Membuat naskah buku mungkin mudah dilakukan, apalagi untuk menerbitkannya. Tetapi faktor eksternal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana supaya buku yang kamu terbitkan bisa laku di pasaran.

Menjadi seorang penulis bukan sekadar menulis saja. Tetapi penulis juga harus tahu dampak dan bagaimana buku yang telah diterbitkannya agar bisa diterima pembaca. Tentu ini menjadi sebuah proses lain untuk penulis selain memang fokus untuk membuat naskah.

Di era sekarang ini, penulis dituntut tidak hanya terampil dalam menulis saja, tetapi juga harus paham tentang marketing. Sehingga naskah yang ditulisnya tidak akan sia-sia dan bisa laku di pasaran. Itu yang menjadi PR besar bagi penulis.

Mungkin menulis naskah dalam waktu kurang dari 6 bulan bisa selesai, tetapi supaya buku yang diterbitkan bisa laku dalam waktu satu tahun itu kadang sulit. Apalagi di tengah persaingan sekarang ini yang mana banyak penulis-penulis baru dengan buku-bukunya yang bagus.

Lalu bagaimana mengatasinya?

#1 Melihat daftar Buku Best Seller

Sebelum menulis naskah, alangkah baiknya jika kamu melakukan riset tentang tema buku yang paling banyak diminati pembaca. Kamu bisa datang ke toko buku atau melihat daftarnya di toko buku online. Lihatlah daftar buku Best Seller yang terpampang di rak tersebut. Jangan sekedar lihat, kalau bisa beli salah satu atau lihat sinopsisnya.

Cermati alur ceritanya dan temanya.

Dari situ kamu bisa menyimpulkan buku yang banyak diminati orang itu buku-buku yang seperti itu. Sehingga kamu bisa membuat naskah yang dengan tema hampir-hampir sama tetapi dikonsep dengan gaya kamu sendiri.

Tetapi ingat, jangan sekedar melihat buku yang laris karena trend sesaat. Karena buku yang lagi laris karena trend, biasanya tidak akan berumur panjang.

#2 Melakukan Riset Pembaca

Kalau sudah menemukan tema apa yang akan ditulis, kamu bisa melakukan riset sederhana untuk menentukan target pembaca. Misalnya saja tema buku yang banyak diminati pembaca adalah tentang motivasi, lalu kamu punya ide untuk membuat buku motivasi. Motivasi kan banyak, nah kamu tinggal sesuai saja dengan target pembaca buku kamu nanti.

Ini penting karena nanti bisa berpengaruh ke tahap penulisan naskah. Jika kamu sudah mengetahui siapa pembaca buku kamu nanti, dalam menulis naskah kamu bisa menggunakan gaya penulisan yang sesuai dengan target pembaca. Sehingga buku kamu nanti akan mudah diterima pasar.

#3 Mempertegas pasar

Kamu tidak mungkin membuat buku yang bisa dinikmati semua orang dari berbagai kalangan. Setiap buku pasti punya pasarnya sendiri-sendiri. Untuk itu, dalam menentukan pangsa pasar, kamu harus tegas. Misalnya buku yang akan kamu tulis memiliki pangsa pasang 90% kalangan remaja, lalu pertegas lagi kira-kira untuk remaja yang menyukai apa? Kamu perlu membuat break down pangsa pasarnya secara tegas dan jelas.

#4 Menggunakan gaya penulisan bertutur

Salah satu pembaca menyukai sebuah buku adalah tulisannya enak dibaca, ringan dan mudah dipahami. Jadi akan lebih baik jika menggunakan gaya penulisan bertutur. Gaya seperti ini akan lebih mudah dipahami pembaca dan penyampaiannya juga ringan.

Apalagi jika kamu ingin menulis buku yang temanya berat, gaya penulisan harus sangat diperhatikan. Jangan sampai pembaca bosan membaca karena penyampaian dalam tulisannya terlalu berat dan kurang asyik.

Jadilah penulis yang sederajat dengan pembaca, jangan memberi kesan menggurui.

#5 Membuat judul yang khas dan beda

Orang membeli buku yang pertama dilihat adalah judulnya. Judul ini memang sangat penting untuk menentukan laku atau tidaknya. Kalau judulnya biasa-biasa saja, orang juga akan menganggap kalau isinya juga biasa. Begitu juga sebaliknya.

Dalam membuat judul, akan lebih baik jika membuat dengan judul yang khas dan berbeda. Kalau bisa itu menjadi identitas kamu sebagai penulis. Kita ambil contoh Raditya Dika. Semua buku-bukunya memiliki judul yang berhubungan dengan hewan. Misalnya, Kambing Jantan, Babi Ngesot, Manusia Setengah Salmon, Koala Kumal, dll.

Dari situ maka akan tercipta identitas, hal ini dikarenakan beda. Jadi kalau ingin memenangkan persaingan, jangan membuat buku yang lebih bagus dari buku yang telah ada dipasaran. Namun, buatlah buku yang punya perbedaan di tengah maraknya buku yang ada di pasaran.

#6 Sinopsis yang menarik

Sinopsis yang menarik adalah yang membuat pembaca menjadi penasaran dengan isi buku. Sinopsis memang inti sari dari sebuah buku, tetapi di dalam sinopsis juga bisa dibuat sedemikian rupa yang membuat pembaca menjadi bertanya-tanya dan ingin mengetahui lebih lengkap isi bukunya.

Itu beberapa cara yang bisa dilakukan supaya buku kamu bisa laku di pasaran. Tentu harus melakukan proses yang panjang. Belajarlah dari buku Laskar Pelangi, dimana dalam prosesnya membutuhkan waktu yang sangat panjang dan itu memang berhasil dilakukan. Bahkan hingga sekarang Laskar Pelangi bisa dikatakan menjadi salah satu buku novel terbaik yang ada di Indonesia. Selamat Berkarya