Zaman telah berubah dan perubahan zaman sekarang ini banyak mempengaruhi berbagai aspek-aspek kehidupan. Tidak hanya gaya hidup, tetapi juga cara pandang seseorang, norma-norma sosial yang juga mengalami perubahan, dan tak ketinggalan adalah cara seseorang menatap masa depan.

Kaitannya dengan masa depan, ini sangat erat dengan yang namanya cita-cita. Nah, saat ini banyak anak-anak kecil ketika ditanya cita-citanya kelak ingin jadi apa, mayoritas menjawab ingin menjadi YouTuber, Instagrammer, Selebgram, bahkan Gamers.

Salahkah cita-cita mereka tersebut?

Inilah yang saat ini menjadi perhatian banyak orang, bahkan menjadi pertantangan di lingkup orang tua. Ada orang tua yang sah-sah saja dan mendukung sepenuhnya cita-cita anak seperti itu, tetapi ada pula yang sebenarnya kurang menyetujui.

Menjadi YouTubers sendiri sekarang banyak dilakukan anak-anak muda zaman sekarang. Ada yang membuat konten vlog, bahas game, hingga bahas politik. Dan saat ini YouTube sudah menjadi tontonan orang zaman sekarang termasuk anak-anak kecil yang sudah pandai mengoperasikan gadget.

Baca juga : Mengapa YouTube Lebih dari TV?

Anak-anak yang sering menonton YouTube inilah yang sekarang banyak ter-influence oleh para YouTuber. Secara banyak YouTuber atau media yang mengangkat sosok YouTube akan kesuksesannya. Dan sayangnya di-blow up ke media adalah YouTuber yang sudah sukses dengan pendapatan puluhan juta rupiah.

Anak-anak zaman sekarang pun melihat ini menjadi sebuah pekerjaan yang bisa dilakukan ketika nanti ia sudah dewasa.

Alasan yang kurang pas

kids_internet

Ya, tetapi sayangnya ketika anak-anak yang memiliki cita-cita menjadi Youtuber ini ditanya alasannya, mereka beralasan bahwa nanti ketika menjadi YouTubers kemudian memiliki subscriber banyak maka akan mendapatkan uang banyak.

Ini anak kecil, seumuran anak-anak SD yang sudah memiliki alasan seperti itu.

Jelas kalau mereka ingin menjadi YouTubers ketika dewasa nanti dengan alasan seperti itu adalah kurang pas. Karena seharusnya bukan uang yang menjadi alasan utamanya. Kalau sejak kecil saja pikirannya sudah karena uang, maka ia akan kurang menghargai proses dan inginnya serba instant.

Lagi pula sebenarnya cita-cita menjadi YouTubers itu kurang pas.

YouTubers itu tidak cocok jika dijadikan cita-cita. YouTube itu kan sebenarnya media atau platform, bayangkan kalau 10 tahun ke depan YouTube sudah tidak laku lagi. Apakah masih akan ada orang yang bermain di YouTube? Kami rasa tidak. Karena mayoritas orang yang bergabung di YouTube adalah karena uang.

Saran untuk orang tua

Parenting for kids

Jika Anda orang tua dan saat ini memiliki anak yang masih kecil dan kalau ditanya cita-citanya ingin jadi YouTuber dan sejenisnya, sebaiknya perlu diluruskan.

Orang tua harus tahu YouTubers itu sendiri apa dan bagaimana.

Mungkin orang tuanya tidak perlu melarang anak hanya saja meluruskan kalau YouTube itu adalah media. Konten utamanya berupa video. Menjadi YouTubers yang profesional dan sukses tentu harus memiliki skill di bidang videografi dan perfilman.

Nah, di sini orang tua bisa mengarahkan ke anak kalau sebaiknya cita-cita diubah untuk menjadi seorang Videografer atau Cinematografer saja. Karena nantinya akan bisa membuat video-video yang bagus. Nanti bisa jadi sutradara, produser film, videografer, cinematografer, dan tentunya YouTubers.

Sehingga pemikiran anak pun akan lebih terbuka.

Karena saat ini banyak anak yang tidak tahu sebenarnya YouTubers itu apa. Yang mereka tahu hanya orang yang bikin video di YouTube terus ditonton banyak orang, dapat subscriber dan uangnya banyak. Tentu ini adalah pemikiran yang sangat sempit.

Jadi jangan sampai anak Anda terjebak pemikiran-pemikiran sempit seperti ini yang pada akhirnya akan mempengaruhi masa depannya.