Untuk fresh graduate biasanya ingin mendapatkan kualitas pekerjaan yang baik. Dengan berpegang ijazah dan title Sarjananya, berharap ada perusahaan bonafit yang bisa merekrutnya. Harapan seperti itu sah-sah saja, asal memang punya kompetensi di bidangnya dan mau terus berkembang.

Akan tetapi yang perlu disadari oleh para fresh graduate, sebaiknya ketika pertama kali bekerja jangan mengejar jabatan atau bahkan gaji dulu.

Lantas apa yang perlu dicari?

Ada baiknya di tahun pertama bekerja digunakan untuk belajar. Baiklah, sebelumnya mungkin pernah mengikuti intership di perusahaan saat masih kuliah, akan tetapi pengalaman itu belum cukup digunakan bekal untuk benar-benar dikatakan profesional.

Dan biasanya ketika intership perlakuannya juga akan berbeda, tidak seperti pegawai pada umumnya. Untuk itulah dalam tahun pertama, ada baiknya digunakan untuk belajar segala hal tentang dunia kerja dan gaya hidupnya.

Gunakan tahun pertama untuk beradaptasi sekaligus mengembangkan potensi yang telah kamu miliki dan pelajari saat kuliah. Bisa saja apa yang akan didapatkan di dunia kerja akan berbeda seperti saat kuliah. Dan sejatinya memang beda. Di dunia kerja, segala hal akan berputar dengan cepat, apalagi jika bekerja di perusahaan yang memiliki perkembangan cepat seperti startup.

Tahun pertama ini gunakan untuk memupuk diri sendiri dulu agar benar-benar tahu sistem kerja di perusahaan itu bagaimana. Nah nanti biasanya di tahun kedua dan berikutnya, kamu sudah bisa berkembang menyesuaikan keadaaan dunia kerja yang ada. Kamu sudah punya skills & experience yang bisa di-‘jual’.

Yang jadi masalah para fresh graduate sekarang adalah, baru saja lulus dan cari kerja tetapi inginnya jabatan dan benefit yang bagus. Ya itu tidak masalah asal kompentensi memang mumpuni. Tetapi yang sepertinya rasanya bisa dihitung. Tidak banyak fresh graduate yang memang benar-benar siap di dunia kerja.

Dan ketika harapan terlalu tinggi, lantas tidak ada perusahaan yang cocok. Akhirnya menganggur.

Jadi sebaiknya di tahun pertama ini bisa kamu gunakan untuk belajar. Misalnya saja belajar untuk :

Memahami tanggung jawab profesi

Profesi pekerjaan kamu kadang memiliki tanggung jawab yang berbeda dengan apa yang tertulis di informasi lowongan kerja. Karena jika sudah masuk di dunia kerja, semua akan lebih kompleks. Dan inilah kesempatan kamu untuk memahami tanggung jawab profesi yang kamu tekuni di perusahaan itu.

Memahami alur kerja di perusahaan

Selain itu kamu juga bisa mempelajari dan memahami alur kerja di perusahaan itu seperti apa. Sehingga ini akan memudahkan kamu untuk berkembang dan menjalin relasi dengan pihak lain.

Alur kerja termasuk hal-hal administratif yang biasa ada di perusahaan.

Mendalami bidang yang ditekuni

Jika kamu bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikan, kamu patut bersyukur. Karena kamu bisa langsung belajar dan mendalami bidang yang kamu tekuni sesuai kondisi nyatanya. Dan ini sangat positif sekali untuk perkembangan skill kamu.

Yang jelas, lakukan semua itu dengan senang. Jangan memikirkan jabatan atau benefit lain seperti gaji tinggi dulu. Asal gaji sudah mencukupi untuk kebutuhan hidup, jalani saja. Yang penting kamu bisa ambil ilmunya saat bekerja.

Jadi sebenarnya, bekerja itu bukan sekadar bekerja cari uang. Tapi bekerja itu adalah belajar secara langsung di lapangan dan kondisi nyatanya. Inilah yang tidak bisa dinilai dengan nominal uang. Dan tentu ini akan menjadi bekal positif jika kamu memang berniat memiliki perusahaan sendiri. Ilmu-ilmu yang sudah didapatkan dari perusahaan bisa kamu implementasikan di perusahaan mu nanti.