Kalau kamu punya ketertarikan di dunia komputer, khususnya bagaimana cara membuat sebuah program atau aplikasi, kamu bisa mempelajarinya tanpa harus duduk di bangku kuliah. Ya, untuk menjadi programmer itu bisa dilakukan secara otodidak. Tapi ini bukan berarti kami menolak pendidikan perguruan tinggi. Bukan seperti itu.

Yang kami maksud di sini adalah kalau kamu memang punya ketertarikan di bidang itu dan tidak ada keinginan untuk mempelajarinya di perkuliahan, kamu pun tetap bisa meraih mimpi itu dengan belajar sendiri.

Karena ilmu programming / komputer ini merupakan ilmu terapan, yang artinya kamu akan bisa menguasainya dengan cara praktek.

Bahkan kadang mahasiswa jurusan IT yang notabene di kuliah diajarkan ilmu programming, kadang kalau sudah lulus tidak menjadi mereka bisa. Banyak yang telah mengalaminya.

Untuk itu buat kamu yang tidak kuliah, masih terbuka kesempatan lebar untuk tetap bisa menjadi programmer otodidak. Hal yang perlu kamu lakukan adalah :

#1 Belajar Algoritma Dasar

Sebelum kamu mempelajari ilmu programming lebih jauh, pelajaran dasar yang perlu kamu pahami adalah soal algoritma. Algoritma ini merupakan langkah-langkah penyelesaian sebuah masalah. Kalau kamu sudah paham mengenai algoritma, nantinya akan mudah mempelajari bahasa program yang kamu inginkan. Karena ini memang dasar dari ilmu programming.

Di internet banyak sekali materi mengenai algoritma, dan kamu bisa belajar melalui media tersebut. Atau kamu juga bisa membacanya dari buku-buku Algoritma seperti “Algoritma Dan Struktur Data Bahasa C“. Kami sarankan memang mempelajarinya melalui buku, karena referensinya lebih komplit dan sistematis.

#2 Memilih Bahasa Pemrograman

Dalam memilih bahasa pemrograman ini perlu disesuaikan dengan minat. Misalnya saja kamu tertarik untuk membuat program yang berbasis web, berarti kamu harus fokus mempelajari bahasa program seperti HTML, PHP, NodeJS, dll. Kalau ingin membuat program yang versi desktop, berarti bahasa program yang perlu dipelajari adalah Java, Delphi, dll.

Pemilihan bahasa pemrograman ini sangat penting, karena akan membuat kamu lebih fokus dalam belajar. Jangan sampai semua dipelajari karena itu kadang hasilnya kurang optimal. Mending fokus di satu Bahasa Pemrograman dan dalami itu. Sehingga nanti kamu akan lebih expert di bidang itu.

#3 Praktek Langsung

Kalau kamu ingin menjadi programer otodidak, saran kami jangan terlalu banyak teori. Langsung saja praktek dengan membuat proyek kecil-kecilan. Dari situ kamu akan belajar membuat proyek sekaligus belajar. Dan cara seperti ini lebih efektif dibanding mempelajari materi satu per satu.

Misalnya saja kamu fokus mempelajari bahasa program desktop, coba kamu untuk membuat proyek aplikasi pendataan inventaris. Ini program sederhana, tapi bagi kamu yang baru belajar tentu akan menjadi luar biasa. Tidak apa membuat yang kecil-kecil dulu toh tujuannya untuk belajar.

Pastikan tujuan akhirnya adalah program atau aplikasi bisa berjalan sesuai dengan harapan. Jadi sebelumnya kamu juga perlu menargetkan tujuan akhir.

#4 Tinjau Ulang Karya Kamu

Meskipun membuat proyek kecil-kecilan, tetapi setelah jadi jangan berbangga diri dulu. Kamu harus mencoba meninjau ulang hasil karya kamu itu. Coba cari kekurangannya apa. Dari kekurangan itu catat dan coba untuk diperbaiki di proyek selanjutnya.

Meninjau ulang ini juga cara agar kamu bisa memahami hasil yang telah kamu buat.

#5 Praktek Lagi

Jangan cepat puas jika belajar pemrograman, karena setiap waktu ilmu ini juga terus mengalami pembaharuan. Jadi kamu harus terus belajar dan membuat hal-hal baru. Dalam setiap prakter membuat proyek baru, pastikan untuk memperbaiki kesalahan dan kekurangan di proyek sebelumnya. Misalnya di proyek sebelumnya menggunakan sistem yang kurang efektif, sekarang di proyek selanjutnya di buat dengan lebih efektif. Sehingga proses pembuatan juga akan lebih menghemat waktu.

#6 Bergabunglah dengan Komunitas

Belajar programming secara otodidak dengan sendiri memang kurang asyik. Selain tidak bisa ada yang diajak komunikasi, juga tidak bisa bertukar ilmu. Maka bergabunglah dengan komunitas programming di daerah mu. Ini akan sangat membantu kamu untuk mendapatkan hal-hal baru. Terlebih di sana akan banyak programmer yang telah berpengalaman, sehingga kamu bisa belajar banyak dengan nya.

Bahkan kamu bisa berkesempatan untuk diajak kolaborasi menggarap sebuah proyek.

Menjadi programmer otodidak memang butuh proses. Kalau boleh dikatakan, belajar secara otodidak justru waktunya akan lebih cepat dibanding orang yang kuliah. Kamu belajar dan fokus di pemrograman selama 1 tahun saja sudah bisa menguasai. Kalau kuliah, selama 4 tahun belum yakin bisa. Karena belajar secara otodidak akan lebih fokus. Selamat belajar!