Bangkrut atau rugi dalam usaha itu adalah risiko dalam berwirausaha. Dan seharusnya apabila seorang pengusaha nanti mendapati usahanya merugi, seharusnya tidak perlu kaget, karena itu adalah bagian dari risiko bisnis. Jika tidak ingin rugi ya dari awal harus dipersiapkan dengan matang. Tetapi rasanya sulit, karena kerugian dalam usaha itu banyak sekali faktornya tidak hanya hanya dari sisi internal saja.

Bisa saja sejak awal membangun usaha kita sudah serius dan berhati-hati dalam mengelolanya. Akan tetapi ketika dalam perjalanan ternyata kondisi ekonomi global sedang lesu dan berdampak pada kondisi usaha kita. Itu salah satu contoh eksternal.

Namun sebenarnya kerugian atau kebangkrutan itu bisa dicegah, asal kita tahu caranya. Berikut beberapa diantaranya yang bisa dijadikan referensi.

1. Jangan mencari modal dari hutang

Kalau Anda sedang ingin membangun usaha dan nanti tidak ingin merugi dalam jumlah yang besar, cobalah untuk tidak mencari modal dari hutang. Yang namanya modal dari hutang itu pada akhirnya akan menjadi beban. Bunga yang terus bertambah serta beban psikis terhadap hutang itu akan membuat Anda tidak leluasa dalam menjalankan usaha.

Banyak kasus usaha yang merugi karena dicekik yang namanya hutang. Mereka tidak bisa melunasi hutang-hutang yang kian menumpuk. Jadi hati-hati dengan modal dari hutang. Anda harus benar-benar matang mengelola uang dan manajemen perusahaan jika memang ingin mendapatkan modal dari hutang bank.

2. Cari usaha yang risiko ruginya kecil

Semakin besar usaha Anda, maka semakin besar risiko kerugiannya. Kalau Anda tidak ingin rugi besar, coba saja berwirausaha yang rugi kecil. Misalnya menjadi reseller produk. Sehingga Anda tidak perlu membeli alat produksi, tidak perlu memikirkan bagaimana produksinya dan lain-lain. Anda hanya fokus bagaimana menjual produk tersebuh sampai laku.

3. Susun manajemen yang bagus

Kerugian yang melanda perusahaan disebabkan juga karena faktor internal. Faktor internal ini hubungannya dengan SDM. Sehingga Anda perlu memiliki SDM yang benar-benar berkualitas. Khususnya dalam hal yang menangani manajemen keuangan.

Manajemen keuangan harus dibuat dengan baik dan jelas. Kalau perlu gunakan software yang membantu dalam memanajemen keuangan.

4. Jangan asal cari partner bisnis

Kadang kerugian perusahaan juga disebabkan karena salah memiliki rekan bisnis. Misalnya saja ada yang korupsi, tidak jujur, atau suka membuat laporan palsu. Jangan sampai Anda memilih partner bisnis hanya melihat satu sisi saja. Attitude juga harus Anda lihat, karena itu yang paling penting.

5. Konsisten dan Fokus

Ketika Anda sudah merasa bahwa bisnis ini adalah bisnis yang bisa Anda kembangkan lagi, dan itu pilihan bisnis utama Anda, maka fokuslah dalam mengelolanya. Anda harus konsisten dalam mengembangkannya. Boleh terlena dengan bisnis lain, asal bisnis yang sudah ada bisa berjalan dengan baik.

Kebangkrutan dalam bisnis memang menjadi momok bagi setiap pengusaha. Tetapi jangan jadikan itu sebagai masalah besar. Karena jika Anda hanya memikirkan rugi rugi dan rugi, maka itu akan menghambat laju pertumbuhan usaha Anda.