Kalau bicara sedikit soal usia, orang-orang yang saat ini berusia 40 tahun ke atas dulunya lebih menghargai proses. Generasi ini tidak kaget jika menginginkan sesuatu harus melalui proses yang panjang dulu dan perlu belajar dengan serius untuk akhirnya mencapai apa yang diinginkan.

Berbeda dengan generasi sekarang yang mayoritas hanya mengharapkan sesuatu yang instan.

Ini ada kaitannya dengan membaca buku. Generasi dulu, jika ingin mendapatkan segala informasi atau sesuatu yang diinginkan pasti larinya ke buku. Karena buku adalah satu-satunya media yang bisa digunakan untuk memperoleh informasi yang lengkap.

Wajar jika generasi dulu suka membaca banyak buku sampai selesai. Bahkan punya koleksi ribuan buku. Contohnya saja Master Deddy Corbuzier. Dalam sesi obrolan yang ada di channel video Youtube milik Anji (Dia), Deddy Corbuzier mengatakan jika dirinya punya koleksi ribuan buku. Dan semuanya sudah ia baca.

Hal ini dikarenakan pada masa itu, Deddy hanya bisa menggunakan media buku untuk mendapatkan informasi yang diinginkannya. Buku adalah sumber informasi dan ilmu yang lengkap.

Nah jika kita tarik ke era sekarang dimana dunia digital sudah semakin berkembang, maka buku bukanlah satu-satunya media informasi yang bisa digunakan.

Di era digital sekarang orang-orang bisa dengan mudah mendapatkan informasi melalui ponsel pintarnya dengan bermodal jaringan internet, baik itu berupa konten artikel, video, bahkan e-book. Hanya bermodal gadget, setiap orang sudah bisa mendapatkan informasi yang diinginkan dengan cepat dan dalam format media yang beragam.

Bagaimana dengan keberadaan buku?

Gaya hidup seperti itu secara tidak langsung mengubah kebiasaan mencari informasi melalui buku. Sebagian dari kita yang masih suka membaca buku tentu akan takut jika keberadaan buku semakin dilupakan orang khususnya kalangan muda. Apalagi anak muda sekarang ini lebih suka memegang ponselnya daripada membaca buku meskipun satu halaman saja.

Akan tetapi kita tidak perlu khawatir, keberadaan buku akan tetap ada sampai kapan pun. Karena media buku sendiri tidak bisa tergantikan dengan media apapun.

Sensasi membaca buku tidak bisa tergantikan, dan buku akan tetap menjadi media literasi yang paling dibutuhkan orang. Karena buku menyediakan informasi yang tidak bisa didapatkan di media online. Dalam satu buku kita akan mendapatkan banyak informasi.

Bagaimana dengan buku digital?

Sekarang memang sudah banyak buku digital, akan tetapi buku digital juga tidak bisa menggantikan nyamannya membaca melalui buku konvensional. Bahkan banyak kalangan yang merasa tidak nyaman ketika harus membaca buku digital. Rasanya beda.

Jadi tidak perlu khawatir jika semakin banyak orang yang menggunakan media selain buku untuk mendapatkan informasi. Karena buku akan tetap ada sampai kapan pun. Buku tidak bisa tergantikan. Untuk itu marilah kita sebarkan kebiasaan membaca buku.

Kalau Aku Baca Buku, Kamu Juga Harus Baca Buku.