Kamu pasti pernah mendengar seseorang yang bisa ini itu tapi tidak belajar secara formal di sekolahan, tapi ia belajar secara otodidak. Kalau yang belum tahu pengertian otodidak pasti akan bingung, otodidak itu apa? Malah disangka nama sekolah. 😀

Belajar Otodidak itu adalah belajar secara sendiri atau mandiri. Ia tidak mengandalkan sekolah/lembaga pelatihan/instansi belajar mana pun. Jadi benar-benar belajar sendiri dengan media yang sudah ada.

Tentu karena belajar dengan sendiri, maka prosesnya juga akan berbeda. Belajar otodidak ini justru waktu yang dibutuhkan lebih sedikit. Misalnya saja seseorang yang ingin punya cita-cita jadi programmer. Yang satu belajar melalui bangku kuliah dengan waktu anggap saja 3 tahun untuk jenjang D3, tapi yang satu belajar secara otodidak yang mungkin hanya butuh waktu 1 tahun saja.

Mengapa orang belajar secara otodidak lebih cepat bisa? Karena mereka hanya fokus belajar apa yang mereka ingin capai. Mereka langsung to the point. Beda dengan  yang kuliah, pasti akan belajar hal-hal di luar programming dulu, dll.

Tapi ini bukan berarti belajar secara otodidak lebih bagus lho. Semuanya positif, karena sama-sama proses belajar.

Nah kalau kamu memang ingin memiliki keahlian khusus dengan belajar secara otodidak, sebaiknya persiapkan dengan matang. Agar apa yang kamu pelajari nanti benar-benar efektif dan tidak sia-sia. Karena banyak juga yang sok belajar otodidak, tapi pada akhirnya tidak bisa mendapatkan apa yang diinginkan.

Baca juga

Berikut ini ada beberapa cara belajar otodidak yang efektif. Semoga bisa jadi pertimbangan kamu.

1. Niat dan Mantapkan Pilihan

Yang pertama tentu harus niat, tanpa niat tentu kita tidak bisa melakukannya. Niat ini adalah penggerak awal. Setelah itu menentukan pilihan apa yang ingin dipelajari secara otodidak. Pastikan dalam memilih disesuaikan dengan kesukaan atau tujuannya untuk menghasilan sesuatu. Entah nanti untuk kebutuhan usaha atau lainnya.

Jangan sampai menentukan bidang pilihan yang ingin dipelajari dengan asal-asalan. Nanti dampaknya kamu bisa berubah-ubah ketika proses belajar. Misalnya kamu ingin jadi desainer, ya kamu harus mantapkan betul pilihan ini. Dan yakinkan nanti ilmu yang kamu pelajari ini bisa digunakan untuk kebutuhan ke depannya seperti bekerja atau membuka usaha jasa desain.

2. Jangan Gunakan Satu Media

Kalau kamu ingin belajar secara otodidak, kamu harus menggunakan banyak media untuk mencari ilmu pelajaran. Kamu bisa memanfaatkan buku, majalah, internet seperti YouTube, situs website blog, dan lain-lain. Pokoknya segala sumber informasi harus kamu gunakan agar semakin banyak referensi yang kamu dapatkan.

Kalau hanya bersumber dari internet atau YouTube saja juga tidak baik, kamu juga perlu membacanya melalui buku-buku.

3. Terbuka dengan Dunia Luar

Belajar otodidak tantangannya memang besar. Kamu tidak boleh hanya bergantung pada media-media yang sudah disebutkan pada nomor 2 tadi. Tetapi kamu juga perlu membuka diri dengan dunia luar. Apalagi di era sekarang ini yang semuanya serba terbuka.

Yang dimaksud di sini kamu juga perlu menambah jaringan dan cari yang benar-benar bisa membantu kamu dalam belajar. Misalnya saja kamu bergabung dengan komunitas yang sesuai dengan bidang yang sedang kamu pelajari, atau bisa mencari teman untuk sharing bersama soal pengalaman-pengalaman di bidang kamu.

4. Manajemen Waktu itu Penting

Belajar otodidak itu kan belajar sendiri, artinya kamu tidak ada yang mengatur masalah waktu harus belajar kapan dan istirahat kapan. Jadi kamu perlu bisa memanajemen waktu yang baik. Kamu harus bisa membagi waktu agar kamu juga bisa belajar dengan baik. Kalau belajar terus menerus juga tidak baik. Kamu nanti malah jadi stress.

Seperti itu.