Petir merupakan fenomena alam yang cukup menarik jika disaksikan dengan mata telanjang. Namun, tak jarang yang merasa takut dengan adanya petir ini. Karena gelaja alam yang satu ini juga dapat mencederai manusia yang ada di bumi, bahkan banyak yang meninggal dunia karena terkena sambaran petir.

Mengapa Petir Bisa Terjadi?

Kalau dijelaskan secara ilmiah akan sangat panjang sekali. Namun, biasanya petir terjadi saat kondisi awan mendung atau di saat musim penghujan. Petir yang berupa kilatan cahaya kemudian disusul suara gemuruh (gledek) yang intisitas suaranya berbeda-beda.

Mengapa gemuruh yang menggelegar muncul setelah petir? Karena adanya perbedaan kecepatan suara dan cahaya.

Petir muncul di antara awan dan bumi atau antara awan satu dengan lainnya.

Jadi awan itu bergerak secara terus menerus, dan pergerakan awan ini memunculkan muatan listrik negatif di salah satu sisinya dan muatan positif di sisi lainnya. Nah karena adanya muatan-muatan listrik ini yang saling mengumpul, akhirnya terjadi pelepasan ke bumi maupun ke awan lain. Akhirnya munculah petir.

Karena dampak negatif dari petir cukup berbahaya bagi keselamatan manusia yang ada di bumi, maka munculah alat penangkal petir.

Alat penangkal petir biasanya dipasang di bangunan baik itu rumah, tower, atau lainnya yang tinggi dan bentuknya kalau pernah kalian lihat hanya sebuah logam besi yang ujungnya lancip. Kemudian dipasang di atas bangunan dan posisinya memang harus lebih tinggi dibanding bangunannya itu sendiri. Sehingga nantinya jika ada petir sambarannya bisa langsung ke alat ini, tidak ke sisi bangunan lain.

Bagaimana Sistem Kerjanya?

Jadi fungsi dari alat penangkal petir itu untuk melindungi bangunan yang tinggi dan tentunya yang ada di dalam bangunan itu, which is manusia. Sehingga apabila nanti bangunan terkena sambaran petir, maka tidak akan mengalami kerusakaan. Karena petirnya langsung tersalurkan ke alat penangkal petir ini.

Nah, mengapa alat penangkal petir di posisikan lebih tinggi dari bangunan atau ditempat di ujung tertinggi sebuah bangunan? Karena sifat dari muatan listrik yang ada di petir sendiri adalah akan mencari jarak yang terpendek untuk mengalirkan listrik dari awan ke bumi atau sebaliknya.

Nah, supaya bisa mencari jarak terpendek, maka alat penangkal petir harus diposisikan paling ujung atas.

Penangkal petir sendiri bukan untuk ‘menangkal atau menolak’ petir supaya tidak datang. Tetapi untuk menjadi media penghantar muatan listri dari awan agar bisa berpindah ke tanah melalui kawat yang tersambung dari ujung alat penangkal petir. Jadi kalau kalian lihat, alat penangkal petir itu memiliki kawat besi yang terhubung dari logam yang ada di atas dan menjalar ke bawah dan ditanam ke tanah. Sehingga petir pun tidak akan melalui bangunan.

Untuk memasang penangkal petir pun tidak bisa sembarangan, sudah ada perhitungan dan jenis alat yang khusus untuk menampung muatan listrik dari petir ini.

Seperti itu kiranya penjelasan mengenai alat penangkal petir ini. Semoga dengan informasi singkat ini kalian bisa mendapatkan edukasi positif dari kami.