Banyak orang rela mengeluarkan kocek yang tidak sedikit untuk sekolah. Bisa dibilang biaya pendidikan memang tidak murah. Biaya pendidikan untuk sekolah-sekolah yang memiliki fasilitas yang lengkap bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta. Apalagi di negara-negara berkembang, seperti di Indonesia, masih sedikit program “sekolah gratis” dari pemerintah. Menurut data dari UNICEF tahun 2016 lalu, sebanyak 2,5 juta anak Indonesia tidak bisa menikmati pendidikan lanjutan. Jumlahnya mencapai 600 ribu untuk anak usia sekolah dasar, kemudian sebanyak 1,9 juta anak usia sekolah menengah pertama.

Kebanyakan program-program bantuan pemerintah tersebut ditujukan bagi siswa yang berprestasi secara akademik dan non akademik. Tentunya untuk mendapatkan beasiswa tersebut, seleksinya sangat ketat. Selain beasiswa prestasi, ada juga beasiswa yang ditujukan bagi siswa kurang mampu. Lalu bagaimana dengan siswa yang biasa-biasa saja? Baik dari segi pendidikan maupun ekonomi orang tua.

Pro dan kontra pun akhirnya bermunculan. Ada sebagian orang yang mengatakan bahwa sekolah itu nomor satu. Sekolah itu penting, tidak sekedar untuk formalitas saja. Namun sebagian orang mengatakan bahwa sekolah itu tidak penting karena tidak bisa menjamin kesuksesan seseorang. Sukses atau tidaknya seseorang tidak disebabkan oleh pendidikan yang ia miliki.

Namun kembali lagi kepada orang tersebut. Faktanya, banyak orang dengan latar pendidikan yang biasa aja, atau bahkan nihil, malah sukses dengan bidang mereka masing-masing. Lalu mana yang benar? Apakah orang yang mengatakan bahwa sekolah tidak penting itu bisa menjamin bahwa orang yang menuruti perkataan mereka akan bisa sukses?

Muncul lagi pertanyaan, bagaimana kita menyikapi hal ini? Pertama, tentu saja kita perlu mengubah mindset dulu. Tentu saja semua hal yang kita lakukan di dunia ini memiliki tujuan. Apabila kita memiliki kesempatan bisa bersekolah, mengapa tidak kita ambil kesempatan baik tersebut? Sederhananya, Tuhan memberikan kita kesempatan untuk menyelamatkan anak-anak yang tidak memiliki kesempatan untuk bersekolah tadi. Namun kembali lagi, apakah anak-anak yang tidak sekolah tadi bisa sukses? Mungkin bisa.

Jika ditarik kesimpulannya, sebenarnya bukan sekolah atau tidak sekolah yang dapat menentukan kesuksesan seseorang. Tetapi sejauh mana daya juang orang tersebut untuk sukses? Sebagian orang yang bisa sukses karena pendidikannya memiliki daya juang yang tinggi. Ia memanfaatkan kesempatan bersekolah untuk menjadi salah satu senjata bagi masa depannya. Sebaliknya, sebagian orang yang bisa sukses melalui jalur lain selain pendidikan, juga memiliki daya juang yang tinggi untuk mencapai tangga kesuksesan versinya sendiri. Daya juang lah yang memengaruhi kesuksesan