Akhir-akhir ini beredar informasi bahwa susu kental manis yang ada di pasaran sejatinya bukan susu, bahkan sama sekali tidak ada kandungan susunya. Sehingga pihak BPOM pun menyarankan untuk tidak lagi menggunakan label “susu” di kemasannya.

Adanya informasi ini membuat masyarakat heboh. Yang jelas banyak yang kaget karena minuman yang biasa mereka konsumsi ternyata tidak seperti yang ada dipikirannya selama ini.

Lalu pertanyaannya adalah, apakah minuman yang satu ini masuk boleh dikonsumsi? Secara kandungannya lebih ke kadar gula yang tinggi?

Tentu masih boleh dikonsumsi, hanya saja perlu digaris bawahi kalau minuman ini bukanlah susu. Sehingga Anda harus bijak dalam mengonsumsinya. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.

Minuman ini bukan pengganti susu

Minuman yang sempat dilabeli “susu” ini sejatinya tidak bisa menggantikan peran produk susu sebagai pelengkap atau penambah gizi. Jadi kalau Anda ingin minum susu, terus beli ini dengan dikonsumsi sebagai pengganti susu sapi/susu formula atau susu lainnya, jelas tidak bisa.

Jangan diberikan ke bayi

Susu kental manis ini sangat tidak direkomendasikan untuk bayi. Karena sejatinya ini bukan susu, jadi tidak baik untuk bayi. Selain itu perlu diketahui bahwa produk minuman ini kandungan besarnya adalah gula. Jika minuman gula dikonsumsi anak kecil dalam jangka waktu lama dan rutin, dampaknya akan buruk.

Jadi minuman kental manis ini sekali lagi sudah tidak bisa dikatakan sebagai susu.

Tetapi Anda masih tetap bisa mengonsumsinya, yakni dengan cara mencampurkannya ke makanan atau minuman lain seperti :

Sebagai Toping

Minuman kental manis ini bisa digunakan untuk toping semisal martabak, atau lainnya. Atau justru digunakan sebagai pengganti gula.

Ketika Anda minum kopi atau teh atau coklat pun juga bisa ditambahkan dengan minuman kental manis ini. Karena rasanya yang memang sudah manis sekali jadi bisa dijadikan sebagai pengganti gula atau pelengkap rasa.

Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.