Saat bertemu orang untuk pertama kalinya, kemungkinan besar Anda akan mempercayai naluri dan penilaian Anda. Namun, ini mungkin bukan cara yang terbaik, karena kemungkinan Anda memiliki beberapa prasangka dan penilaian subjektif dari diri Anda.

Mengabaikan probabilitas – banyak orang menganggap probabilitas menjadi konsep yang sulit untuk dihadapi. Hal ini membuat mereka membuat keputusan hitam atau putih.Dengan kata lain, mereka memilih 0 persen atau 100 persen. Masalah dengan jenis pengambilan keputusan ini adalah bahwa kebanyakan hal tidak semudah seperti membedakan siang atau malam maupun lelaki dan wanita. Pada kenyataannya, mereka adalah campuran dari beberapa hal. Jadi, orang yang Anda anggap 100 persen bagus, mungkin sebenarnya, memiliki sisi negatif yang Anda abaikan karena prasangka Anda.

Ketakutan dan Prasangka – ini dapat digambarkan sebagai kecenderungan kita yang keliru menghubungkan tindakan dan efek. Misalnya, Anda melihat berita tentang serangan hiu di pantai yang akan Anda kunjungi. Meski serangan hiu adalah yang pertama dalam beberapa dekade di lokasi itu, Anda langsung memutuskan untuk tidak berenang di laut selama liburan Anda. Kemungkinan diserang hiu sangat rendah, dan kenyataannya, jutaan orang berenang dengan aman di laut setiap tahunnya. Oleh karena itu, dengan tetap berada di luar air Anda merasa aman dari incaran hiu. Anda telah membangun korelasi prasangka dan ketakutan pada diri Anda sendiri.

Prasangka dapat menyebabkan kita membuat penilaian  terhadap orang yang salah. Dan ini bisa menjadi hal yang buruk bagi kita.

 

Membuat Penilaian subjektif  Bisa Berbahaya bagi Anda

Bayangkan Anda mewawancarai seseorang untuk merawat anak-anak Anda

Orang tersebut tampak tenang, percaya diri dan santai. Dia juga memiliki kualifikasi dan pengalaman  kerja mengasuh anak. Karena keselamatan dan kesejahteraan anak-anak Anda adalah yang terpenting, Anda meminta orang tersebut untuk menunjukan referensi dari pekerjaan merawat anak sebelumnya. Dia meraih tas tangannya dan mengeluarkan sebuah amplop yang berisi dua surat tulisan tangan. Dan semua tampak sebagai surat referensi asli dari dua atasannya sebelumnya.

Seiring dengan semua,  wanita itu tampak berkualitas dan ramah, Anda merasa tertarik untuk menawarkan peran anak Anda kepadanya segera. Namun, ada  hal mengganjal pikirian Anda. Sebagai gantinya, Anda berkata kepada orang itu: “Terima kasih atas waktumu hari ini. Saya akan memberitahu Anda besok jika kami cocok. “

Setelah wanita tersebut pergi, Anda memutuskan untuk melakukan sedikit riset online dengan menggunakan nama dan alamat orang tersebut. Apa yang Anda temukan membuat Anda takut. Kisah berita yang kredibel menyatakan bahwa orang tersebut terlibat kasus penganiayaan terhadap anak-anak. Dia juga diadili atas pelanggaran tersebut dan telah menjalani beberapa bulan di penjara!

Setelah menemukan kebenaran tentang orang itu, Anda benar-benar tak berminat untuk menawarkan posisi merawat anak Anda. Namun pointnya adalah,  Anda hampir saja memberinya pekerjaan itu, dari penilaian subjekif Anda. Itu cukup untuk memberi Anda mimpi buruk bukan?

Seperti yang ditunjukkan di atas, membuat penilaian subjektif yang salah tentang seseorang bisa menjadi hal yang sangat buruk.

 

Gunakan Enam Kiat Ini untuk Memutuskan Apakah Orang Dapat Dipercaya

Belajar bagaimana menentukan dengan benar apakah seseorang dapat dipercaya lebih mudah daripada yang Anda kira. Dan untuk membuktikannya kepada Anda, kami telah mengumpulkan tujuh tips sederhana untuk menentukan apakah seseorang harus dipercaya.

 

amati seseorang

1. Amati orang dari perspektif yang berbeda dan dalam situasi yang berbeda.

Anda tidak ingin menilai seseorang dengan mudah. Dengan melakukan ini, Anda tidak akan memberi diri Anda cukup waktu dan materi untuk membentuk penilaian seseorang yang akurat. Sebagai gantinya, cobalah untuk mengamati cara seseorang berperilaku dalam skenario yang berbeda.

Misalnya, seseorang di tempat kerja mungkin tampak hangat, mudah didekati dan super ramah. Namun, Anda mungkin melihat sisi yang berbeda pada mereka saat mereka pergi jalan-jalan dengan teman di malam hari. Alih-alih orang yang ramah yang Anda lihat di tempat kerja, mereka mungkin menjadi riuh, sombong atau bahkan agresif.

analisa prilaku

2. Menganalisis perilaku mereka untuk melihat apakah konsisten dalam situasi yang berbeda.

Seperti yang dibahas di atas, orang dapat menunjukkan sisi yang berbeda pada kepribadian mereka tergantung pada situasi di mana mereka berada. Orang yang andal dan dapat dipercaya lebih cenderung menunjukkan perilaku yang konsisten daripada seseorang yang menyembunyikan sesuatu.

