Sebagai orang tua, sudah pasti ingin memiliki anak yang punya perkembangan yang baik sejak anak berada di usia dini. Karena ketika masih usia dini, anak akan lebih mudah diarahkan dan itu akan menjadi modal yang baik agar anak nantinya bisa tumbuh menjadi orang yang lebih baik lagi.

Akan tetapi banyak orang tua yang bingung bagaimana caranya agar anak dapat meningkatkan perkembangan dan kecerdasannya sejak usia dini. Bahkan ada banyak orang tua yang menunggu hingga anak masuk TK. Menurutnya kalau sudah TK, nanti anak bisa diarahkan.

Padahal tidak begitu, sejak usia dini (balita) anak pun sebaiknya harus diajarkan hal-hal positif agar dapat terangsang kecerdasannya. Minimal anak tidak mudah takut dan berani berhadapan (berkenalan) dengan orang yang baru dikenal. Hal-hal seperti inilah yang perlu diharapkan oleh orang tua.

Sebenarnya orang tua bisa melakukannya dengan cara yang sederhana, asal itu rutin dilakukan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orang tua.

1.Memberikan asupan gizi yang baik dan tepat waktu

Penting bagi orang tua khususnya ibu untuk memperhatikan pola makan anak. Anak di usia dini sangat butuh asupan makanan yang bergizi tinggi, bukan yang berjumlah besar. Ingat, kualitas lebih baik daripada kuantitas. Dan yang perlu diperhatikan lagi adalah waktunya. Orang tua harus memberikan makan kepada anak tepat waktu.

Kalau sudah waktunya sarapan, ya harus diberikan sarapan. Gunakan sarapan yang sehat, seperti makanan yang berbahan gandum, susu, sereal, protein tinggi dan lain-lain. Kalau anak sudah bisa berjalan-jalan sendiri dan aktifitasnya banyak, perlu diberikan makanan yang bergizi.

Biasanya untuk memberikan sarapan pagi yang sehat setiap hari.

2. Berikan Mainan yang Edukatif

Masa anak-anak, sudah pasti sudah dengan mainan. Tetapi jangan sampai orang tua sekadar memberikan mainan yang disukainya. Sebagai orang tua, Anda harus memberikan mainan yang tidak sekadar menghibur tapi juga memberikan mainan edukasi ke anak. Terutama mainan yang dapat merangsang kinerja otak. Sehingga syaraf motorik anak dapat bekerja dengan baik.

Misalnya saja mainan seperti lego, puzzle, atau lainnya.

3. Ajak untuk Membaca Buku

Anak yang cerdas adalah yang sering diasah otaknya. Cara mengasahnya ya melalui permainan edukatif dan bisa juga melalui buku bacaan. Sekarang ini banyak sekali buku bacaan yang bisa digunakan untuk anak. Coba Anda belikan buku psikologi anak, akan ada banyak buku-buku yang lucu tetapi berdampak positif bagi kecerdasan anak.

Ini juga sebagai perangsang agar anak mulai mengenal buku dan suka membaca.

4. Ajak Anak Bermain Tanya Jawab

Penting bagi orang tua untuk selalu berkomunikasi dengan anak saat usia dini. Ajak anak untuk terus berbicara tentang hal-hal baru yang ada disekitarnya. Tapi ingat, harus yang positif. Anda bisa melakukan ini dengan mengajaknya bermain tanya jawab. Seperti ini akan merangsang otak anak, selain ia harus menjawab juga harus berpikir.

Tanyakan saja hal-hal sederhana, seperti : “Nanti hari Minggu ingin pergi kemana?” – “Buah jeruk itu rasanya apa?” – “Kalau mau pipis harus ke mana?” – dll.

Selain dia akan mendapatkan informasi baru, seperti ini juga dapat meningkatkan kecerdasaran anak usia dini. Jadi jangan sampai anak hanya diberi mainan apalagi gadget lalu orang tua tidak memperhatikannya.

5. Selalu bangun kehangatan di dalam keluarga

Meskipun kadang anak membuat jengkel orang tua, tetapi pastikan untuk selalu membangun kehangatan di dalam keluarga. Boleh memarahi anak, tetapi untuk hal yang positif dan lakukan dengan cara yang membuat anak nyaman.

Karena ini yang diperlukan oleh sang anak, mereka ingin mendapatkan kenyaman di dalam lingkungan paling dasar, yakni keluarga. Jangan sampai ada hal-hal negatif yang muncul di dalam keluarga dan itu nanti akan meracuni anak bahkan menjadi trauma bagi anak di masa dewasa.

Kami yakin setiap orang tua punya cara mendidik anaknya. Dan kecerdasan anak tidak bisa datang dengan sendirinya. Harus ada sentuhan dari orang tua agar bagaimana anak berperilaku yang bisa membantu tumbuh kembangnya.