Pelajaran Bahasa Indonesia termasuk salah satu pelajaran yang mudah dibanding pelajaran lainnya seperti Matematika atau IPA. Karena pelajaran ini sangat berhubungan dengan cara berkomunikasi kita sehari-hari. Akan tetapi para siswa sering merasa sulit jika sudah mendapatkan tugas untuk menulis esai.

Menulis esai sebenarnya juga mudah, tetapi banyak siswa yang bingung bagaimana memulainya.

Selain untuk kasus di pelajaran, menulis esai juga kerap dijadikan tugas untuk beberapa kegiatan, seperti ketika masuk perguruan tinggi, mencari beasiswa dan lainnya.

Menulis esai sebenarnya mudah, asal tahu proses-prosesnya. Nah menurut Kathy Livingston dalam tulisannya yang berjudul “Guide to Writing a Basic Essay”, ada tujuh langkah mudah yang bisa digunakan untuk menulis esai yang efektif.

1. Memilih topik.

Mungkin ketika kamu diminta untuk membuat esai, ada yang memang sudah diberikan topik tertentu atau ada juga yang dibebaskan memilih topik. Jika sudah diberikan topik, maka kamu harus membuat gambaran umum kemudian persempit topiknya.

Namun, jika kamu dibebaskan memilih topik, maka kamu tentu akan lebih bingung mau memilih topik apa. Tapi sebenarnya ini jadi keuntungan kamu karena bisa memiliki subjek yang menarik dan relevan menurut kamu.

Yang pertama perlu kamu lakukan adalah menentukan tujuan.

“Apakah esai kamu nanti berupa informasi atau sebuah ajakan?”

Kalau sudah menentukan tujuan, kamu perlu melakukan penelitian tentang topik yang menurutmu menarik. Tidak perlu jauh-jauh, kamu bisa memikirkan tentang diri kamu atau hal-hal yang dekat dengan diri kamu. Jangan lupa untuk menuliskan poin-poin yang menurut mu menarik.

Yang terakhir adalah mengevaluasi pilihan kamu. Kalau tujuan kamu adalah untuk edukasi, maka pilih subjek yang sudah kamu pelajari. Jika tujuan kamu adalah sebuah ajakan, maka pilih subjek yang kamu minati. Yang penting, apapun misi esai kamu, pastikan kamu tertarik dengan topik itu.

2. Persiapkan garis besar atau diagram ide.

Untuk menulis esai yang efektif, kamu harus mengatur pikiran kamu. Tuangkan semua apa yang ada di kepalada ke dalam kertas. Tulis dahulu kemudian kamu bisa melihat hubungan antara ide-ide yang ada.

Struktur ini berfungsi untuk fondasi ketika nanti mengembangkan esai kamu. Gunakan garis besar atau diagram untuk bisa mengembangkan ide-ide yang muncul.

Cara membuat diagram adalah tulis topik utama di tengah halaman kemudian gambat tiga sampai lima bari bercabang dari topik ini. Dan tuliskan gagasan utama di bagian akhir kalimatnya. Kalau nanti kamu punya ide-ide baru, juga bisa langsung ditulis.

3. Tuliskan pernyataan tesis kamu.

Setelah memiliki topik dan ide-ide yang akan ditulis, maka kamu harus membuat pernyataan tesis. Pernyataan tesis ini akan memberi tahu pembaca mengenai inti dari esai kamu. Lihatlah garis besar yang sudah ditulis, apa ide utamanya?

Pernyataan tesis kamu ini juga memiliki dua bagian. Bagian pertama adalah menyatakan topik dan bagian kedua adalah menyatakan pokok esai. Misalnya saja kamu menulis tentang Mohammad Hatta dan pengaruhnya terhadap Indonesia, pernyataan tesis yang tepat adalah, “Mohammad Hatta telah mempengaruhi masa depan depan negara kita melalui buku dan semangat membacanya”

4. Tulis isinya.

Tulis isi esai kamu yang menjelaskan atau menggambarkan topik utama. Setiap gagasan utama yang kamu tulis di dalam diagram atau garis besar akan menjadi bagian terpisah dalam tubuh atau isi esai kamu.

Setiap paragraf isi akan memiliki struktur dasar yang sama. Mulailah dengan menulis salah satu gagasan utama kamu sebagai kalimat pengantar. Selanjutnya, tulis setiap ide pendukung kamu dalam format kalimat. Tetapi tinggalkan tiga atau empat baris di antara setiap titik untuk kembali dan berikan contoh yang jelas untuk mendukung posisi kamu.

Isi ruang-ruang ini dengan informasi yang relatif yang akan membantu menghubungkan ide-ide yang lebih kecil.

5. Tulis pendahuluan.

Setelah mengembangkan tesis dan keseluruhan isi esai kamu, maka kamu harus menulis pengantar. Pengantar harus menarik perhatian pembaca dan menunjukkan fokus esai kamu.

Mulailah dengan mengambil perhatian. Kamu dapat menggunakan informasi yang mengejutkan, dialog, cerita, kutipan, atau ringkasan sederhana dari topik kamu. Sudut mana pun yang kamu pilih, pastikan bahwa itu berkaitan dengan pernyataan tesis kamu. Yang nantinya akan dimasukkan sebagai kalimat terakhir pengantar kamu.

6. Tuliskan kesimpulannya.

Kesimpulan berupa penutup topik yang merangkum keseluruhan ide kamu sambil memberikan perspektif akhir pada topik kamu. Kesimpulan kamu harus terdiri dari tiga hingga kalimat yang kuat. Cukup tinjau poin utama kamu dan berikan penguatan tesis kamu.

7. Tambahkan sentuhan akhir.

Setelah menulis kesimpulan, kamu mungkin berpikir bahwa kamu telah menyelesaikan esai kamu. Salah. Sebelum kamu menganggap ini sebagai karya yang sudah selesai, kamu harus memperhatikan semuanya hingga detail kecil.

Periksa urutan paragraf kamu, poin terkuat harus menjadi paragraf pertama dan terakhir. Pastikan juga urutan paragraf kamu masuk akal. Jika esai kamu menggambarkan suatu proses, seperti selayaknya membuat kue yang enak, pastikan bahwa paragraf kamu jatuh dalam urutan yang benar.

Baca kembali dan periksa untuk melihat apakah semuanya masuk akal. Pastikan juga alur kalimatnya lancar dan tambahkan frasa untuk membantu menghubungkan pikiran atau ide.