Jika Anda pernah membaca buku Psychology of Risk, Anda akan melihat sebuah pola. Orang yang menyembunyikan sesuatu seringkali terlalu ramah pada awalnya, namun ketika mereka terdesak  mereka sering menunjukan  kemarahan dan tidak bisa mengontrol emosi mereka. Orang yang jujur cenderung menunjukkan kestabilan di dalam emosi mereka.

luangkan waktu

3. Luangkan waktu untuk menemukan “gambaran keseluruhan” seseorang.

Kami yakin Anda pernah mendengar ungkapan “Jangan menilai buku dari sampulnya”. Nah, ini benar bukan hanya untuk buku tapi juga untuk orang! Anda harus mengambil waktu yang cukup untuk mencapai penilaian yang sebenarnya terhadap seseorang.

Sebagai contoh, saat pindah ke rumah atau apartemen baru. Anda mungkin telah mengenalkan diri pada tetangga sekitar, namun kemudian Anda menemukan bahwa salah satu dari mereka tampak tidak bersahabat,  Anda langsung tidak menyukainya. Namun kenyataannya di masa depan, tetangga ini ternyata sangat banyak membantu. Mereka menerima surat Anda, membersihkan jalan masuk ke properti Anda  dan bahkan menawarkan untuk merawat hewan peliharaan Anda saat Anda pergi berlibur. Kalau dipikir-pikir, nampaknya mereka baru saja mengalami hari yang buruk saat Anda  pertama kali bertemu dengan mereka dan Anda terlalu tergesa-gesa dalam penilaian Anda.

mempercayai orang lain

4. Lihatlah apakah mereka mempercayai orang lain.

Orang yang mudah curiga terhadap orang lain, adalah orang yang sama yang mungkin tidak ingin Anda percayai.

Hal ini dibuktikan oleh sebuah studi baru-baru ini tentang perilaku pemain video game online. Studi tersebut menemukan bahwa mereka yang senang bekerja sama dan saling bergantung pada pemain lain cenderung lebih solid dan teamwork mereka lebih baik dalam sebuah pertandingan.

Dengan kata lain, kepercayaan adalah jalan dua arah.

 

apa yang kau tentang aku

5. Tanyakan pada diri Anda seberapa banyak Anda tahu tentang mereka.

Masuk ke dalam kepala seseorang memungkinkan Anda memahami bagaimana mereka berpikir dan bertindak. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan mendengarkan dengan seksama apa yang mereka katakan. Kata-kata kita adalah cerminan dari sebuah pemikiran.

Peneliti kriminal sering menggunakan trik ini. Saat mewawancarai tersangka, mereka mengajukan banyak pertanyaan, termasuk beberapa yang tidak spesifik untuk kasus tertentu.Mereka melakukan ini untuk melihat apakah tersangka akan mengungkapkan lebih banyak tentang diri mereka sendiri daripada yang mungkin ingin mereka lakukan. Orang yang bersalah mungkin berusaha keras menyembunyikan kebenaran. Namun kebenaran akan menemukan jalannya sendiri.

Begitu Anda menemukan pola pikir seseorang, Anda dapat membuat penilaian yang benar atas kepribadian seseorang

 

masa lalu seseorang

6. Cobalah untuk belajar tentang masa lalu mereka.

Mungkin, orang yang berdiri di depan Anda mungkin terlihat seperti malaikat , tapi apa yang Anda benar-benar tahu tentang mereka?

Sebelum memberikan kepercayaan kepada seseorang, ada baiknya untuk belajar tentang masa lalu mereka. Pengusaha memahami hal ini dengan baik. Kapan pun mereka mempekerjakan staf baru, mereka cenderung memiliki proses rekrutmen yang ketat. Ini biasanya dimulai dengan melihat detail resume. Jika resume sesuai dengan kebutuhan perusahaan, maka kandidat akan diminta masuk untuk serangkaian wawancara. Atasan akan menyelidiki kandidat tentang kualifikasi dan pengalaman kerja mereka. Jika kandidat cukup beruntung untuk dipilih untuk pekerjaan itu, tetap akan referensi sebelum kontrak ditandatangani.

Meskipun Anda tidak perlu melakukan hal ini dengan teliti saat menilai seseorang, pasti masuk akal untuk menyadari masa lalu mereka.

      Dari enam tips diatas adalah adalah kunci yang cukup memahami seseorang agar percaya diri dalam menentukan apakah mereka bisa dipercaya. Contoh bagusnya, adalah saat memilih teknisi otomotif. Iklan mereka di radio atau facebook mungkin terdengar menarik, namun lakukan penelitian untuk mengetahui apakah pelanggan mereka telah puas dengan pekerjaan mereka.

Kita semua memiliki masalah kepercayaan dari waktu ke waktu. Itu hanya sifat manusia. Namun, jika Anda mengikuti enam tips di atas, Anda bisa mengupgrade skill penilaian orangyang Anda miliki. Ini bisa membantu Anda menyesuaikan diri dengan orang-orang yang dapat dipercaya, dan untuk menghindari hal yang tidak jujur dan menyengsarakan Anda.