Bagi yang belum tahu, sastra itu ada dua macam, yakni Sastra Lama dan Sastra Baru. Kamu perlu tahu nih perbedaan sastra lama dengan sastra baru. Apalagi buat adik-adik yang baru belajar dunia sastra dan literasi, wajib tahu soal ini.

Perbedaan antar keduanya cukup jauh dan dipengaruhi oleh waktu. Baik, langsung saja tanpa lama-lama berikut penjelasannya.

Sastra Lama

Sesuai dengan namanya, sastra lama ini muncul pada zaman dahulu. Format dari sastra lama ini lebih berbentuk ucapan atau lisan. Sastra lama ini juga disebut sebagai sastra melayu, karena muncul di era melayu pada orang-orang terdahulu.

Di dalam sastra lama, cerita-cerita yang ada di dalamnya banyak mengandung unsur-unsur pelajaran atau hikmah suatu kehidupan. Karena latar belakangnya di zaman dulu, maka mempengaruhi isi dari sastra tersebut. Biasanya akan mengisahkan dengan latar belakang kerajaan atau dengan benda-benda tradisional.

Dan di dalam sastra lama ini dulunya membuat orang sangat percaya dengan apa yang ada di dalam sastra itu.

Contoh-contoh sastra lama diantaranya adalah legenda, mitos, dongeng, pantun, mantra, parable gurindam, dll.

Sastra Lama memiliki ciri-ciri :

  • Tidak diketahui nama pengarangnya. Seakan muncul begitu saja di masyarakat.
  • Bersifat sertaris atau statis -tidak bisa berkembang-
  • Untuk prosa, mayoritas sifatnya khayalan
  • Mayoritas memiliki latar belakang istana atau kerajaan
  • Karena anonim, maka sastra ini seperti milik bersama
  • Karangannya berbentuk tradisional
  • Menggunakan gaya bahasa yang klise
  • Mayoritas bersinggungan dengan religi atau adat istiadat

Meskipun sastra lama, tetapi sekarang ini masih banyak ditemui buku-buku atau tulisan yang memang berbentuk sastra lama. Kamu bisa mendapatkannya di Bukupedia.

Sastra Baru (Modern)

Kebalikannya dari sastra lama, Sastra baru ini muncul menggantikan sastra lama. Tapi bukan berarti menghapus segala bentuk sastra lama. Produk sastra lama masih, hanya di sastra baru ini mengalami perkembangan yang cukup signifikan mulai dari gaya penulisan, latar belajar, sifat dan lain-lain.

Tentu semua itu juga menyesuaikan dengan gaya hidup masyarakat sekarang, terlebih semenjak hadirnya media.

Sehingga di sastra baru ini lebih tertuang dalam bentuk tulisan dibanding lisan.

Adapun ciri-ciri sastra baru adalah sebagai berikut :

  • Identitas pengarang diketahui dan dikenal
  • Isi ceritanya lebih rasional
  • Bersifat dinamis dan ceritanya mudah dikembangkan
  • Gaya bahasa dan penulisan lebih modern
  • Tidak lagi berlatar belakang kerajaan, tetapi sudah tentang pola kehidupan masyarakat

Contoh dari sastra baru ini adalah Novel, Biografi, Cerpen, Drama, dll.

Apakah Sastra Lama Sudah Tidak Diminati?

Meskipun sekarang sudah berkembang sastra baru, tetapi sastra lama masih tetap ada. Masalah diminati itu hanyalah selera. Dan ini tentu akan menjadikan pilihan yang menarik bagi pembaca. Lagi pula sastra lama juga bagian dari sejarah yang tidak boleh dihapus. Keberadaan sastra baru sekarang ini juga di latar belakangi oleh sastra lama.