Banyak yang menganggap menulis fiksi hanya bermodalkan imajinasi, padahal sejatinya tidak. Untuk bisa menghasilkan karya buku fiksi yang menarik sangat disarankan untuk melakukan penelitian atau riset kecil-kecilan. Karena dari situ nanti akan membuat isi cerita dari buku fiksi menjadi lebih berbobot.

Tak heran dalam menulis fiksi kadang membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan ada yang bertahun-tahun. Tapi jangan sampai waktu yang panjang itu membuat tidak efektif dalam proses menulis naskah. Disarankan dalam menulis naskah fiksi sebelumnya mempersiapkan beberapa hal agar proses menulis bisa lebih efektif.

Lalu bagaimana caranya? Blog Bukupedia ingin sedikit memberikan informasinya untuk kamu.

#1 Tulis semua ide yang ada di kepala

Tentu yang mendasari kamu ingin menulis adalah ide. Kamu pasti memiliki banyak ide yang memutar-mutar di kepala. Jangan simpan ide itu, segera tuangkan ke dalam buku catatan. Proses ini bahasa kerennya adalah Flash Fiction. Menuangkan semua ide yang muncul adalah cara pertama untuk menemukan kunci utama sebelum melangkah ke tahap berikutnya.

Baca juga : Ini Perbedaan Buku Fiksi dan Non Fiksi

Kalau kamu punya ide cerita, tuangkanlah. Punya lebih dari satu ide, tuangkanlah.

Mengapa ide harus ditulis/dicatat? Karena agar tidak hilang.

#2 Buat Outline sebelum menulis

Dari ide-ide yang muncul tersebut, kamu bisa kembangkan menjadi sebuah alur cerita singkat. Untuk memudahkannya kamu bisa membuat outline sebelum memulai menulis. Outline ini berguna untuk membuat proses menulis lebih efektif.

Ketika membuat outline, jangan lupa untuk diberi akhiran cerita. Kamu harus punya cerita akhir yang ingin dituju.

Ya meskipun kamu bisa saja mencari akhir ceritanya nanti, tapi faktanya itu tidak membuat efektif. Justru membuat cerita bisa bertele-tele. Dengan adanya outline dari awal hingga akhir, ini membuat kamu bisa punya patokan cerita dari awal. Meskipun nanti bisa diubah saat semua sudah selesai.

#3 Menulislah tanpa menunggu waktu

Kamu bisa mulai mengembangkan outline yang telah kamu buat tanpa harus menunggu waktu luang yang lama. Jangan ada alasan sibuk, karena itu membuat tidak efektif. Kamu tidak harus menulis dari awal berurutan. Coba saja menulis dari bab-bab yang sekiranya membuatmu nyaman untuk memulai menulis. Ingat, nanti tetap bisa kamu ubah ceritanya, jadi itu bukan draft terakhir.

Baca juga : Mudah Nulis Buku Fiksi atau Non Fiksi?

Misalnya saja kamu menulis dari BAB 1-3, kemudian lanjut dari BAB 6, itu bisa saja. Itulah mengapa di awal kamu harus menuangkan ide yang ada di kepala lalu membuatnya sebuah outline. Meskipun menulisnya tidak berurutan, kamu tetap punya patokan.

#4 Jangan terlalu sempurna

Dalam menulis fiksi, yang harus kamu lakukan adalah menuliskan apapun yang ada di kepala. Jangan melihat paragraf per paragraf dulu apakah itu sempurna atau belum. Karena jika seperti itu maka akan menguras waktu. Selesaikan dulu draft pertama, kemudian nanti tinggal dikoreksi jika ada yang perlu diperbaiki.

Menulis novel itu memang melibatkan imajinasi, manfaatkan imajinasi mu untuk mengembangkan tulisan fiksimu.