YouTube sekarang tidak hanya digunakan untuk eksistensi diri saja seperti dengan membuat konten vlog. Tetapi YouTube sudah menjadi media yang bisa digunakan untuk kebutuhan marketing dari segala lini bisnis. Metode marketing menggunakan YouTube memang terbilang efektif, karena orang akan lebih suka dan tertarik dengan konten yang berupa audio visual.

Apalagi sekarang konten-konten video YouTube sangat mudah muncul di hasil penelurusan Google. Ini sangat baik jika Anda ingin menembak kata kunci tertentu melalui konten video.

Nah, membuat konten YouTube untuk marketing itu perlu dipersiapkan segala halnya. Ada beberapa pertimbangan yang bisa dilakukan dalam membuat konten video di Youtube untuk marketing.

Menentukan konsep

Yang pertama perlu menentukan konsep videonya dulu. Menentukan konsep ini ada banyak hal yang bisa dijadikan acuan, misalnya waktu atau momen yang ada, tren yang sedang ramai, dan lainnya.

Tentukan juga apakah videonya nanti ingin dibuat viral atau tidak. Jika iya, maka konsep ide kreatifnya pun juga harus beda.

Jangan hard selling

Iklan berupa video yang hard selling tidak disukai orang. Kalau pun memang ada hard selling nya perlu ada bumbu lain. Dan inti videonya jangan menjual. Anda bisa membuat video berupa tutorial atau berbagi tips yang nantinya berhubungan dengan produk Anda.

Misalnya saja Anda berjualan produk cat tembok. Nah Anda bisa membuat video tentang bagaimana mencampur cat dan cara mengecat tembok yang benar. Atau bisa membuat video jenis-jenis cat tembok. Nantinya cat yang digunakan adalah cat merek Anda. Tapi dalam video Anda tidak mengatakan untuk membeli produk Anda.

Dengan cara soft selling seperti ini video Anda akan lebih diminati. Karena penonton tidak sadar sebenarnya itu adalah untuk tujuan pengenalan produk Anda.

Buku terkait :

Perhatikan durasi

Video marketing yang secara konten mengandung unsur promo produk Anda, sebaiknya dalam hal durasi jangan terlalu lama. Maksimal buat saja 10 menit, itu pun sudah sangat lama. Tapi yang penting disesuaikan konsep kontennya nanti.

Kalau kontennya berupa tutorial yang panjang, sebaiknya dibuat part-part. Jadi misalnya video tutorialnya ada 30 menit, bisa dipecah jadi 3-4 part. Ini akan lebih bagus, dan membuat penonton jadi berlangganan channel YouTube Anda.