita menulis bukan untuk diri kita, tetapi untuk orang lain. Yang berarti akan ada campur tangan pemikiran dan ide-ide dari orang lain.

Di sinilah kita harus bisa mengatur ego kita, dan sedikit mengalah agar konten yang kita tulis sesuai dengan yang diinginkan orang lain namun juga tidak membuat kita merasa buntu dalam menulis.

2. Harus mengenali apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan untuk klien

Sekali lagi, kita menulis untuk orang lain. Jadi wajar jika kadang banyak tuntutan dari orang lain. Meskipun kita sudah ahli dalam menulis, akan tetapi kadang ada yang membuat kita tidak bisa melakukannya. Untuk itu kita harus bisa mengenali apa yang bisa dan tidak bisa kita lakukan untuk klien.

Sehingga nantinya kita menulis sesuai dengan apa yang kita bisa lakukan dan pihak klien pun tahu apa yang perlu ia tawarkan ke ghost writer.

3. Mampu menyelesaikan tulisan dengan linguistik yang sederhana

Memiliki kosakata yang kaya sangatlah penting bagi seorang penulis termasuk Ghost Writer. Karena dengan memiliki kosakata yang banyak, akan mampu membuat tulisan yang beragam. Tetapi bukan berarti harus menggunakan istilah atau kosakata yang sulit dipahami.

Sebagai ghost writer ada baiknya menyelesaikan tulisan dengan linguistik yang sederhana.

Draft materi yang kamu terima dari klien mungkin hanya akan mengandung kosakata yang terbatas. Namun, salah satu aturan pertama menulis (sebuah salinan) adalah menghindari pengulangan kata atau frasa yang berlebih, kecuali ada alasan yang diputuskan untuk melakukannya.

4. Jangan menggunakan harga standar yang sama untuk semua proyek

Menjadi ghost writer harus punya rate card atau standar harga yang perlu diketahui oleh klien. Akan tetapi harga standar yang kamu miliki jangan disama ratakan untuk semua proyek. Karena proyek-proyek yang akan kamu terima itu juga beragam. Sehingga perlu menyesuaikan.

5. Harus mengerti LEGAL

Terkadang kamu akan mendapatkan klien yang memang mensyarakatkan dokumen legalitas dari jasa kamu. Ada baiknya setiap mendapatkan proyek baru, selalu berikan perjanjian hitam di atas putih.

Selain itu kamu juga perlu memiliki dokumen yang mendukung jasa kamu, paling tidak NPWP. Atau jika kamu sudah bekerja secara tim dan sudah berkembang, perlu juga memiliki SIUP dan sejenisnya.

6. Selalu up to date

Sebagai ghost writer, kamu akan mendapatkan banyak klien dengan latar belakang berbeda dan mungkin jenis proyek yang berbeda. Untuk mempersiapkan hal itu, kamu harus selalu up to date tentang dunia literasi dan sejenisnya. Kamu harus tahu apa yang lagi menjadi tren, apa yang saat ini dibutuhkan banyak orang.

Menjadi ghost writer yang profesional itu bukan hanya memiliki klien kamu tetapi juga penikmat karyanya nanti.