Setelah kami memberikan perbandingan manfaat antara buku vs internet disini, sekarang kami akan membahas perbandingan antara buku vs televisi, mana yang lebih baik?

      Banyak yang berpendapat bahwa buku adalah baik dan televisi adalah buruk. Menghabiskan hari bersama buku yang tepat akan menjadikan anda memiliki lebih banyak pengetahuan dan membuat anda lebih intelek, tetapi jika anda menghabiskan hari hanya untuk menonton seharian, rasa malas untuk melakukan apapun akan memenuhi pikiran anda. Ini menjadi rahasia umum, membaca buku baik untuk anda, meningkatkan kemampuan dan pengetahuan juga membuat anda berpikir sedangkan menonton televisi hanya akan membunuh sel-sel otak anda.

     Lalu kenapa bisa begitu dan apa hubungannya? Apakah menonton TV tidak bisa dikatakan sebagai sarana pendidikan sebagaimana membaca buku? Misalnya, saat anda menonton film game of thrones malah menurunkan kecerdasan anda sedangkan membaca bukunya malah akan terjadi sebaliknya. Mungkin pendapat ini bisa dikatakan ada benarnya. Ada bermacam-macam jenis buku, ada buku yang berisi kebaikan dan tentunya bermanfaat, ada juga buku yang ditulis atau bertema buruk. apakah hal yang sama berlaku juga untuk acara televisi? Lalu, apakah sesedarhana itu mengkategorikan bahwa buku adalah baik dan televisi adalah buruk?

Penelitian tentang buku dan televisi

buku vs televisi 2

      Pada tahun 2013, sebuah studi dilakukan oleh universitas Tohoku di Jepang. Sebuah tim yang dipimpin oleh Hiraku Takeuchi meneliti korelasi antara tontonan televisi terhadap otak 276 anak dengan waktu yang telah dihabiskan dalam menonton televisi juga efek jangka panjang yang ditimbulkan. Meskipun telah banyak penelitian di masa lalu yang menunjukan bagaimana televisi mempengaruhi kemampuan anak-anak dalam perkembangan fisik, emosional juga mentalnya, namun belum ada studi yang mempelajari tentang perkembangan otak anak saat menonton televisi. Para peneliti mengemukakan bahwa semakin lama anak anak menonton televisi dapat menurunkan kemampuan penalaran verbal. Hal ini berhubungan dengan bagian otak yang dinamakan lobus frontalis menebal yang berdampak pada gairah dan kemampuan nalar.

      Semakin banyak anak anak menonton televisi maka semakin rendah hasil tes verbal yang mereka dapatkan. Efek negatif ini terjadi pada setiap anak, terlepas dari usia anak, jenis kelamin, dan latar belakang ekonomi. Sedangkan pada tahun yang sama sebuah studi di Emory University telah berhasil mengemukakan bahwa membaca, terutama novel, dapat meningkatkan konektivitas otak yang berhubungan dengan bahasa dan olah kata. Seperti yang sudah kami tulis disini. Tidak hanya itu, ada juga efek jangka panjang dari membaca buku yaitu membuat pikiran kita terus terasah dan dapat menunda kepikunan pada orang yang sudah lanjut usia. Penelitian bahkan menemukan bahwa resiko terkena alzhimer pada orang tua yang membaca secara teratur jauh lebih kecil daripada mereka yang hobi menonton televisi.

Menurut para peneliti di University of Sussex, enam menit membaca dapat mengurangi tingkat strees 68 persen. pada survei yang dilakukan, membaca juga mengalahkan kegiatan santai lainnya, seperti mendengarkan musik (61 persen), minum teh atau kopi (54 persen), dan berjalan-jalan (42 persen).

Mengapa 2 aktivitas ini memiliki efek yang berlawanan?

buku vs internet 2

      Sejauh ini, kita dapat melihat bahwa membaca adalah pilihan yang sangat baik jika dibandingkan dengan menonton televisi. Dampak menenangkan saraf, pengaturan olah kata, penalaran bahkan membuat anda terjaga dari kepikunan saat tua nanti. Lalu televisi? Menimbulkan efek sebaliknya. Tapi kita belum mengetahui mengapa itu terjadi?

Pertama, mari kita lihat pada studi tentang bagaimana anak-anak balita berinteraksi dengan orang tua mereka selama menonton televisi dibandingkan dengan membaca buku.

      Hasil penelitian menemukan bahwa menonton televisi menunjukan jumlah yang lebih rendah terhadap kualitas komunikasi antara orang tua dan anak dibanding membaca buku. Contohnya saat acara program televisi pendidikan, orang tua akan jarang memberikan komentar untuk anak-anak mereka. Sekalipun mereka melakukannya, terkadang komentar mereka tidak berhubungan dengan materi didalam acara televisi tersebut yang seharusnya didapatkan anak-anak. Tidak ada komunikasi dua arah dalam menonton televisi juga merupakan sisi negatif. Bandingkan dengan membaca buku secara bersama sama, orang tua lebih berinteriksi dengan anak-anak mereka, memberikan pertanyaan dan penjelasan terkait materi dalam buku tersebut, anak juga dapat memberikan pertanyaan dan pernyataan terhadap isi atau jalan cerita dalam buku yang dibaca.

buku vs televisi 3

       Diluar itu semua, ini bukan hanya masalah kualitas program tv atau sekedar isi buku. Nampaknya sifat dari dua kegiatan ini memang berseberangan dan menyebabkan perbedaan. Televisi dirancang agar kita menjadi “pasif”. Saat anda menemukan acara yang anda suka, anda hanya bisa duduk dan menonton bagian demi bagian hingga acara itu selesai. Televisi juga menyajikan ide-ide dan karakter hanya pada tingkat permukaan pikiran kita, tidak memiliki sense of feel dari penggambaran dan kurang menjelaskan setiap potongan situasi secara lebih rinci.

       Disisi lain, Buku adalah jenis hiburan dan pembelajaran yang lebih proaktif. Pembaca harus berkonsentrasi untuk mencerna alur cerita dan konsep yang tertuang dalam buku tersebut. Ketika kita membaca, kita dipaksa menggunakan imajinasi kita untuk membayangkan cerita, karakter atau tempat pada cerita di buku tersebut. Kelebihan lain dari buku adalah dapat menjelaskan segala sesuatu secara lebih detail dan mendalam, sementara televisi sebagian besar hanya bartumpu pada karakter dan dialog. Buku dapat membuat pembaca larut dalam adegan, pikiran karakter, dan emosi yang ada di dalam cerita secara bersamaan.

Lalu mana yang akan anda pilih ? Membaca buku atau menonton televisi?