Buat yang memiliki website, baik itu website perusahaan atau website pribadi (blog), pasti akan merasa kesal jika kecepatan loading website menjadi lambat atau lemot. Karena selain akan membuat lama ketika dibuka, hal ini juga akan menurunkan statistik kunjungan di website kita. Sudah banyak kasus pengunjung drop karena website lama diakses.

Nah tentu kalian tidak ingin kan kehilangan pengunjung karena loading website menjadi lemot. Untuk itu perlu dilakukan maintenance secara rutin atas website yang dimiliki.

Tetapi apa sih alasannya kok website menjadi lambat? Di artikel kali ini kami ingin sedikit berbagi masalah itu.

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkannya.

1. Kualitas Server Website

Setiap website itu tentu menggunakan server atau web hosting. Ada yang menggunakan VPS (Virtual Private Server) ada pula yang menggunakan Shared Hosting. Itu tidak masalah. Namun kadang banyak yang memilih layanan hosting yang buruk. Buruk di sini maksudnya tidak memiliki performa yang bagus untuk menangani kebutuhan website.

Biasanya layanan web hosting kecil-kecilan tidak mampu memberikan kualitas server yang bagus.

Selain itu juga dalam pemilihan lokasi server.

Buku rekomendasi : Centos : Panduan Singkat Membangun server

Misalnya target pengunjung website Anda adalah orang Indonesia, maka pilih server yang lokasinya di Indonesia atau minimal di Singapura. Karena dengan seperti ini akan mempercepat request dari pengunjung ke server.

2. Template Website Berat

Ini yang jarang diperhatikan juga. Kadang karena ingin memiliki tampilan website yang bagus, lantas setiap halaman website diberikan berbagai elemen yang pada akhirnya membuat website menjadi lambat. Banyaknya plugin, script-script JS, dll itu yang membuat menjadi lambat.

Apalagi jika keberadaan script-script tersebut tidak dioptimasi, pastinya akan memberatkan server.

Kadang ada script yang memang memakan resource server terlalu tinggi, sehingga loading website pun akan habis untuk meload script-script tersebut.

Sebaiknya gunakan template yang minimalist dan tidak terlalu banyak script-script yang tidak penting.

3. Gambar yang terlalu besar

Besar di sini adalah ukuran filenya. Kadang kalau menggunakan gambar yang besar ukuran filenya akan membuat load website menjadi lemot. Gambar sebaiknya perlu dicompress karena untuk bisa tampil di halaman website yang sempurna perlu gambar yang ukurannya kecil.

Format gambar juga menentukan. Lebih baik menggunakan gambar jpeg yang compression nya tinggi daripada PNG.

4. Konten tidak dioptimize

Ya, dalam sebuah website, konten baik itu HTML, CSS, JS, gambar, dll perlu dioptimize. Ada yang namanya perlu diminify, ukurannya diperkecil, kemudian halaman website dicompress supaya script yang tidak digunakan tidak perlu diload.

Memang butuh analisa mendalam terkait hal ini. Kamu bisa menggunakan layanan Google PageSpeed Insight untuk mengetes kecepatan website kamu. Selain itu nanti kamu juga akan mendapatkan saran apa-apa saja yang perlu diperbaiki untuk mempercepat loading website kamu. Silakan dicoba.